SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 160: Melanjutkan ke Monster S lainnya


__ADS_3

Mereka semua bertanya-tanya tentang pertengkaran antara Isander dan Monster Hipgoter. Selain itu, mereka memastikan apakah ledakan benar-benar usai di atas lain mereka semua.


Setelah mereka tunggu sekitar 10 menit lamanya, ledakan telah menghilang sepenuhnya dan langit kembali normal. Terlihat jelas ada jejak lingkaran di atas langit yang terbentuk dari awan.


Awan yang ada di atas langit terhempas oleh gelombang angin kuat yang dihasilkan oleh ledakan Ball of Storm. Membentuk sebuah lingkaran besar berdiameter puluhan kilometer.


Di atas sana, Goron dan Aqila bisa melihat ada sosok hitam yang melayang di udara tipis atas langit.


Mereka semua bisa tahu bahwa itu adalah Isander yang berhasil mengalahkan Monster Hipgoter menggunakan kemampuan Ball of Storm dan juga tangan besar campuran logam juga berlian.


Kekuatan ledakan Ball of Storm sangat luar biasa hebat, hingga menyebabkan dampak yang luar biasa di dalam jangkauan sejauh belasan kilometer.


Begitu mereka menatap lama ke titik hitam di langit, titik hitam tersebut bergerak begitu cepat, sesekali memunculkan efek memecah kecepatan suara di atas langit.


Whoosh!


Tidak butuh lama untuk Isander yang ada di atas langit terbang menuju ke tempat mereka semua bersembunyi di antara pepohonan.


Kedua pasang sayap di belakang punggung Isander merentang sangat lebar, kemudian mendarat tepat di depan mereka semua dengan postur yang gagah.


Sosok Isander sangat keren dan luar biasa, benar-benar berbeda dengan Agter yang lainnya.


Sangat megah dan berkarisma tinggi penampilan yang Isander berikan kepada mereka semua.


"Apakah kalian semua baik-baik saja? Ledakan barusan tidak mengenai kalian, kan?" tanya Isander dengan wajah yang khawatir.


"Tidak apa-apa, kita semua baik-baik saja," jawab Aqila sambil mengangguk.


Goron dan yang lainnya pun mengangguk sembari tersenyum, mengonfirmasikan ucapan Aqila.


Udara lega berhembus dari mulut Isander, kemudian dia melangkah menghampiri Giya yang menggendong Meisya.


Melihat kedatangan Isander, Meisya meminta untuk dipeluk oleh ayahnya sendiri selama mungkin.


Meisya sangat sayang dan mengkhawatirkan ayahnya. Dia takut ayahnya terluka akibat melawan monster besar dan mengerikan.


Pelukan hangat Isander berikan dan membuat tubuh Meisya menjadi melunak nyaman.

__ADS_1


Setelah itu, Isander meminta Reza untuk membuka peta untuk memberikan arah ke monster S terdekat berada.


Reza membuka petanya, dibantu oleh beberapa anggota tim yang lain untuk mencari monster S yang terdekat.


Setelah menunggu lebih dari 5 menit, Isander mendengar suara Reza dan yang lainnya.


"Kita harus ke arah utara atau timur laut, ada monster S di Purwokerto. Jaraknya lebih dekat dari monster S yang lainnya," ucap Reza sambil menatap peta.


Isander mengangguk dan berkata kepada mereka semua, "Ayo kita pergi ke utara!"


Anggukan kepala dilakukan semua anggotanya hampir bersamaan sebagai tanggapan dari ajakan Isander.


Mereka semua menggerakkan kakinya untuk melangkah ke arah timur sesuai dengan kompas yang ada di jam tangan mereka.


Tidak lama mereka pergi, danau tempat Hipgoter tinggal tersebut sedikit bergejolak dengan gelombang air yang besar.


Sesuatu ada yang bergerak dari dalam seolah memberi tanda tentang kehadiran dirinya.


Namun, Isander tidak tahu tentang ini dan mereka sudah pergi jauh hanya dalam beberapa menit saja.


Mudah untuk diatasi oleh tim ya sendiri, Isander sama sekali tidak bergerak untuk membunuh monster-monster kecil tersebut.


Sama sekali tidak berguna untuk peningkatan kekuatan Isander.


Biarkan timnya bergerak untuk mengasah kemampuan yang dimiliki oleh mereka sendiri.


