SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 132: Tangan Raksasa


__ADS_3

Semburan ledakan energi besar terjadi di dalam tubuh Isander, terasa begitu tiba-tiba, membuat Isander terkejut dan sempat tidak bisa mengontrol tubuhnya.


Aliran yang terasa hangat terus bergerak ke setiap inci tubuhnya, memperkuat tubuhnya ke tingkat berikutnya.


Energi yang menghilang kembali terisi dalam waktu yang singkat sehingga Isander bisa berdiri dan bergerak lagi dengan bebas.


Menghadap monster humanoid di depannya yang terus berjalan ke arahnya, Isander tak lagi memiliki ketakutan untuk melawan monster.


Keempat sayapnya terentang lebar menyatakan dirinya tidak akan gentar dan akan terus melawan.


Isander ikut berjalan ke arah yang berlawanan sembari mengepalkan tinjunya dengan kuat, dan semburan kekuatan yang mencengangkan terus keluar memenuhi kepalan tangan kanan Isander hingga udara di sekitar tinjunya terdistorsi.


Monster humanoid yang melihat Isander berjalan dan memperpendek jarak di antara keduanya menjadi makin marah, dia berteriak ke arah Isander dengan raungan yang keras.


Semua Agter yang ada di kota harus menutup telinganya untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan oleh gelombang suara dari mulut monster ini.


Setelah meraung marah, monster tersebut mempercepat langkah kakinya dan menjadi berlari menuju Isander dengan kemarahan yang tak tertahankan.


Melihat monster ini bergerak lebih jauh, Isander mengepakkan sayapnya dan terbang dengan cepat menuju monster humanoid tersebut.


Gruoahhh!


Sebuah pukulan besar dilayangkan oleh monster humanoid tersebut ke arah Isander yang terbang di depannya.


Keduanya memiliki ukuran yang berbeda jauh, terlihat monster humanoid sedang ingin meninju burung kecil dengan tinju besarnya.


Bam!


Tinju Isander yang kecil menghantam kuat kepala tangan monster tersebut dan sebuah gelombang kejut tercipta dari hantaman kuat di antara kedua serangan berat mereka.


Akan tetapi, dari tabrakan ini sosok Isander terbang mundur beberapa meter sebelum bisa terbang stabil kembali


Sementara itu, monster humanoid tidak terluka sama sekali dan tak terpental mundur akibat bentrokan antara pukulan keduanya.


GRUOAAH!


Seakan kebencian memenuhi seluruh tubuhnya, monster humanoid kembali bergerak dan melontarkan pukulan ke arah Isander yang terbang di udara.


Dengan refleks yang cepat, Isander berusaha untuk menghindari pukulan besar monster.


Whoosh!


Sayap Isander bekerja keras untuk membuat tubuhnya terhindari dari pukulan tangan monster yang punya jangkauan begitu luas.


Salah satu tinju besar monster terbang ke arah Isander tepat ketika pukulan lainnya berhasil dielak.


Serangan mendadak ini sulit untuk Isander hindari dan akhirnya kepalan tangan tersebut meninju Isander.


Bang!


Alih-alih Isander yang terhempas, monster humanoid tersebut mundur beberapa langkah akibat ledakan kuat yang dihasilkan dari sesuatu yang menahan tinjunya.


Begitu monster humanoid tersebut melirik ke arah sosok Isander yang terbang di langit, dia bisa melihat ada perubahan warna pada zirah hitam Isander, ada sesuatu energi berwarna merah yang menyelimuti kedua tangannya.


Tepat ketika monster humanoid itu terkejut, Isander terbang dengan kecepatan yang tinggi dan lekas menembakkan tinjunya ke pipi monster humanoid tersebut dengan kuat.


Bang!


Tinju Isander berhasil menghajar pipi kanan monster tersebut hingga gelombang kejut tercipta dari benturan keras tersebut.

__ADS_1


Gerakan Isander begitu cepat, monster humanoid itu tak sempat menahan serangan Isander.


Rasa nyeri di pipinya mengakibatkan kemarahan monster tersebut melonjak tinggi ke tingkat yang tak bisa ditahan.


