
"Baik, aku akan akan mengambil ini semua."
Aqila mengambil barang-barang yang diberikan oleh Isander dan segera memakai tas kecil dari Isander.
Dengan perintah Isander, Aqila memeriksa tas tersebut yang di dalamnya punya ruang lain yang luas dan sudah dipenuhi oleh banyak sekali makanan.
"Semua makanan yang ada di dalam tas untukku?" tanya Aqila yang kurang yakin dengan pemberian Isander.
Di dalam tasnya banyak sekali makanan yang disimpan, mungkin makanan ini takkan bisa ia habiskan dalam satu Minggu.
Dengan makanan sebanyak itu bisa ia gunakan untuk satu Minggu lebih, mungkin bisa sampai dua Minggu lamanya.
Isander mengangguk dan tersenyum, "Benar, itu semua untukmu, jatah makanan untuk satu Minggu."
"Ini terlalu banyak."
"Tidak, aku akan menambahkannya lagi."
Mengambil tas Aqila, Isander memasukkan banyak makanan ke dalamnya. Kiranya bisa bertahan selama lebih dari dua Minggu.
Setelah menambahkan banyak pasokan makanan untuk Aqila, Isander tersenyum dan berkata, "Jam tangan jangan lupa untuk selalu dipakai, dan juga ingin menyalakan mode invisible agar tidak ketahuan oleh Agter lainnya. Aku akan menunggumu untuk kembali bersama. Jangan terlalu lama di Kota Garuda, aku membutuhkanmu."
"Baik, jika aku sudah mendapatkan informasi yang penting, aku akan segera kembali," balas Aqila dengan wajah yang serius.
"Oke, kamu boleh pergi kembali ke mereka. Hati-hati di sana, dan selalu berkabar denganku dan anggota lain."
Saat mengatakan itu, dinding tanah yang menghalangi mereka semua perlahan runtuh.
Aqila dengan cepat mengaktifkan mode invisible pada jam tangannya dan tersenyum.
Sebelum pergi, Aqila memberanikan diri untuk menyentuh pipi Meisya, dan ia berpamitan kepada mereka bertiga.
Melihat Aqila yang perlahan menjauh dan pergi ke anggota Garuda Comity di depan Kota Komodo, Isander mengajak Helen dan Reren untuk pergi ke arah timur.
Mulai sekarang, Aqila benar-benar resmi menjadi anggota kelompok Isander dan dia diberi tugas untuk memantau keadaan Kota Garuda dari dalam dan luar.
Mereka tidak bisa terlihat selalu berdua, itu akan membuat mereka dipandang mencurigakan karena aneh.
Isander tidak mau identitas mereka ketahuan dari anggota Garuda Comity. Belum saatnya mereka menampilkan diri sebagai satu kelompok yang sama.
"Makanan ini dari dia?!"
__ADS_1
Melihat Aqila yang membawa empat kantung plastik yang berisi makanan enak, membuat mereka berempat terkejut bukan kepalang.
Pasalnya, makanan yang ada di dalam kantung jinjing ini merupakan makanan yang langka dan sulit ditemui.
Seharusnya, makanan-makanan ini sulit untuk dibuat karena beberapa bahan hampir dianggap punah dan tiada.
Pemberian Isander menjadi sesuatu yang misterius bagi mereka semua.
Kei dan yang lainnya sangat terkejut, mereka langsung mencoba makanan-makanan untuk diperiksa kelayakannya.
Benar saja, makanan ini masih terasa sangat segar dan pastinya enak.
Kei yang punya pikiran kuat merasa janggal dengan ini. Lidahnya dapat merasakan beberapa bumbu yang sudah lama tak dia rasakan, terasa seperti makanan yang berasal dari tahun sebelum peristiwa kehancuran dunia terjadi.
Meskipun terasa aneh dan ganjil, mereka semua tetap terus menghabiskan satu makanan yang telah mereka coba.
Saat Tara sibuk memakan makanannya, wajah tiba-tiba terlihat aneh dengan ekspresi yang mencurigakan.
Tampak Tara punya suatu tujuan yang jahat.
