SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 121: Gelombang Kedua Serbuan


__ADS_3

Suara yang mencolok dari pasukan Agter yang ada di medan pertempuran membuat perhatian semua Agter berpindah ke arah sesuatu yang ditunjuk salah satu Agter.


Mereka semua serentak memalingkan kepalanya ke arah depan dan melihat puluhan sosok yang besar tengah berlari ke arah mereka.


Melihat ini, mereka semua terkejut sesaat dan mundur sejenak sembari membunuh Rhitager yang masih hidup.


Gorong mendongak dan melihat sesuatu objek besar yang sama dengan yang dilihat oleh semua Agter.


Berdiri di depan pasukan Agter yang perlahan mundur puluhan meter, Goron mencoba mengidentifikasikan sosok yang ada di kejauhan.


Tepat ketika dia hendak menyipitkan matanya untuk bisa melihat jelas sesuatu di kejauhan, alat telekomunikasi miliknya berbunyi.


Dengan sigap Goron mengambil HT yang ada di tubuhnya dan menyahut panggilan dari temannya yang juga seorang pemimpin pasukan Agter yang lain.


"Goron, masuk! Di jarak enam ratus di arah utara terlihat ada monster level A, yaitu Rhigarets berjumlah lebih dari lima puluh ekor. Kamu harus bersiap dan membantu pasukan untuk membunuh puluhan monster ini."


"Tunggu, bagaimana caranya? Pasukanku saja kewalahan melawan ratusan Rhitager." Goron menjadi panik sekarang. Dia mengakui pasukan Agter yang ia bawa tak begitu kuat dan kesulitan dalam melawan ratusan Rhitager yang datang ke arah mereka.


Tentu, dia sekarang bingung dengan bagaiman caranya dia bisa mengalahkan puluhan Rhigarets yang merupakan versi kuat dari Rhitager memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, dirinya saja cukup sudah mengalahkan beberapa dari mereka semua sekaligus.


Maka dari itu, dia menanyakan cara agar mereka bisa berhasil melawan puluhan monster Level A yang kuat.


"Keempat pasukan akan berkumpul di tempatmu, tunggu kami datang dan jangan menyerang terlebih dahulu," ucap salah satu temannya yang juga pemimpin pasukan Agter.


Mendengar jawaban temannya, Goron mengeluarkan napas dan dia merasa lega.


Pasukan Agter yang lain akan bergabung dengan pasukan yang ia bawa.


Akan ada total 10 ribu pasukan Agter lebih yang ikut melawan puluhan Monster Rhigarets.


Seharusnya, dengan jumlah sebanyak itu cukup untuk mengalahkan puluhan Rhigarets.


Lebih-lebih temannya akan ikut membantu mengalahkan serbuan Rhitager dan Rhigarets. Secara logika dan teoritis mereka dapat mengalahkan monster-monster terkuat tersebut.


Setelah mendapatkan laporan dan informasi ini, Goron mempercepat mengeksekusi Rhitager yang masih hidup untuk bersiap-siap lagi melawan gelombang kedua dari serbuan ini.

__ADS_1


Masih ada waktu lebih dari 5 menit untuk menunggu pasukan lain datang.


Dengan waktu ini, Goron segera memeriksa pasukan yang berhasil bertahan dan terluka.


Ada sekitar 11 orang korban yang meninggal akibat serangan ekor Rhitager. Mereka sudah didata dan akan diberikan kompensasi oleh pemerintah kota.


Sangat sedih, 11 orang berbakat menjadi korban dari serbuan monster kali ini. Mau bagaimana lagi, Goron bukanlah dewa yang mampu melakukan segala hal dan membuat mereka bisa tetap aman saat dalam pertempuran yang hebat.


Jika dibandingkan dengan korban yang sebelumnya, korban meninggal ini tak sebanyak serbuan yang lain.


Ini bukan pertama kalinya mereka menyerang serbuan monster, di Kota Komodo sudah belasan kali melawan serbuan monster, dari serbuan monster level C sampai ke A.


Sebelumnya merenggut banyak sekali Agter sehingga Kota Komodo benar gencar untuk merekrut orang Agter yang baru dari kota lain untuk masuk ke tim melawan serbuan monster.


Dalam pasukan ini terdapat puluhan orang yang bertugas untuk mengobati Agter yang terluka, tidak semuanya menjadi penyerang.


