SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 140: Informasi Goron


__ADS_3

Sebuah ucapan keluar dari sosok yang ada di depan mereka sekarang.


Goron dan yang lainnya bingung harus menjawab atau tidak.


Namun, sebelum mereka menjawab, sosok hitam yang bersayap ini masuk ke dalam rumah melewati Goron dan teman-temannya.


Begitu sosok tersebut melewati mereka, Goron dan timnya merasakan tekanan yang luar biasa hanya karena berdiri di dekatnya.


Keringat dingin mengucur di dahi mereka masing sembari melihat sosok misterius ini berjalan dan duduk di atas lantai rumah.


Isander yang ada di dalam bentuk Baryon Cenagon tersenyum memandang mereka semua yang tampak pucat dan panik.


Sengaja Isander tidak menyembunyikan auranya kepada mereka semua karena dia berniat untuk menakuti mereka semua.


Tak hanya itu, Isander sengaja membiarkan tekanan dari kekuatannya karena ingin mengingatkan mereka untuk tidak macam-macam kepadanya.


Bisa dibilang memproklamirkan diri bahwa dirinya lebih kuat dari mereka Goron dan lainnya, tujuannya untuk berjaga-jaga.


"Apa yang kalian bicarakan di sini?"


Suara Isander membuat Goron dan timnya terkejut tak percaya.


Mereka semua saling memandang seolah bertanya ke satu sama lain tentang bagaimana Isander bisa mengetahui maksud mereka ke sini.


Namun, mereka semua berpikir bahwa ini semua memang karena Isander yang kuat dan serba tahu.


Dengan sikap yang hati-hati, Goron dan timnya duduk di depan Isander, berniat untuk menjelaskan apa yang ingin mereka lakukan di sini dengannya.


"Maaf kalau tidak sopan sebelumnya. Anu, aku harusnya tidak perlu memperkenalkan diri lagi. Um, langsung saja ke intinya, kedatangan kami ke sini ingin memberi tahu tentang informasi penting kepadamu," kata Goron dengan suara yang sopan.


Sebisa mungkin Goron berbicara tidak menyinggung perasaan Isander di depan mata mereka.


"Informasi apa? Coba kamu bicarakan sekarang," kata Isander tanpa banyak basa-basi.


Goron melirik Isander dan anggota timnya kemudian dia menjelaskan tentang informasi yang dia bawa.


"Informasi ini mengenai Agter King dan Agter Emperor. Kami sebagai warga Kota Komodo tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka lagi usai mereka menjelajah ke luar kota tanpa batasan waktu.


"Kami semua sepakat bahwa para Agter King dan Agter Emperor ini tewas di tangan monster tingkat S. Maka dari itu, kami di sini ingin memberi tahu kamu untuk selalu berjaga-jaga dan siap siaga," terang Goron dengan hati-hati dan ucapan yang jelas.


Mendengar ini, Isander sedikit kecewa, dia kira Goron ingin memberi tahunya informasi yang lebih penting lagi. Ternyata tentang Agter yang menghilang.


"Hanya itu saja?" tanya Isander sekali lagi kepada Goron.


Tanggapan Goron kali ini berbeda, dia menggelengkan kepalanya, kemudian di bawah mata Isander dia memberikan sebuah kertas yang dilipat.


"Ini adalah sebuah peta tempat di mana monster tingkat tinggi berada. Kami berpikir kamu selalu mengincar banyak monster karena Agter kami selalu menemukan beberapa jejak pembantaian di sekitar hutan kota. Oleh sebab itu, kami membuat sebuah peta keberadaan monster tingkat tinggi yang kami ketahui."


Isander segera mengambil kertas tersebut dan membacanya sekilas.


Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Goron, kertas ini berisi sebuah informasi tentang letak di mana monster teratas tinggal.


Ini sebuah informasi yang sangat berharga bagi Isander dan tanpa berpikir lagi kertas ini Isander pegang.


Melihat gerakan Isander, Goron menghela napas panjang, dan dia menatap teman-dengan sangat senang.


Ternyata Isander menerima informasi yang mereka berikan.


"Apakah cuma ini saja?"


"Benar, kami hanya ingin memberi tahu tentang kedua informasi Ini saja."


Goron mengangguk dengan cepat membenarkan ucapan Isander.


Namun, teman Goron berambut gondrong tiba-tiba menyenggol sikut Goron untuk suatu tujuan.


