SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 192: Kebangkitan Kedua Reza


__ADS_3

Mata Isander bergerak ke arah Reza yang tertidur pulas bersandar pada batang pohon, di sebelahnya ada Kila yang sedang memakan camilan bersama Nina dan Giya.


Benar, Reza adalah orang yang tepat untuk pemberian Kartu Kebangkitan Agta Elemen Alam.


Kekuatan dasar atau bawaan Reza cukup kuat, tetapi dia harus lebih kuat lagi untuk memimpin Kila, yaitu istrinya sendiri.


Tidak enak seorang pria dilindungi oleh wanita, martabat sebagai pria benar-benar terjatuh.


Ada kalanya dilindungi wanita, lebih baik lagi pria yang menjaga wanita, bukan sebaliknya.


Memilih Reza juga dapat menghindari timbulnya masalah di antara kedua wanitanya itu. Salah satu dari mereka pasti ada yang cemburu.


Plak!


Sebuah kartu menampar wajah Reza dengan mulut terbuka.


Reza menggelengkan kepalanya sambil mengambil sesuatu yang menabrak wajahnya saat tidur.


Melihat kartu di tangannya, raut muka Reza berganti, menampilkan ekspresi terkejut.


"Ini ... bukankah ini kartu yang dipegang Goron dan Kei?"


Mata Reza dengan cepat bergerak mengarah ke Isander di kejauhan, langsung memberikan wajah yang meminta jawaban.


Jelas, pemilik kartu ini tidak lain dan tidak bukan ialah Isander. Tiada orang lain yang memilikinya, kecuali ketua kelompok Reza sendiri.


Di kejauhan, Isander melemparkan senyuman sambil terangguk pelan, menandakan dirinya sungguhan memberi kartu itu kepada Reza.


Dalam sekejap, wajah Reza dibungkus oleh ekspresi bahagia. Kelelahannya menghilang, digantikan perasaan antusias yang tinggi.


Setelah itu, Reza sedikit menjauh dari tempat di mana anggota tim Isander sedang beristirahat, guna memberikan dirinya ruang melakukan kebangkitan Agta untuk kedua kalinya.


Kartu itu ditempel di dahi Reza, semburan cahaya putih muncul dari kartu, menyebar cepat menyelimuti tubuhnya.


Melihat proses kebangkitan Reza, semua anggota tim Isander tersenyum dengan perasaan yang senang. Tak sabar mengetahui kekuatan unsur apa yang dibangkitkan Reza.


Diskusi mulai bermunculan di kelompok Isander dan Garuda Comity, mereka menebak-nebak unsur apa yang akan berhasil Reza peroleh dalam proses kebangkitan ini.


"Akankah dia membangkitkan unsur air?"


"Aku menebak Reza membangunkan kekuatan Agta awan!"


"Angin, unsur alam apa yang dekat dengan unsur tersebut? Apakah itu matahari?"

__ADS_1


"Mudah-mudahan saja Reza membangunkan kekuatan unsur elemen yang kuat."


"Aku tak sabar ingin melihat hasilnya!"


"..."


Tubuh Reza diselimuti angin yang samar-samar memancarkan sinar cahaya hijau, terlihat makin tebal setiap detiknya, ditambah dengan intensitas yang tinggi.


Warna hijau makin menonjol mengelilingi Reza, ada sesuatu yang menjadi lebih kuat.


Beberapa menit kemudian, perubahan terjadi pada tubuh Reza, cahaya hijau itu mulai menghilang digantikan cahaya putih bersih yang mencolok mata.


Berikutnya, cahaya itu meledak dan membuat semua orang harus menutup matanya. Kalau tidak, mata mereka akan sakit, dan mungkin akan buta.


Setelah cahaya putih itu menghilang, di bawah tatapan mereka semua muncul sosok Reza yang memiliki perubahan pada tubuhnya.


Cahaya putih tercipta di jari-jemari Reza, kemudian cahaya itu membentuk sebuah cakar di ujung jari.


Selain cakar panjang, lampu putih di jari Reza dapat dibentuk menjadi pedang dan yang lainnya, kecuali benda yang dapat mengeluarkan serangan jarak jauh, seperti pistol dan senapan jenis lainnya.


Pedang yang terbuat dari cahaya putih itu seakan-akan memiliki sifat padat karena bisa memotong sesuatu.


Sebenarnya, pedang cahaya itu bisa memotong benda karena sinarnya yang terang dan menimbulkan suhu panas, seolah itu padat dan bisa menyentuh bagai benda yang dipegang.