Aqila memperhatikan ekspresi Tara dalam diam, dia langsung mengerti apa maksud dari ekspresi yang ditampilkan oleh Tara.
Pria ini tampaknya punya niat tertentu. Dan pastinya bukan suatu hal yang baik.
Sementara itu, Isander duduk di sebuah gubuk kecil yang ada di pinggiran sawah. Jauh di depan mereka ada Kota Komodo yang masih bisa dilihat dengan jelas.
Isander bahkan bisa melihat kepergian Aqila dan anggota Garuda Comity dari depan Kota Komodo.
Dengan penglihatannya yang tajam, dia bisa melihat sesuatu dengan jelas di jarak beberapa kilometer.
Namun, penglihatannya tidak sehebat karakter komik yang punya kekuatan super dan bisa melihat melalui benda padat.
Penglihatan mata Isander tak bisa menembus benda padat, apalagi melihat bagian organ tubuh manusia.
Peningkatan pada penglihatannya hanya sebatas jangkauan saja.
Meskipun begitu, penglihatan cukup hebat karena bisa melihat benda yang jaraknya sangat jauh dengan detail dan jernih.
Duduk di gubuk ini, Isander sudah melihat ratusan orang yang keluar dari dalam Kota Komodo dan juga masuk ke dalam Kota Komodo.
Cukup ramai, hampir sama dengan Kota Garuda.
__ADS_1
Ketika Isander membangun dinding tanah, puluhan Agter memperhatikannya, tetapi mereka tidak ada yang berani mendekat karena merasakan suatu tekanan yang kuat dari tempat Isander dan Aqila berada.
Saat ini, Meisya sudah tidur siang setelah menangis dan makan siang.
Putri Isander menangis dengan terlambat, begitu Aqila pergi di satu jam kemudian, dia baru menangis karena tidak mau Aqila pergi.
Seharusnya, Meisya menangis begitu Aqila mengucapkan selamat tinggal kepadanya, bukan ketik Aqila sudah pergi beberapa jam yang lalu.
"Ice Frail sungguhan menjadi anggota kelompok kita?" Reren masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.
Sudah berkali-kali dia bertanya tentang hal tersebut kepada Isander.
Tanggapan Isander terhadap pertanyaan Reren masih sama, yakni anggukkan kepala 2 kali.
Kedua gadis remaja ini memandang Isander dengan pandangan yang memuja.
Mereka berdua sangat kagum dengan Isander yang mampu merekrut orang yang kuat dan terkenal.
Namun, setelah mereka pikirkan lagi, identitas Isander ini lebih spesial dari Aqila.
Keduanya bahkan bisa membandingkan kekuatan Isander dan Aqila. Mereka memilih Isander dalam segi kekuatan karena kejadian Deegiant mereka mendengar Isander membantu Garuda Comity dan berhasil mengalahkan monster tersebut sendirian.
Sangat jelas perbandingan kekuatan di antara keduanya, Isander jauh lebih kuat.
Jika saja Isander aktif di sebuah kota, mungkin dia sudah menjadi seorang pahlawan yang dikenal seperti orang-orang yang pernah dijelaskan oleh Kak Giya dan yang lainnya.
Pada saat langit ingin hendak menjadi gelap, Giya dan lainnya mendatangi Isander dan lainnya di kedalaman hutan di arah timur.
Isander sudah membuat sebuah rumah kecil tempat peristirahatan mereka semua untuk sementara waktu.
Masih dengan konsep yang sama, mereka akan tinggal di dekat kota untuk beberapa hari dengan tujuan memburu banyak monster di sekitar.
Bentuk dari rumah kayu yang dibuat Isander hampir sama dengan desain yang pernah ia buat. Ukurannya cukup besar, tetapi tidak terlalu besar, cukup ditempati oleh mereka semua.
Tidak jauh dari rumah mereka berada ada aliran sungai, mereka tidak perlu khawatir untuk mandi dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan air.
"Ice Frail dimasukkan ke dalam kelompok kita?!"
"Ya, ada apa?"
Pada saat ini, mereka semua yang ada di dalam rumah memandang Isander dengan mimik wajah yang melebar dan mata yang membulat.
__ADS_1
Berita yang mereka dengar sulit dipercaya.