
"Bukan, ini bukan boneka." Isander menurunkan rusa kecil di gendongannya ke tanah.
Berikutnya, rusa kecil itu melompat-lompat mengelilingi mereka semua dengan hati yang gembira.
Giya dan semua anggota tim Isander terkejut dengan apa yang mereka lihat sekarang. Makhluk kecil berbentuk rusa dengan tubuh yang penuh oleh tanaman merambat ini ternyata bukan sebuah boneka dan bisa bergerak.
Setelah itu, Isander memberi tahu tentang apa yang terjadi di tempat pertempuran sambil membawa mereka semua keluar dan berjalan menuju Kota Komodo.
Sayap Isander menghilang tanpa mereka sadari, dan rusa kecil menjadi pusat perhatian mereka semua.
Meisya bahkan penasaran dengan rusa kecil ini karena sedari tadi menatap makhluk itu terus-menerus.
Selain Meisya, mereka semua pun ingin tahu apa sebenarnya rusa kecil itu.
Penjelasan yang Isander ceritakan dengan detail dan lengkap membuat mereka semua mengerti dengan apa yang terjadi di pertarungan itu.
Ternyata Isander melawan makhluk misterius atau mitos yang banyak dibicarakan oleh para Agter di Kota Garuda.
Rusa kecil yang Isander bawa adalah sesuatu yang muncul setelah dirinya mengalahkan Deegiant.
Giya, Nina, dan lainnya tidak merasakan sesuatu yang berbahaya dari rusa kecil aneh ini. Seorang Agter akan tahu makhluk mana yang monster dan yang bukan karena insting mereka sangat sensitif jika dihadapkan dengan monster.
Bisa dipastikan memang rusa kecil ini makhluk yang baik dan tak berbahaya, tidak sama dengan monster yang berkeliaran di hutan.
Memang benar sumber rusa kecil ini sangat aneh dan mencurigakan karena muncul usai Deegiant mati.
Mereka semua sepakat untuk tidak terlalu terbuka dengan makhluk lucu dan imut ini, harus ada kewaspadaan yang wajib diaktifkan jika berinteraksi dengan rusa kecil ini.
Sungguh, mereka masih terkejut terlepas Isander membawa rusa kecil ini.
Deegiant merupakan momok yang menakutkan bagi para Agter karena identitasnya yang misterius dan aneh. Tentu, kekuatannya pun ditakuti karena tidak diketahui apa yang sebenarnya kekuatan yang dimiliki oleh Deegiant ini.
Saat Isander menceritakan tentang pertarungannya melawan monster itu bersama Garuda Comity, mereka merasa ngeri, jantung mereka berdetak cepat seolah ketakutan seorang Agter yang seperti mereka menghadapi Deegiant yang sangat kuat.
__ADS_1
Memiliki regenerasi yang tinggi, kekuatan fisik yang sangat luar biasa, ukuran besar, dan pertahanan yang kuat.
Semua aspek itu dapat membunuh mereka semua dengan mudah, terlebih mendengar Ice Frail dan anggotanya tak sanggup mengalahkan monster tersebut dengan kekuatannya.
Mereka tahu kekuatan Ice Frail bukan sesuatu yang bisa dianggap rendah karena kekuatan es dia yang sangat hebat.
Anggota-anggota Garuda Comity juga memiliki kekuatan yang tak kalah hebat. Ada pengendali api, support, dan Beaster Badger, bahka pemimpinnya punya kekuatan alam berunsur angin yang cepat. Mirip dengan Reza, tetapi versi lebih kuatnya.
Kelompok Garuda Comity ini terbilang kelompok Agter yang kuat dengan segala kekuatan anggotanya yang memiliki potensi besar.
Akan tetapi, mereka bahkan tidak bisa mengalahkan Deegiant yang masih berada di tingkat A.
Seingat mereka, Garuda Comity ini pernah mengalahkan beberapa monster tingkat S bersama, prestasi mereka terdengar oleh banyak Agter hingga ke kota sebelah.
Mereka rasa, Deegiant ini benar-benar melampaui monster level A dengan kekuatannya yang luar biasa.
Kekuatan Deegiant letaknya di kemampuan regenerasinya yang tinggi, mampu menciptakan lagi tubuhnya jika tanaman merambat masih ada di dekatnya.