Merasakan ini, Goron tahu maksud dari temannya dan dia segera berkata, "Terima kasih sudah membantu kami melawan Elgoter beberapa hari yang lalu. Kami semua berterima kasih kepadamu karena telah menyelamatkan kota tercinta kami."


Isander melambaikan tangannya dan membalas, "Tidak perlu berlebihan. Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang sosok yang kuat untuk menjaga kalian dari para monster kuat."


Melihat sikap Goron yang sangat merendah dan sopan, Isander menjadi sedikit tak nyaman dan dia memberi tahu untuk tidak berterima kasih kepadanya berlebihan.


"Maaf, kami tidak akan seperti itu lagi." Goron berkali-kali menundukkan tubuhnya sebagai permintaan maaf.


Mengabaikan ini, Isander segera berpikir untuk menjalankan rencananya.


Tangan Isander tiba-tiba terulur ke arah tiga teman Goron yang duduk di sebelah Goron. Setelah itu, Isander berkata dengan suara yang dalam, "Kalian bertiga meminta kalian untuk keluar dari sini sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan dengan ketua tim kalian."


"Akan tetapi ...."


Gondrong dan teman lainnya ragu-ragu ingin mengikuti ucapan Isander atau tidak lantaran ini menyangkut keselamatan Goron sendiri.


Isander tersenyum di balik helm zirahnya. "Tenang, aku tidak akan menyakiti ketua kalian, aku berjanji."


"Ba–baiklah."

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Isander yang berjanji tidak akan melukai Goron, mereka semua akhirnya mengikuti ucapan Isander dan keluar dari rumah kayu ini.


Melirik ketiganya yang pergi dari rumah ini, Isander mengalihkan perhatiannya ke Goron yang duduk di depannya.


Goron yang ditatap oleh Isander langsung merasa sangat ketakutan karena dia bisa merasakan hawa yang mencekam di rumah ini.


Keringat bermunculan di sekujur tubuhnya, mengalir ke bawah hingga menetes ke alas rumah kayu. Goron sama sekali tidak berani menatap kembali Isander dan hanya mengarahkan pandangannya ke bawah.


"Goron, apakah itu namamu?" tanya Isander dengan nada suara yang tenang.


Mendengar ini, Goron tersentak dan mengangguk sebagai tanggapannya.


"Benar, aku Goron."


"Langsung saja, aku ingin menawarkan kamu sesuatu, apakah kamu tertarik?"


"Sesuatu?" Mata Goron melihat Isander menjadi heran sekaligus penasaran. "Apa itu?"


Isander senang melihat penampilan Goron yang tertarik. Tanpa berlama lagi, Isander memberi tahu tujuannya.


"Aku ingin menjadikanmu salah satu anggota timku. Apakah kamu berminat?"


Wajah Goron berubah, dia terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Isander.


Dalam sekejap, Goron tenggelam dalam pikirannya, dia sedang menimbang-nimbang keputusan atas tawaran Isander.


Di hatinya, tawaran Isander sangat diinginkan oleh Goron, tetapi di lain sisi dia sudah punya tim, tak mungkin baginya meninggalkan timnya sendiri.


Dengan pertimbangan ini, Goron menjawab dengan sopan, "Maaf, aku tidak bisa karena aku sudah memiliki tim—"


Sebelum Goron berkata sampai habis, Isander sudah memotongnya.


"Kamu seharusnya tahu tentang lima orang yang punya kekuatan unsur alam di serbuan Rhitager dan Rhigarets."


"Eh, itu ... benar." Goron menggaruk kepala botaknya dan mengangguk.


"Bagaimana jika aku bilang bahwa kelima orang itu adalah semuanya anggota timku? Apakah kamu masih ingin bergabung dengan timku?" Isander bertanya sambil menonaktifkan mode Baryon Cenagon miliknya.


Di detik berikutnya, Goron terperanjat melihat sosok Isander yang sebenarnya dan dia menabrak tembok dengan keterkejutan yang tak tertahankan di wajahnya.


"Ka–kamu?!"


Di saat yang sama, teman-teman Goron terkejut dengan suara keras yang berasal dari dalam rumah.


Salah satu temannya menggelengkan kepala dan berkata, "Jangan, dia sudah berjanji kepada kita untuk tidak melukai Goron. Seharusnya, sebagai Agter tingkat tinggi bisa dipegang omongannya."


"Benar. Kita percaya saja dengan orang itu daripada membuat orang itu marah," tambah teman lainnya.


