SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 123: Debut Awal Isander


__ADS_3

Pandangan semua orang dalam sekejap berpindah ke arah di mana orang tersebut menunjuk.


Di bawah tatapan semua orang yang berjumlah ribuan, sosok manusia mengenakan zirah serba hitam sedang terbang menggunakan kedua pasang sayap di punggungnya.


Sosok ini sangat majestik dan luar biasa, visual yang diberikan membuat semua Agter terpesona hingga terdiam menyaksikan sosok tersebut terbang ke arah beberapa Monster Rhigarets yang tersisa.


Dengan senjata di kedua tangannya, sosok tersebut mengayunkan dengan cepat ke arah monster paling dekat.


Gelombang energi berwarna lilac dan ungu gelap melesat sangat cepat membidik tubuh monster tersebut.


Saking cepatnya gelombang energi yang terbang, Monster Rhigarets ini tak sempat mengelak hingga akhirnya mereka terkena begitu telah dua gelombang energi berbeda.


Bam!


Ledakan besar terjadi, membuat tanah di dekat titik ledakan berguncang bak gempa bumi kecil.


Beberapa Agter yang ada di dekat mereka terhempas tanpa terluka berat akibat angin yang tercipta dari ledakan tersebut.


Semua Agter yang menyaksikan ini membeku seketika bagaikan patung es yang dingin.


Agter di Medan pertempuran, tidak terkecuali Goron, mereka semua terdiam tak bergerak menatap sosok tersebut yang masih terbang melayang di atas udara.


"Hei, tolong cubit aku," kata Goron kepada orang yang masih mengangkat tubuhnya meski sedang terkejut.


Tanpa disadari, orang tersebut mencubit tangan Goron menyebabkan rasa sakit yang bisa Goron rasakan begitu jelas.


Tidak diragukan lagi, pemandangan yang sedang ia lihat sekarang adalah kenyataan.


Pada saat ini, Isander yang terbang di udara menggunakan mode beast memandang banyak Agter di bawah.


Adanya Agter di sekitar Monster Rhigarets yang tersisa membuat dia terhalang dan menjadi tidak leluasa.


Oleh sebab itu, Isander mengeluarkan suaranya yang bergema ke seluruh medan pertempuran untuk mengingatkan semua orang.


"Mundurlah! Biarkan aku yang mengurus mereka!"


Suara Isander yang nyaring berhasil didengar oleh semua Agter yang ada di tempat pertempuran berlangsung. Dengan serentak, mereka semua berlari menjauhi monster-monster yang ada.


Melihat perintahnya sukses dilakukan oleh Pasukan Agter, Isander turun dari langit dan mendarat di tanah dengan heroik.


Berikutnya, tanah di sekitar Isander bergetar, permukaan tanah di sekeliling dan yang sedang diinjak oleh banyak Agter terasa seperti ditarik ke arah Isander.


Bersama dengan getaran tersebut sebuah tembok tinggi berukuran lebih dari 20 meter dan panjang yang membentang hampir lebih dari 200 meter terbentuk di belakang Isander.


Tembok tinggi ini Isander buat dengan seluruh kemampuannya yang berbasis elemen tanah, bertujuan untuk menghalangi Pasukan Agter untuk kembali bergabung ke pertarungan.


Goron terkejut setengah mati saat melihat tembok besar yang terbuat dari tanah itu terbentuk.


"Jangan bilang sosok itu juga bisa mengendalikan tanah?!"

__ADS_1


"Sosok itu bisa mengendalikan tanah, Pak Goron."


Ucapannya saat terkejut dijawab oleh Agter yang menggotong tubuhnya, membuat Goron makin kaget tak terlukiskan.


Di dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya untuk mendekati sosok tersebut dan berkenalan.


Goron yakin sosok yang mengenakan pakaian aneh ialah seorang manusia.


Tidak mungkin ada monster yang bisa berbicara selancar itu dan punya bentuk humanoid yang sangat mirip dengan bentuk manusia dari anatomi fisiknya.


Kemungkinan besar sosok tersebut merupakan manusia seutuhnya yang memiliki kekuatan Agta unik dan belum pernah dijumpai olehnya.


Dengan kata lain, Goron mendapatkan kandidat lain untuk dimasukkan ke dalam kelompoknya.


Semua Agter penasaran dengan apa yang terjadi oleh Isander di balik tembok tanah ini, tetapi mereka tidak bisa membobol tembok dengan mudah, butuh tenaga untuk melubangi tembok agar bisa mereka lihat.


Akan tetapi, begitu mereka hendak melubangi tembok dan membuat celah kecil yang menembus bagian dalam tembok, suara dentuman yang disertai getaran pada tanah muncul kembali.


Bang! Bom! Bum!


Suara dan getaran terus berlanjut secara berturut-turut dalam beberapa menit, membuat semua Agter terdiam kaku penuh ketakutan.