Dalam kedipan mata, gerakan monster tersebut menjadi jauh lebih cepat dari sebelumnya.


Keempat tinju dilayangkan dalam kecepatan tinggi ke arah Isander yang masih terbang di atas kota.


Gerakan monster ini sangat cepat, membuat Isander mustahil untuk bisa menghindarinya dalam kondisi terbang seperti ini.


Tak ada cara lain, Isander harus menghadapi serangan tersebut dengan kekuatan barunya.


"Keluarlah Hand of Hell Titan!"


Di atas tubuh Isander tiba-tiba muncul sebuah portal besar berukuran ratusan meter, dan tangan panjang yang berotot dengan warna kulit merah penuh kengerian keluar dari portal tersebut dan menghadang keempat tinju monster humanoid.


Kemunculan tangan raksasa ini sangat cepat, tidak ada satu detik dan itu muncul begitu saja.


Di saat berikutnya, tangan merah raksasa tersebut menerjang keempat tinju monster humanoid tanpa bisa dihindari.


BAMM!!!


Sebuah ledakan dengan suara yang keras terdengar di seluruh kota dan menyebar hingga puluhan kilometer jauhnya.


Semua Agter yang ada di Kota Komodo diterpa oleh angin kuat yang tercipta dari tabrakan dua kekuatan super kuat.


Mereka sengaja menutupi matanya saat menahan terpaan angin dahsyat untuk menghindari debu tanah masuk ke dalam mata dan membuat matanya sakit.


Setelah 1 menit berlalu usai tumbukan dahsyat tersebut terjadi, semua Agter segera membuka matanya untuk melihat hasil dari bentrokan hebat yang terjadi barusan.


Begitu mereka mengalihkan kembali pandangan matanya ke arah Isander, dia melihat tangan merah raksasa tersebut masih ada di atas sosok Isander tampak sangat mendominasi.


Sementara itu, mereka bisa melihat bahwa monster humanoid berlengan empat tersebut telah terbang keluar kota, dan kini berada di ratusan meter dari tempat awal dirinya berdiri.


Monster humanoid tersebut terbaring lemah di tumpukan pepohonan yang tergerus bersamaan dengan dirinya yang terhempas oleh tangan raksasa.


Bisa dilihat langsung bahwa ukuran tangan yang dikeluarkan oleh Isander entah dari mana memiliki ukuran besar yang melebihi ukuran dari seluruh tubuh monster humanoid yang hanya seratus meter lebih.


Sementara ukuran tangan ini lebih dari 500 meter yang di mana kepalan tangannya mampu menelan seluruh tubuh monster.


Graahh!!


Monster humanoid ini tak menyerah, dia mencoba untuk berdiri tanpa tangan dan ingin kembali menyerang Isander.


Tubuh monster tanpa tangan itu menunjukkan bahwa proses regenerasi sedang berlangsung karena empat pucuk daging tumbuh di tubuhnya hendak menumbuhkan kembali tangannya.


Isander yang melihat ini takkan membiarkan monster tersebut memulihkan lukanya.


Dengan sayap di punggungnya, Isander terbang dengan cepat ke luar kota untuk mendekati monster tersebut.


Tangan besar itu mengikuti Isander di belakang, seolah portal yang memunculkan tangan raksasa ikut terbang dan merupakan satu kesatuan dengan sosok Isander.


Sebelum monster humanoid tersebut bisa menghindar, tangan besar yang dipanggil Isander mencengkeram keseluruhan tubuh monster tersebut bagaikan tangan manusia yang memegang sebuah camilan kecil.


Monster humanoid tersebut hanya diperlihatkan kepalanya saja, seluruh tubuhnya digenggam kuat oleh tangan merah raksasa tanpa bisa dilepas sama sekali.


Entah itu telah kehilangan rasa takut atau memang bodoh, monster humanoid ini mencoba untuk melukai tangan raksasa merah dengan tanduknya yang besar.


