SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 188: Kemampuan Anggota Berevolusi


__ADS_3

Mereka semua bergerak dalam formasi 2 orang ke segala arah melawan monster Agter yang terinfeksi oleh minuman yang menjadikannya monster baru.


Dengan formasi 2 orang, semuanya pergi ke berbagai arah membentuk lingkaran yang terus mendorong dan mempertahankan titik aman mereka.


Pada saat ini, Goron dengan kekuatan Agta miliknya yang telah berevolusi mulai membantai monster Agter.


Kali ini Goron tidak membungkus kedua tangannya dengan sarung tanah besar, melainkan membuat dua tangan besar dari tanah keras dan menghantam monster yang berdatangan.


Dua tangan besar yang mengepal itu bisa dikendalikan oleh Goron, bisa melayang dan bergerak sesuai keinginan Goron.


Sementara itu, Reren yang sudah sangat dekat dengan Goron juga menunjukkan kemampuan Agta yang dimiliki telah berevolusi.


Dua perisai itu tidak lagi ada, hanya ada tanaman duri yang bisa Reren kontrol dan digunakan untuk mengikat, melilit, meremas musuh, dan membuat tembok duri.


Keduanya saling bekerja sama untuk membantai monster-monster yang berdatangan dari arah barat.


Di arah sebaliknya, tepatnya di arah timur, terlihat sosok Aqila dan Helen yang sama-sama bisa mengendalikan es.


Namun, ada perbedaan yang mencolok dari kemampuan mereka berdua yang sudah berevolusi.


Aqila sepenuhnya bisa mengendalikan es, tetapi dalam wujud petir. Petirnya tidak menghantarkan arus suhu panas, melainkan suhu dingin yang membekukan benda.


Dengan kecepatan petir yang menyambar, Aqila bisa merusak dan membekukan musuh tersebut.


Berbeda sekali dengan Helen yang di mana dia bisa melemparkan banyak sekali serangan es padat yang membekukan.


Kecepatan serangan masih jauh dari kecepatan serangan Aqila, tetapi dia sama-sama punya jangkauan serangan yang luas karena bisa membuat anak panah dalam jumlah yang banyak di udara, dan melontarkannya tanpa busur.


Zztt!


Crack!


Monster aneh berukuran lebih dari 15 meter tingginya sekejap hancur terkena Sambaran petir es Aqila. Bongkahan daging yang beku berhamburan ke mana-mana dan terpental jauh ke semua arah.


Helen mengangkat tangan kanannya dan panah es berjumlah puluhan itu jatuh ke bawah menusuk puluhan monster kecil hingga membeku kaku.


Di sebelah utara juga terjadi pertarungan yang intens, Kila bersama suaminya, Reza, keduanya bertempur menggunakan kemampuan Agta berevolusi yang kuat.


Kila mengontrol batu untuk mengekang seluruh tubuh monster raksasa, Reza dengan kendali anginnya bergerak sangat cepat sambil menggerakkan puluhan belati angin tak kasat mata untuk mengacak-ngacak tubuh monster menjadi daging cincang.


Kemampuan Agta Kila tidak hanya menahan dan membuat pertahan, tetapi juga bisa untuk menyerang dengan membentuk dua cambuk batu yang lebih fleksibel dan mudah digunakan.

__ADS_1


Paling kuat memang kekuatan Reza yang mampu memotong monster dengan serangan tak kasat mata, dan potongannya pada tubuh monster begitu halus. Bisa dilihat bahwa angin yang digunakan Reza begitu tajam dan kuat.


Slash!


Kepala Monster berbentuk setengah kepala manusia dan setengah kepala burung terputus dari badannya yang besar juga terlihat aneh.


Bam!


Tubuh monster itu dihimpit oleh tembok batu dan menjadi pipih seperti adonan pizza.


Tidak sampai di situ, garis-garis muncul pada tubuh monster yang menjadi tipis, kemudian terpotong-potong menjadi lembaran daging monster yang terjatuh ke tanah.


"Terima ini!"


Saat yang sama, sosok Giya menyerang monster di sisi selatan bersama Nina.


Giya mengangkat kedua tangannya dan api entah dari mana muncul di sekujur tubuh monster dan mulai membakarnya. Selain membakar, Giya juga bisa mengangkat dan mengendalikan benda atau sesuatu yang lain dari jarak jauh.


Kemampuan Agta evolusi Giya berbeda, itu lebih seperti terpecah dan menjadi 2 kemampuan Agta yang kuat. Kekuatan Agta Telekinesis dan Api.


Tak sama dengan Nina yang menggunakan air untuk membuat jet air yang terdapat partikel pasir kecil, mampu memotong monster dengan mudahnya.


