
"Aku barusan sudah bilang," kata Goron dengan bingung.
Isander memasang wajah malas dan membalas, "Maksudnya, kamu harusnya bilang dari jauh-jauh hari kemari."
"Hehe, aku lupa." Tangan Goron mengusap pelipisnya yang gatal.
Semua tim anggota Isander tenggelam di kalimat pernyataan Goron yang memberi tahu tentang kemusnahan banyak pemukiman di luar kota.
Monster makin sedikit, manusia yang hidup juga sedikit karena penyerangan yang dilakukan oleh pihak monster memang besar-besaran.
Dengan begitu, Isander memiliki ide yang bagus untuk mempertahankan jumlah manusia yang hidup saat ini, yaitu dengan memberi bantuan makanan dan keamanan.
Bantuan keamanan yang dilaksanakan adalah membantu menyingkirkan banyak sekali monster yang bersemayam di sekitar hutan atau reruntuhan pemukiman. Bantuan makanan adalah Isander akan memberikan membagikan beberapa makanan untuk para pemukiman setempat.
Makanan cukup banyak, tetapi Isander akan membagikan jumlah makanan 10 ton terlebih dahulu yang akan disebarkan ke banyak pemukiman yang ditemui.
Mungkin, satu pemukiman mendapatkan jatah 500 kilogram makanan, jumlah pemukiman yang akan mendapatkan jatah ada 20 pemukiman.
Dengan jumlah segitu, mungkin tidak cukup, tetapi sangat membantu bagi mereka yang memang membutuhkan sekali.
"Bagaimana dengan rencanaku? Apakah itu baik-baik saja?" tanya Isander yang meminta pendapat mereka tentang rencananya.
Reza menyentuh dagunya dan mengangguk, "Aku tidak keberatan dengan itu. Aku setuju."
"Aku juga," jawab Aqila dengan wajah cantiknya. "Kalau bisa ditambahkan lagi."
"Pasti ditambahkan jika pemukiman yang kita temui melebihi target." Isander mengangguk menyetujui saran Aqila.
Setelahnya semua anggota tim Isander setuju dengan rencana yang dibuat.
Tiada sesuatu yang salah dengan rencana Isander, itu sangat bagus dan dermawan.
Goron saja setuju karena target pemberian adalah orang-orang yang tidak mampu.
Orang-orang di luar pemukiman lemah dan butuh perlindungan, dengan adanya bantuan makanan, mereka pasti merasa sangat membantu.
Membagikan ke seorang Agter sangat tidak tepat karena mereka sangat mampu. Jika tidak bisa makan enak, mereka bisa memburu dengan mudah karena kekuatan ajaib yang dipunya mereka.
Maka dari itu, Goron setuju karena target bantuan sangat tepat dan tidak terlalu berlebihan.
__ADS_1
Giya juga mengatakan bahwa tidak perlu banyak-banyak membantu, takut mereka akan bergantung kepada mereka semua dan malas untuk memburu dan mencari makanan sendiri.
Berburu dapat membuat mereka berlatih bertahan hidup, jika terus-terusan dimanja, mereka akan malas dan kemampuan bertahan hidup di alam berkurang sehingga tubuh mereka juga melemah.
Perkataan Giya masuk akal. Semuanya yang dilakukan secara berlebihan adalah hal yang tidak baik.
Pastinya, akan ada kerugian yang ditimbulkan dari tindakan berlebihan tersebut.
"Oke, semuanya sudah setuju. Mulai besok, kalau kalian menemukan sebuah pemukiman di tengah jalan menuju Cilacap, kalian cepat beri tahu aku," kata Isander dengan jelas.
Reza dan yang lainnya mengangguk hampir bersamaan menyatakan pemahaman mereka terhadap ucapan Isander.
Rebahan di atas lantai, Goron tiba-tiba bertanya, "Monster apa yang sebenarnya ada di sana?"
Nina dan Kila berbarengan menundukkan kepalanya untuk merenung, sedangkan Reza bersandar di tembok sembari menatap ke atas.
"Aku curiga di sana ada monster S Elgoter," jawab Reza yang menebak-nebak tidak pasti.
Kila menambahkan, "Mungkin saja ada Elgoter, tetapi masih dugaan kasar."
Kepala Nina terangkat, dia memiliki tebakan sendiri dari pertanyaan Goron. "Aku menebak ada Hipgoter. Kita belum pernah menemui monster itu secara langsung."