Reren dengan tameng durinya mampu menghancurkan monster B tanpa banyak mengeluarkan tenaga. Helen pun tidak berbeda, dengan panah esnya mudah membunuh dan membekukan monster B.


Goron dan yang lainnya lebih mudah untuk mengalahkan monster-monster yang berdatangan.


Monster tingkat B dan C sama sekali bukan lawan mereka yang ada di tingkatan Agter lebih tinggi.


Membunuh monster A pun bisa ia lawan dan bunuh dengan kekuatannya saat ini.


Akan tetapi, untuk monster Deegiant, mereka tak bisa menghancurkannya dengan pasti.


Pasalnya, Deegiant memang istimewa karena tubuhnya bukan terbuat dari daging, tetapi tanaman liar yang merambat. Regenerasi tubuhnya sangat cepat sehingga mereka butuh banyak sekali tenaga untuk menghancurkan tubuh Deegiant sekaligus.

__ADS_1


Jika tidak, tubuh Deegiant terus beregenerasi dan tak ada kesempatan untuk mereka mengalahkan Deegiant.


Memang kekurangan Deegiant hanya pada kekuatan serangan yang terbatas, tetapi ketahanan dan pemulihan tubuhnya sangat luar biasa.


Isander saja cukup berat untuk bisa mengalahkan Deegiant, bagaimana dengan mereka yang hanya memiliki satu jenis kemampuan.


Banyak kemampuan memang tidak menjamin orang itu berhasil mengalahkan monster, tetapi dengan adanya banyak kemampuan yang diperoleh, banyak juga peluang untuk menang.


Tak terasa mereka semua sudah berjalan belasan kilometer, melewati berbagai jalan dan medan yang menyenangkan sekaligus menantang.


Petualangan benar-benar terasa saat mereka berjalan bersama menempuh perjalanan yang jauh dan berbahaya.


Selain monster yang menyerang, lingkungan di perjalanan juga menjadi faktor yang membuat mereka semua merasakan kesenangan dan keseruan.


Di sore hari mereka menemukan tempat untuk bermalam dan singgah.


Tempat itu adalah sebuah pemukiman yang ditinggalkan oleh penduduknya. Bisa dilihat kalau tempat ini hancur oleh monster, ada beberapa bangunan yang tak utuh akibat hantaman kuat tubuh monster.


Bisa dilihat bahwa jejak hancur di beberapa bangunan tidak rapi dan rata. Ada jejak di bangunan-bangunan tersebut yang dihasilkan oleh serangan monster Rhigarets.


Ada satu bangunan yang masih utuh meski sudah terlihat tak terawat dan hancur.


Isander memperbagus dan memperbaiki tempat itu dengan kemampuannya sehingga itu menjadi jauh lebih untuk mereka tempati untuk satu malam ini.


Sebenarnya, setelah diperbaiki oleh Isander, bangunan rumah dua lantai itu bisa digunakan untuk waktu yang lama.


Di dalam ruangan, mereka terbagi menjadi dua kelompok, di lantai atas untuk wanita dan bawah adalah pria.


Namun, sebelum berpisah, mereka berkumpul di bawah untuk berbincang dan mengobrol bersama seperti di malam hari biasanya.


"Monster Hipgoter dikalahkan olehmu, aku masih tidak bisa mempercayainya. Setelah monster legenda, Whale Gozer dikalahkan, monster tingkat tinggi selanjutnya, yaitu Hipgoter dibunuh begitu saja olehmu dengan serangan kekuatan yang luar biasa. Aku tidak mengerti dengan kekuatanmu," ucap Goron dengan tatapan mata yang kagum pada Isander.


Giya dan yang lainnya mengangguk karena merasakan hal yang sama.


Mereka juga terpesona dengan pemandangan Isander mengalahkan Hipgoter tanpa diberi kesempatan sedikit pun.


Senyuman terbentuk di ujung bibir Isander, dan dia membalas ucapan Goron, "Aku harus melakukan itu karena kekuatan menarik dari mulut Hipgoter sangat kuat. Tangan raksasa logamku saja hancur karena terkikis sedikit demi sedikit. Jika tak segera dihentikan, aku khawatir semua benda yang ada di sekitar ikut disedot ke dalam mulutnya."

__ADS_1


__ADS_2