Dengan diskusi yang mereka lakukan, mereka sepakat untuk tidak mengganggu Isander dan Goron di dalam rumah.


Mereka takut dengan Isander karena dia sudah tahu seberapa kuat Isander dalam mengalahkan monster tingkat S yang mereka saja tak bisa kalahkan.


Tak bisa mereka bayangkan bagaimana jadinya kemampuan Isander diarahkan kepadanya, terlebih tangan besar yang membantu Isander mengalahkan monster, mungkin mereka akan berubah menjadi abu.


Kembali lagi ke Isander, sekarang Goron setuju dengan tawaran yang Isander berikan.


"Baik, kalau begitu aku menerima tawarannya," kata Goron dengan wajah yang tegas.


Apa yang Isander tawarkan sangat menguntungkan Goron, dia tidak perlu meninggalkan timnya seutuhnya, Isander memperbolehkannya pergi bertemu timnya dan kembali menjaga Kota Komodo asalkan perintah Isander yang dikirimkan segera dia lakukan.


Dengan kata lain, Goron tetap harus menjalankan kewajiban sebagai anggota tim Isander meski dia juga aktif di Kota Komodo.


Mendengar pilihan Goron, Isander segera berkomunikasi dengan Sistem untuk memasukkan Goron sebagai anggota timnya.


[Apakah Anda menerima Goron sebagai anggota kelompok?]


'Terima,' kata Isander di dalam hatinya.


[Ding! Berhasil menerima Goron! Selamat Anda mendapatkan 3 kartu kemampuan satu level dan memberikan semua anggota 1 kartu peningkatan level Agter!]


Mendengar suara Sistem, Isander terkejut karena hadiah perekrutan kali ini melimpah dan banyak.


[Kartu Peningkatan Level Agter: Kartu yang dapat meningkatkan Agter ke tingkatan ke level yang lebih tinggi. Catatan: Efek kartu berbeda di setiap tingkatan Agter.]


Begitu membaca keterangan ini, Isander sangat senang karena timnya akan naik level.


Tidak perlu banyak berpikir lagi, semua hadiah ini Isander terima.


Namun, Isander tiba-tiba mengeluarkan sebuah kartu yang bercahaya putih di tangannya entah dari mana datangnya.


Kartu tersebut diserahkan kepada Goron yang memandangnya penuh kejutan.


"Tempelkan kartu itu ke dahimu dan sesuatu yang baik akan datang kepadamu," kata Isander dengan serius.


Goron perlahan memandangi kartu misterius ini, tetapi dia tetap mengikuti apa yang dikatakan Isander hingga akhirnya dia benar-benar menempatkan kartu ini di dahinya.

__ADS_1


Semburan energi asing meletus di dalam tubuh Goron, mengisi seluruh selnya dan terasa sedang menguatkan semua anggota tubuhnya.


Perasaan ini membuat Goron menjadi nyaman. Duduk bersila, Goron memejamkan matanya seperti orang yang sedang bermeditasi.


Isander bisa melihat bahwa di sekitar Goron terdapat angin kuat yang berhembus, menerbangkan serpihan kayu ke segala arah.


Namun, angin ini tak berefek apa-apa bagi Isander. Angin yang keluar dari tubuh Goron sama sekali tidak mengancam Isander yang duduk tidak jauh dari Goron.


Bang!.


Sebuah suara dari sesuatu yang pecah terdengar.


Di dalam tubuh Goron ada sesuatu yang diterobos dan hancur sehingga menimbulkan suara yang keras dari tubuhnya.


Dengan suara ini muncul, angin yang mengitari seluruh tubuh Goron menghilang.


Tubuh Goron kembali tenang dengan wajah yang cerah.


Ketika Goron membuka matanya, Isander bisa merasakan bahwa pancaran aura dari Goron terasa berbeda, jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Tetap saja di hadapan Isander, aura Goron jauh di bawah Isander.


"Aku berhasil melakukan peningkatan ke Agter King Two Star!" seru Goron yang kegirangan.


Kartu peningkatan level membuat Goron meningkat dua level dari Agter Grand Master Three Star ke Agter King Two Star.


Meningkatkan level diri sendiri tidak semudah yang dibayangkan, terlebih makin tinggi levelnya makin sulit untuk melakukan peningkatannya.


Akan tetapi, hadiah yang diberikan Isander sukses membuatnya bertambah kuat. Dia berhasil menerobos ke dua tingkatan berikutnya dalam beberapa menit saja.