Bukan hanya itu, kendali airnya mampu mengurung monster di dalam gelembung air sehingga monster tak bisa bergerak dan bernapas.


Kemampuan mereka berdua sama hebatnya dengan kemampuan anggota yang lain.


Di barisan paling luar formasi terlihat ada 2 orang yang bergerak ke sana kemari melawan monster, kedua orang itu adalah Sadam dan Kei.


Mereka berdua membantai monster di barisan luar dengan cara berjalan mengelilingi formasi mereka semua yang ada di dalam lingkaran zona aman.


Evolusi siwar api terjadi di mana kemampuan Kei berubah menjadi magma dengan pedang besar Magma di tangannya.


Setiap pedang itu terayun, monster-monster yang ada di jalur serangan terpotong dengan tubuh yang terbakar.


Kei juga bisa mengubah permukaan tanah dalam beberapa ratus meter menjadi magma cair. Medan perang bisa Kei ubah jadi lantai lava atau magma yang panas.


Semua monster yang ada di medan magma akan terbakar dan lenyap meleleh dalam suhu yang panas.


Jurus tersebut digunakan pada saat Kei melihat banyak gerombolan monster di kejauhan yang ingin menyerang ke arahnya.


Sadam yang berubah menjadi Gorila raksasa berbulu baja juga mulai secara kejam membunuh semua monster yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Tidak peduli dengan ukurannya, Sadam menghancurkan mereka semua dengan tinju dan bulu bajanya yang keras.


Bam!


Dua tinju yang terkepal menghantam kepala monster hingga menjadi pipih. Darah merah, daging hitam, dan otak putih berceceran di tanah. Kepala monster meletus mengeluarkan isiannya.


Hendra berdiri di tengah-tengah zona aman tanpa membunuh monster, dia melambaikan tongkat di tangannya sambil mengucapkan satu kata, "Tingkatkan!"


Gelombang cahaya berwarna hijau menyebar ke sekitar, menyelimuti semua sekutu yang sedang membunuh monster.


Cahaya lampu hijau meningkatkan semua kemampuan dan kekuatan yang dimiliki sekutu sehingga itu membuat perlawanan siginifikan terhadap monster buatan yang tiada habisnya.


Aqila dan semua orang merasa kemampuan Agta miliknya diperkuat berkali lipat. Stamina yang hilang juga kembali pulih sedikit demi sedikit.


Dengan bantuan Hendra, mereka semua makin semangat untuk melawan ribuan monster Agter yang aneh.


Kemampuan es, api, angin, magma, air, duri, tanah, dan batu memenuhi arena pertempuran hingga beberapa kilometer jauhnya.


Benturan, dentuman, ledakan, dan sayatan tipis, semua suara serangan beruntun terdengar di titik tempat mereka bertempur, disertai dengan teriakan yang meningkatkan semangat.


Pertempuran berlangsung lama dan cukup melelahkan.


Beruntung, Hendra bisa mendukung mereka di setiap 10 menit sekali menyembuhkan tubuh semua orang yang kelelahan.


Hendra juga tidak serta-merta mengaktifkan kemampuan Agta miliknya. Stamina dia sendiri tidak bisa dipulihkan karena kemampuannya, hanya menyembuhkan luka saja.


Efek dari kemampuannya tak bisa dirasakan secara langsung oleh Hendra. Jika bisa, Hendra dengan secara otomatis menjadi Agter terkuat yang bisa menimbun efek dari kemampuannya sendiri.


Dia bisa menjadi orang terkuat dengan kemampuannya yang dapat meningkatkan kekuatan Agta dan fisik mencapai jutaan kali lipat.


Isander pun bukan lawannya jika seperti itu karena peningkatan fisiknya ditumpuk.


Pada saat ini, Isander sedang duduk di pohon yang tinggi dan tidak diketahui oleh monster-monster.


Sebuah jendela sistem muncul di depan wajahnya, menampilkan hadiah perekrutan yang dikasih Sistem.


Terdapat 100 juta ton makanan, 3 Kartu Peningkatan Kemampuan, dan 2 Kartu Fusion Kemampuan.


Untuk makanan, Isander sudah menyimpannya di dalam tas, 3 Kartu Peningkatan Kemampuan juga disimpan karena ia akan gunakan untuk meningkatkan Kemampuan Baryon Cenagon ke level S.


Terakhir, ada kartu baru yang membuat Isander tertarik.

__ADS_1


[Kartu Fusion Kemampuan: Kartu yang dapat menggabungkan 2 atau lebih kemampuan yang dimiliki menjadi 1 kemampuan kuat.]


[Catatan: Ada ketentuan dan persyaratan yang berlaku.]


__ADS_2