Mereka menjadi lebih kagum dengan Isander yang mampu mengalahkan monster Deegiant yang kuat tersebut.
Secara tidak langsung membuat mereka mengetahui bahwa kekuatan Isander jauh berbeda dengan kekuatan mereka semua, bahkan jika itu digabungkan, mereka belum tentu bisa menang.
Kemungkinan besar, Isander tidak kesulitan dalam melawan monster level S meski ini hanya asumsi mereka.
"Kamu punya kekuatan baru?" Giya sadar akan dua pasang sayap lebar yang tumbuh di belakang punggung Isander.
Isander menggelengkan kepalanya. "Tidak, sayap itu merupakan fitur dari salah satu kekuatanku yang sudah aku punya, itu adalah mode Beaster Badge yang punya."
"Tunggu, jangan bilang armor hitam yang kamu kenakan adalah peralatan dari mode beast?" tebak Reza yang punya asumsi pribadi tentang armor hitam di tubuh Isander.
Tebakan Reza benar, dan Isander mengangguk menandakan tebakan Reza hampir sepenuhnya benar.
"Armor hitam dan dua sayap tersebut adalah mode beast milikku. Keduanya bukan aksesoris semata karena punya kekuatan yang luar biasa," ucap Isander sambil tersenyum.
__ADS_1
Pernyataan Isander membuat mereka semua terdiam. Dari satu kemampuan saja mereka sudah kalah, sulit untuk bisa sekuat Isander.
Sangat-sangat sulit, bahkan bisa dibilang mustahil untuk menyaingi Isander dalam hal kekuatan.
Mereka saja hanya punya 2 kekuatan dan itu sudah termasuk sesuatu yang luar biasa. Tidak mudah untuk seorang manusia bisa mendapatkan 2 kemampuan Agta sekaligus, lebih lagi ada unsur alam yang kuat.
Pikiran untuk melampaui kekuatan Isander mereka buang jauh-jauh, pola pikir mereka bergantu menjadi seseorang yang kuat, paling tidak bisa membantu Isander dalam banyak peristiwa yang berbahaya.
Sebelumnya, mereka bodoh punya pikiran ingin melampaui kekuatan Isander, padahal mereka semua tahu siapa yang membuat mereka bisa membangkitkan kekuatan unsur alam yang hebat.
Tanpa Isander, mereka tidak bisa sekuat ini.
Semua yang Isander beri kepada mereka masih menjadi suatu pertanyaan dan misteri bagi mereka. Bertanya-tanya bagaimana bisa pria ini mengeluarkan barang berharga seperti itu yang mampu mengubah Agter menjadi kuat dan membangkitkan seorang manusia biasa menjadi seorang Agter yang kuat dengan mudah.
Jelas, di dunia ini tidak ada yang tidak punya sebab ataupun akibat, dunia terikat dengan namanya kausalitas, segala sesuatu ada penyebabnya.
Pada saat ini, mereka berjalan melewati area dekat pertempuran Isander dan Deegiant terjadi. Mereka semua bisa melihat samar-samar jejak pertempuran di sana. Lahan yang luas membuat mereka yakin ada sesuatu yang hebat terjadi di sini, terlebih lagi permukaan tanah ini tidak begitu rapi, mirip dengan permukaan tanah yang telah Isander perbaiki.
"Ayah, bolehkah aku memberi nama kepada rusa kecil ini?" Meisya berjalan di samping rusa kecil sambil memegangi tanduknya.
Isander mengangguk dan tersenyum. "Tentu saja boleh, Sayang. Kamu ingin menamai dia apa?"
"Um, sebentar, Meisya pikir dahulu."
Meisya merenung sejenak, memikirkan hal ini.
Lebih dari 3 menit Meisya mencari nama yang cocok di kepalanya, akhirnya dia menemukan nama yang pas dan cocok untuk rusa kecil ini.
Memandang Isander, menyentuh bibir kecilnya, Meisya berkata, "Bagaimana kalau rusa ini dipanggil dengan nama Kimaya?"
"Boleh, nama yang cantik." Isander langsung setuju dengan usulan putrinya.
Anggota yang lainnya pun ikut setuju, bahkan rusa kecil menganggukkan kepalanya tampak senang dengan nama barunya.
__ADS_1