Kebahagiaan yang tak tertahankan Goron rasakan saat ini, dia menatap Isander dengan mata yang dipenuhi pemujaan.


Bukan karena orang lain dan dirinya sendiri, melainkan peningkatan ini karena pria yang ada di depannya.


Dengan rasa terima kasih yang besar, Goron bersujud di hadapan Isander sebagai bentuk rasa terima kasihnya.


Namun, Isander menahan gerakan Goron dan mengatakan bahwa itu bukanlah apa-apa.


Bagi Goron hal ini sangat luar biasa, bahkan petinggi kota tak bisa melakukan apa yang Isander lakukan.


"Ambil ini semua. Kamu sudah resmi menjadi timku. Ingat untuk selalu bersikap biasa saja saat bertemu denganku dan jangan sampai orang tahu bahwa kamu telah menjadi bagian dari timku." Isander memasuki kembali bentuk Baryon Cenagon dan bersiap untuk pergi. Tidak lupa untuk menyimpan kertas yang diberikan oleh Goron ke dalam saku celananya.


Setelah merasa semuanya sudah siap dan tak ada yang tertinggal, Isander mempersiapkan dua pasang sayapnya untuk terbang. "Tetap jalankan tugasmu sebagai Ketua Komodo Comity, dan tetap siaga jika aku memanggilmu. Omong-omong, Aqila juga merupakan salah satu anggota timku, dia sama sepertimu yang juga sibuk mengurusi banyak hal di Kota Garuda. Kalau begitu, aku pergi dahulu."


Sebelum Goron bisa berbicara, Isander sudah keluar melalui dinding rumah kayu. Semua kayu yang ada di rumah ini bisa Isander kendalikan sehingga tidak sulit baginya mengontrol kayu ini untuk membuat jalan.


Dengan rentang sayap yang lebar, Isander melesat cepat menuju langit yang gelap.


Goron yang melihat penampilan Isander ini merasa sangat senang. Dia benar-benar kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh Isander.


Pandangan Goron bergerak ke arah jam tangan dan tas selempang kecil.


Masih teringat jelas dengan penjelasan yang diberikan oleh Isander mengenai kegunaan dari kedua benda ini. Dengan begitu, Goron segera menggunakan jam tangan di tangan kirinya dan mengeksplorasi beberapa saat.


Setelahnya, jam tangan itu menghilang di pergelangan tangan Goron karena mode tembus pandang aktif.


Untuk tas selempang ini, Goron memakainya di tubuhnya.


Tepat ketika Goron keluar dari rumah kayu, semua anggota timnya menatap Goron dengan pandangan yang berbeda.


"Goron, aku bisa merasakan kekuatanmu meningkat," Gondrong berkata setelah melihat sosok Goron yang berubah secara internal.


Anggota tim lainnya pun mengangguk membenarkan apa yang Gondrong katakan.


Respons Goron terhadap perkataan Gondrong adalah sebuah senyuman dan anggukkan. Dia tidak menyembunyikan tentang kekuatannya ini.


"Aku dibantu oleh sosok itu untuk meningkatkan level kekuatanku. Aku ingin meminta dia meningkatkan kemampuan kalian, tetapi sosok itu tak bisa karena hanya tersisa satu orang yang bisa ia bantu," beber Goron kepada anggota timnya. Wajahnya tampak tidak berbohong, membuat temannya percaya.


Alih-alih iri, Gondrong dan anggota tim lainnya tersenyum bahagia.


"Selamat, Goron. Aku senang kamu bertambah kuat. Dengan bertambah kuatnya dirimu, tim kita akan mudah untuk membantai monster yang mengancam."


"..."


Di saat yang sama, Isander yang habis dari rumah kayu bertemu Goron dan lainnya telah tiba di depan rumah aslinya.


Magtash dan Glatash sedang bertengger di atas atap rumah mengawasi area sekitar.


Kedatangan Isander membuat keduanya senang dan mereka langsung menghampiri Isander.


Begitu dia masuk ke dalam rumah, Isander disambut oleh semua anggota timnya dan menunggu-nunggu informasi yang dibawa Isander kali ini.


"Buka kertas ini. Ada informasi yang penting di dalamnya." Isander menyerahkan sebuah kertas kepada Reza dan meminta semuanya untuk melihat secara bersama-sama.


"Apakah ini sungguhan?!"

__ADS_1


__ADS_2