Meskipun mereka tidak tahu apa yang terjadi, hampir semua Agter merasakan perasaan krisis akan kematian.


Mereka semua yakin kalau mereka masih ada di balik tembok, mereka akan mati dengan cara yang mengenaskan dan sadis.


Walaupun kekuatan mereka begitu berbahaya, tetapi karena jumlah mereka yang banyak, Isander sedikit kesulitan untuk melawan monster ini.


Membunuh mereka melalui jalur darat merupakan suatu pilihan yang kurang tepat lantaran mereka memiliki keuntungan jika berada di tanah.


Diam-diam Rhigarets memiliki kemampuan elemen tanah samar-samar.


Bisa Isander rasakan kakinya seperti ada yang menahannya setiap dirinya menapakkan kaki di tanah.


Isander lihat, permukaan tanah akan timbul di sekitar telapak kakinya setinggi beberapa sentimeter untuk menahan pergerakan Isander dalam melakukan penyerangan.


Hal tersebut sangat mengganggu di dalam pertarungan, bahkan Isander sangat tidak senang dengan kemampuan monster ini.


Di sekarang ini, Isander berdiri menghadap 10 ekor Rhigarets di depannya. Kedua kaki Isander sudah diselimuti tanah keras yang mencoba untuk menahan kakinya agar tidak bergerak.


Namun sayangnya, hal itu tidak berguna untuk Isander karena dia mampu menghancurkan tanah yang menyelimuti kedua kakinya tanpa menyentuh.


"Water Shot!"


Swoosh!


Pada telapak tangan Isander, semburan air kencang bertekanan tinggi dengan diameter yang sangat kecil menghantam kuat tanah tebal yang mengurung kedua kaki Isander.


Air bisa menjadi alat tertajam untuk memotong sesuatu.

__ADS_1


Kemampuan Isander yang baru ini dapat mengeluarkan semburan air yang begitu dahsyat untuk memotong musuh.


Namun, Isander menggunakannya untuk memotong tanah yang menahan kakinya.


Alhasil, tembakan air bertekanan sangat tinggi menghancurkan seluruh tanah dan Isander bisa terbebas dari kurungan tanah.


Sebenarnya, Isander bisa menggunakan kemampuan lain untuk menghancurkan tanah-tanah di kakinya, tetapi dia ingin tahu seberapa kuat kemampuan barunya ini.


Setelah melihat hasilnya, mulut Isander melengkung menampilkan senyuman puas.


Sayang sekali, kesenangan Isander diganggu oleh Monster Rhigarets yang tak sabar membunuh Isander. Mereka semua maju bersama untuk menyerang Isander seorang.


Sepuluh ekor berduri berukuran besar mengarah ke tubuh Isander dari segala arah.


Melihat ini, instingnya mengingatkan Isander bahwa ini berbahaya.


Dengan kaki yang menekuk, Isander menendang tanah dengan kuat.


Whoosh!


Sosok Isander terbang ke atas langit, sayap yang berjumlah empat terbentang membawa Isander ke langit begitu tinggi.


Semua Agter bisa melihat Isander lagi tanpa harus membuat lubang kecil untuk mengintip.


Tanpa memperhatikan mereka semua, kedua telapak tangan Isander diarahkan ke bawah menargetkan salah satu Monster Rhigarets yang hidup.


Dengan tatapan yang dalam, energi yang kuat menjalar ke tangannya, dan Isander meraung, "Water Shot!"


Bum!


Semburan air yang tipis keluar dari tengah telapak Isander, memiliki diameter tak sampai 5 cm, tetapi semburan tersebut berhasil menabrak monster dan membelahnya secara singkat.


Air bercampur darah mulai menggenangi medan pertempuran, dan itu makin banyak ketika Isander terus-menerus mengeluarkan air dari telapak tangannya.


Isander menggerakkan sayapnya untuk terbang lebih rendah agar memberikan efek yang lebih baik dari kemampuan barunya.


Dalam sekejap, ada 5 monster lagi yang tersisa. 5 monster yang lain tewas terbelah oleh serangan air Isander.


Dengan demikian, Isander tahu apa kelemahan dari Monster Rhigarets, yakni air.


Kulitnya yang tebal ternyata lemah karena air.


Isander menggunakan serangan airnya lagi untuk membasahi mereka agar pertahanan tubuh mereka berkurang.


"Saatnya mengakhiri ini."


Sosok Isander menghilang di udara dan muncul di sisi Monster Rhigarets paling depan. Dark Spear dan Havoc Zweihander diayunkan bersamaan ke tubuh monster secara terang-terangan.


[Water Shot (B): Serangan Air bertekanan tinggi layaknya jet air yang mampu membelah benda padat dengan mudah.]

__ADS_1


__ADS_2