Waktu 5 menit tidaklah lama, di situasi seperti ini terasa begitu cepat.


Goron melihat ada banyak sekali manusia yang berdatangan dan bergabung dengan pasukannya.


Tidak lama untuk mereka melakukan persiapan usai berkumpul di satu titik, Goron dan pemimpin pasukan yang lainnya bersiap melawan puluhan Monster Rhigarets.


Terdapat sebuah informasi yang Goron dapatkan, Rhigarets ini punya ukuran yang lebih besar dibandingkan Rhigarets yang mereka ketahui.


Hampir 2 kali lipat dari ukuran yang mereka ketahui. Satu Rhigarets ini memiliki tinggi tubuh mencapai 22 meter dengan panjang tubuh lebih dari 24 meter.


Bayangkan, apabila ada puluhan monster yang punya ukuran sebesar itu, bukan tidak mungkin untuk menghancurkan sebuah kota dalam sekali serbuan.


Maka dari itu, pemerintah kota begitu mendesak mereka untuk segera pergi dan mengundang banyak Agter lain untuk ikut membantu.


Para petinggi tersebut tahu betapa mengancamnya serbuan ini.


Pada saat ini, Goron dan tiga pemimpin pasukan lain berbaris di depan 10 ribu Agter yang ada di belakang.


Mereka berempat menghadap Monster Rhigarets yang bergerak dengan berjalan menuju ke arah mereka. Monster-monster tersebut terlihat santai seolah mereka yakin bisa menghancurkan sepuluh ribu Agter.

__ADS_1


Menatap Goron di sampingnya, salah satu teman Goron bertanya, "Kamu bilang kamu telah menemukan harta karun?"


"Benar, ada sekitar lima orang Agter yang punya kekuatan Agta berelemen alam," jawab Goron sembari mengangguk kejam.


"Benaran? Kamu tidak berbohong, kan?"


Teman Goron tak percaya dengan ucapan Goron yang adalah temannya sendiri.


"Aku sungguhan menemukan mereka, tetapi aku tidak menemukan lagi saat menunggu kalian datang. Kelihatannya mereka pergi ke suatu tempat untuk beristirahat. Mereka berhasil membunuh puluhan Rhitager, hampir seratus kemungkinannya," kata Goron dengan wajah yang serius tanpa ada jejak bercanda.


Mendengar pernyataan Goron, semua teman Goron menjadi penasaran dengan beberapa orang yang dibicarakan oleh Goron.


Orang-orang itu harus direkrut dan dijadikan anggota kelompok mereka, itulah pemikiran Goron dan teman-temannya.


Menyimpan obrolan ini, mereka berempat kembali menatap puluhan monster raksasa yang sudah cukup dekat dan sudah waktunya mereka semua menyerang.


Dengan perubahan tubuh Goron dan teman-temannya yang mengaktifkan kekuatan Agta elemen mereka, semua pasukan Agter bergerak memerangi monster-monster besar tanpa takut.


"Semuanya, ayo kalahkan mereka! Ora!"


Dengan suara hentakan kaki yang bergema bersamaan terdengar sangat megah dan membuat degup jantung berdegup cepat, seluruh pasukan Agter yang menjadi tim penyerang berlari maju ke arah puluhan Monster Rhigarets.


Mereka semua diliputi oleh semangat berperang yang tinggi dengan niat mereka mendapatkan Koin Agta yang melimpah demi kehidupan sehari-hari.


Goron dan teman-temannya berada di garis paling depan dalam melakukan penyerangan.


Dengan kekuatan yang tinggi dimiliki oleh Goron dan teman-temannya, mereka langsung mencoba membunuh satu per satu monster.


Pemandangan ini dapat membuat mereka merasakan adrenalin yang tinggi seakan ingin sekali ikut berperang.


Isander dan anggota kelompoknya yang beristirahat di atas pohon dan tampak bersembunyi menonton mereka yang tak kenal takut melawan makhluk yang jauh lebih besar dari mereka semua.


Kurva tipis muncul di mulut Isander yang sedang memangku Meisya yang sibuk menonton video di jam tangannya. Tatapan Isander telah terfokus ke arah empat orang yang begitu menonjol di dalam pasukan Agter.


Tanpa harus berkenalan, Isander tahu identitas keempat orang itu sangat penting.

__ADS_1


"Kalian tahu siapa saja dari keempat orang yang kuat itu?"


__ADS_2