Melihat kekuatan Agta yang telah dibangkitkan Reza, semua anggota tim Isander dan anggota Garuda Comity menjadi bahagia.


Potensinya cukup tinggi dari kekuatan unsur lainnya, tetapi Reza tidak dapat diketahui apakah dirinya bisa mengembangkan kekuatannya ke tingkat lebih tinggi atau tidak.


Goron dan lainnya bersorak gembira memandang Reza di kejauhan.


Saat ini, Reza yang dirayakan keberhasilannya membangkitkan kekuatan Agta kedua merasa terhormat dan menjadi lebih bahagia lagi.


Selain angin, kekuatan cahaya bisa Reza gunakan dalam membantai semua monster.


Manipulasi cahaya yang bisa Reza kontrol masih sangat terbatas, lebih tinggi dari kegunaan bola cahaya milik Isander yang fungsinya lebih sering menjadi lampu darurat.


Sedih sebetulnya, tetapi Isander tidak begitu peduli karena masih ada kemampuan Agta yang lain yang jauh lebih berguna dan kuat.


Tidak masalah dengan bola cahaya tak berguna.


"Selamat, Reza!"


"Cahaya? Unsur cahaya? Bukannya ini mirip kekuatan Isander?"

__ADS_1


"Akan keren kalau aku juga membangkitkan kekuatan cahaya. Bisa mengubah senjata apa pun dengan cahaya."


"Aku senang kamu bisa membangkitkan kekuatan Agta yang kedua, Reza!"


"Semoga kekuatan Agta itu membuatmu menjadi lebih baik lagi!"


"..."


Isander juga ikut melihat hasil dari kebangkitan kedua Reza, tak berpikir itu akan membangun kekuatan Agta bertipe cahaya.


Namun, sedikit disayangkan jenis kekuatan cahaya Reza hanya mengontrol bentuk saja, bukannya bisa diaplikasikan ke tubuh sehingga dapat bergerak secepat cahaya atau mengeluarkan sinar laser.


Kekuatan cahaya Reza sebatas mengubah cahaya menjadi bentuk sebuah senjata jarak dekat.


"Terima kasih banyak!" Reza duduk di depan Isander dan berterima kasih dengan sungguh-sungguh.


Tangan Isander terulur dan dia menepuk pundak Reza. "Kamu anggota timku, sudah seharusnya membantu kamu meningkatkan kekuatan."


Semua orang kagum dengan sikap tanggung jawab Isander, beginilah seorang ketua, merasa bertanggung jawab dengan apa pun yang terjadi pada anggota timnya.


Jangan masa bodo dan tak peduli dengan anggota tim sendiri, bahkan membuat rugi anggota timnya untuk menguntungkan dirinya pribadi.


Ada ketua seperti itu? Ada, banyak sekali jumlahnya.


Akan tetapi, ada keanehan dengan itu, ketua yang jahat seperti itu masih dipilih lagi oleh orang.


Sangat tidak masuk akal dan tak ada rasa malu bagi ketua itu. Murni jahat hatinya.


Usai berbicara beberapa kata dengan Reza, kegiatan menonton bersama Meisya berlanjut lagi.


Belasan menit telah selesai, mereka semua harus pergi ke titik lokasi yang sudah mereka tentukan bersama.


Waktu berjalan tak terasa jelas, 3 hari berlalu begitu saja tanpa ada perasaan berjalan lama.


Pada hari ini, mereka semua baru sampai di lokasi tanda S berikutnya yang berada di Kendal, lumayan jauh dan itu mereka harus melawan banyak monster buatan yang bergabung dengan monster asli.


Banyak sekali halangan yang mereka jumpai, mereka semua harus melawan tanpa dibantu Isander sama sekali.


Mereka kerap dibantu Kimaya, Glatash, dan Magtash dalam perlawanan ini agar lebih mudah.


Sekarang dia ada di titik tanda S yang dicantumkan pada kertas peta. Lagi-lagi tidak ada apa-apa di tempat ini, Isander mencoba menggunakan kemampuan Terra Ruler untuk mencari keberadaan monster S yang dimaksud peta.


"Aneh, monster itu tidak ada di sekitar sini, bahkan di jarak beberapa kilometer jauhnya masih belum ditemukan," kata Isander setelah mendapatkan hasil pemeriksaan.

__ADS_1


Mereka semua terkejut mendengar ucapan Isander karena sudah jelas mereka sudah ada di tempat yang ditandai oleh peta.


"Jangan bilang monster itu pergi?"


__ADS_2