Sayang sekali, tanduk monster itu seolah-olah bukan apa-apa dan tidak menimbulkan sama sekali kerusakan pada tangan tersebut.

__ADS_1


Dengan pikirannya yang terkonsentrasi, Isander bisa mengubah tata letak portal tangan raksasa itu di sampingnya. Itu tidak terkena kepalan sayap Isander lantaran agak sedikit dimajukan letaknya agar tidak bertabrakan.


Gruoahh!


Monster tersebut meraung marah menunjuk Isander, kemarahan monster sudah jelas ditujukan kepada Isander.


Isander yang melihat ini mulai merasa kesal.


Dengan staminanya hampir habis, Isander akhirnya memilih untuk menyelesaikan masalah ini.


Cengkeraman pada tangan raksasa menjadi kuat dan kuat, menjepit seluruh tubuh monster humanoid dengan tekanan yang kuat biasa.


Graahh!!


Monster humanoid tersebut menjerit kesakitan karena tubuhnya terasa sedang dirapatkan menjadi kecil.


Beberapa detik berikutnya, suara tulang yang patah terdengar nyaring dari tubuh monster tersebut.


Suara jeritan kesakitan berangsur-angsur memudar dan menghilang.


Wajah bengis dari monster tersebut telah lenyap dan hanya ada sebuah penyesalan yang sangat dalam di matanya sebelum matanya tertutup dan kepalanya menjadi lemas.


Begitu cengkeraman kuat dari tangan raksasa dibuka, Isander bisa melihat bahwa di dalam kepalan tangan raksasa ini terdapat tubuhnya monster humanoid telah menjadi pipih karena terdistorsi sangat parah.


Tubuh monster tersebut tak kuasa menahan kekuatan cengkeraman tangan raksasa dan akhirnya hancur tak bisa dikenali lagi.


Melepaskan jasad monster tersebut di tanah, Isander segera menarik kembali kemampuan barunya lantaran terlalu memakan energi.


Tangan raksasa berwarna merah itu masuk ke dalam portal, kemudian portal gelap berwarna hitam menghilang di udara seolah tak pernah ada.


Hanya dalam beberapa menit saja energi penuhnya hampir terkuras habis. Padahal, kapasitas energinya sudah sangat besar karena Isander telah naik level, dia sekarang adalah seorang Agter Emperor One Star.


Akan tetapi, memunculkan tangan tersebut masih bisa melenyapkan energi tubuhnya yang banyak dalam beberapa menit saja.


Dengan energinya yang tersisa sedikit, Isander mengeluarkan Ball of Storm raksasa untuk melenyapkan jasad monster ini dari dunia.


Zztt!


Duar!


Sebuah ledakan kuat terjadi di luar kota, asap hitam membumbung tinggi ke langit disertai dengan getaran hebat di permukaan tanah.


Semua Agter, termasuk Goron langsung sadar kembali dari keterkejutannya yang meresap ke jiwanya.


Dia memandang ledakan besar di luar kota dengan wajah yang kecewa.


Sama sekali dia tidak bangga bahwa kotanya sendiri diselamatkan oleh orang lain yang bukan berasal dari kotanya.


Sekarang dia merasa sangat kecewa atas kekuatannya sendiri yang begitu lemah.


Menatap ledakan yang telah usai dan meninggalkan sebuah lubang besar di tanah, tatapan Goron menampilkan semangat juang yang tinggi.


"Aku akan melampaui kamu!"


Pada saat yang sama, Isander berjalan dengan santai di luar kota membunuh banyak monster tingkat rendah dengan Dark Spear tanpa usaha.


"Seharusnya, sisa monster ini sudah bisa mereka urus. Aku harus pergi sekarang."


Setelah mengatakan itu, Isander memunculkan sepasang sayap dan terbang cepat ke arah timur menuju hutan.

__ADS_1


"Agter kuat muncul lagi. Bagaimana menurutmu, Kawan?"


"Lumayan, pria ini memiliki kemampuan Agta yang unik dan kuat, aku ingin melawannya nanti, apabila waktu dan takdir mengizinkan aku untuk bertemu dengannya."


__ADS_2