"Eagoter, Elgoter, Whale Gozer, semua itu sudah kami temukan," kata Giya sambil mengambil air putih di depannya dan menyesapnya. "Tersisa Hipgoter saja yang belum. Gorgoter aku sudah pernah lihat di Kota Garuda."
Namun, itu belum tentu karena belum ada bukti dan jejak yang kuat. Masih menerka-nerka dengan kepastian yang mengambang tak jelas.
"Jikalau Hipgoter, mungkin kita akan kesulitan melawannya. Bukankah kita semua akan bergabung dan melawan monster besok hari?" kata Goron kepada Reza dan yang lainnya.
"Sial, benar juga!" Reza tersentak dan tidak bersandar di tembok lagi.
"Sst! Anak-anak sedang tidur," tegur Kila kepada calon suaminya.
Hipgoter adalah monster S yang cukup besar karena panjangnya bisa mencapai 300 meter dan tinggi 200 meter. Kemampuannya hampir sama dengan Whale Gozer yang punya tahan mulut yang lebar dan besar, tetapi gigi mereka tidak hanya tajam, ada kekuatan mengisap yang kuat. Aqila mengonfirmasikan ulang tentang Hipgoter.
Meski sedikit, itu bisa melumpuhkan Agter dalam beberapa menit saja.
Isander menatap merek semua. "Terlalu berbahaya, aku akan mencoba melawannya terlebih dahulu untuk memeriksa kekuatan puncaknya."
Tak ada yang menantang Isander, mereka semua setuju dengan ucapan Isander.
__ADS_1
Hipgoter memang berbahaya, terlebih mendengar tentang kekuatan mengisapnya.
Semua anggota tim Isander bisa tersedot ke dalam jika lengah dan itu sangat berbahaya.
Isander tidak mau kehilangan orangnya sendiri. Jadi, lebih baik dirinya saja yang melawan Hipgoter.
Gorgoter disebutkan tidak begitu kuat dibandingkan monster S yang lain. Itu bisa dijadikan uji coba kekuatan mereka semua.
Kalau melawan monster itu, Isander tidak masalah.
Meskipun mereka banyak, kemampuan mereka semua tidak terlalu kuat walau memang semuanya punya kekuatan Agta unsur alam.
Tingkat Agter mereka semua masih tidak sekuat Aqila dan Goron juga. Agak berisiko, tidak ada hal lain untuk terus melawan meski tidak seimbang.
Itu akan menjadikan mereka kuat dan penuh pengalaman. Bertemu dengan monster S jenis yang sama suatu saat nanti, mereka tidak perlu panik karena sudah punya pengalaman.
Setelah mereka semua mengobrol sejenak di malam hari, satu per satu dari mereka pergi tidur karena lelah mental dan ingin istirahat merilekskan pikiran.
Tidak lama hanya ada Isander dan Aqila yang tersisa di dalam ruangan.
Namun, di malam hari ini, Isander tidak melakukan kegiatan itu dengan Aqila karena dia ingin melatih kemampuan barunya.
Aqila juga mengerti, dia memahami apa yang ingin dilakukan Isander. Dengan begitu, Aqila duduk di samping Isander mencoba melakukan meditasi.
Di dalam ruangan gelap yang khas dan sangat akrab, Isander duduk di singgasana dengan mata yang melotot.
[Fisik: 520.000 poin]
Kekuatan fisik murni Isander sekarang sudah mencapai 520.000 poin yang di mana dia bisa menghancurkan monster tingkat A dalam satu kali pukulan penuh.
Hanya perlu kekuatan fisik saja untuk membunuh monster A. Isander sudah menjadi manusia yang punya kekuatan fisik atau tubuh super.
"Cenagon, aku ingin mencoba kekuatan fisikku. Apakah kamu bisa menjadi samsak dan menilai bagaimana kekuatan tinjuku?" Isander bertanya kepada Cenagon yang besar di depannya.
Cenagon terdiam beberapa detik kemudian mengangguk seraya menjawab, "Boleh, tetapi jangan terlalu sering. Aku juga bisa merasakan sakit."
"Oke."
Setelah Isander mengatakan itu, sosoknya berdiri tepat di tinju besar yang diulurkan oleh Cenagon.
__ADS_1
Kepalan tangan Isander terbentuk, kemudian pukulan kuat Isander menghantam tangan Cenagon.
Bam!!