SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 158: Melanjutkan Perjalan Cilacap


__ADS_3

Ucapan selamat pagi terbaik yang pernah Aqila dengar. Dia terbangun dan melihat sesosok wajah pria yang tampan tanpa ada sedikit pun kotoran yang menghalangi ketampanannya.


Aqila tersenyum merasakan sensasi lembut di pipinya, kemudian dia mengambil dagu Isander untuk mencium kembali pipi Isander dengan penuh cinta.


"Kamu sama sekali tidak tidur semalam? Hanya bermeditasi diam saja?" tanya Aqila yang ingin tahu tentang meditasi Isander.


Tentu, Isander sama sekali tidur karena kesadarannya tetap terjaga di dalam ruangan Cenagon yang gelap dan bahkan berlatih di sana.


Isander mengangguk dan menjawab membenarkan, "Iya, aku sama sekali tidak tidur dan fokus melatih kemampuan unsur elemenku."


"Memangnya bisa dengan cara bermeditasi?"


Sama sekali belum pernah mendengar bahwa kekuatan bisa dilatih dan ditingkatkan melalui meditasi.


Mereka hanya meningkatkan kekuatan dengan cara melawan monster secara langsung dan lebih sering menggunakan kemampuan unsur untuk membunuh monster agar kontrol mereka terhadap unsur bersangkutan jauh lebih kuat lagi.


Bermeditasi, Agter tidak mengetahui tentang cara ini.


"Bisa, kamu hanya perlu memfokuskan pikiran dan merasakan unsur yang kamu miliki sampai terasa jelas. Hilangkan pikiran yang membebankan dan kosongkan isi pikiran. Itu akan membuat kamu bisa lebih fokus dan bisa merasakan unsur dari kemampuan Agta," terang Isander kepada Aqila.


Secara kasar Aqila mengetahui apa yang dikatakan oleh Isander, dan tahu secara garis besar apa yang harus dilakukan ketika berlari dengan cara bermeditasi.


Setelah obrolan singkat ini, mereka berdua berpelukan selama beberapa menit sambil berciuman di awal hari.


Mereka berdua bergegas membangunkan anggota tim yang lain.


Tidak lama berselang, mereka semua berkumpul di tengah-tengah ruangan dengan makanan di depan tubuh mereka masing-masing.


Makanan yang mereka makan tidak lagi daging yang dipanggang atau bakar dan hanya dibumbui garam. Mereka sudah lama makan makanan normal lagi semenjak ada Isander di kehidupan mereka semua.


Dengan begitu, mereka sekarang tidak lagi sulit dalam mendapatkan makanan enak karena Isander sudah menjamin tentang makanan mereka sehari-hari sebagai ketua kelompok.


Hal ini yang membuat mereka makin setia atas tanggung jawab yang dilakukan Isander terhadap anggota kelompoknya. Padahal, pemimpin di zaman yang sudah hancur ini sudah sangat sulit untuk jujur dan mengayomi timnya.


Kebanyakan mereka memanfaatkan dan memperbudak anggota timnya sendiri yang di mana sangat dibutuhkan juga nantinya di saat kesusahan.


Terkadang juga mereka bingung dengan pemimpin seperti itu.


Merendahkan, tetapi juga membutuhkan.

__ADS_1


Semua gizi dan nutrisi mereka tercukupi setiap hari. Bisa dilihat dari penampilan mereka semua yang hari demi hari menjadi jauh lebih baik.


Giya dan wanita yang lain pada awalnya terlihat kurus dan kotor, kini mereka jauh lebih berisi dengan kulit yang tidak kotor lagi.


Semuanya sangat terawat bagai anak orang kaya, tidak lagi kumuh dan kotor di beberapa bagian tubuh mereka sendiri.


Usai makan pagi bersama, mereka melanjutkan lagi perjalanan menuju Cilacap.


Baru beberapa jalan di dalam hutan, Isander merasakan banyak energi yang masuk ke dalam tubuhnya hingga dirinya benar-benar meningkat cepat menjadi lebih kuat.


Isander melihat di data layar Sistem bahwa fisiknya terus meningkat deras.


Jika terus meningkat seperti ini, tidak tahu sekuat apa nantinya dia.


Semalam saja dia sudah mencoba bahwa kekuatannya dapat melukai Cenagon hingga membuat retak kulit Cenagon.


Meskipun tidak seberapa, itu sudah dianggap luar biasa mengingat bahwa Cenagon sendiri adalah pelaku yang memberikan Isander kekuatan yang hebat, yaitu Beast Baryon Cenagon.


Tanpa adanya Cenagon, dia tidak akan mendapatkan Havoc Zweihander dan yang lainnya.


Cenagon adalah makhluk yang berbeda level dengan monster-monster yang ada di dunia ini.


Selama 3 jam di perjalanan, mereka hampir sampai di daerah yang menjadi sebuah titik di dalam peta.


Namun, mereka tidak melihat apa-apa selain hutan yang tumbuh di bawah reruntuhan pemukiman.


Pepohonan yang besar dengan diameter batang beberapa meter dan tinggi puluhan meter.


Isander dan anggota tim lainnya baru tahu bahwa Cilacap memiliki hutan yang pohonnya begitu tinggi dan besar.


Perkiraan mereka adalah wilayah Cilacap hanya ada banyak danau wilayah pemukiman, ternyata ada hutan rindang dan subur.


Beberapa kali mereka melewati danau dan tidak ada apa-apa di sana, selain ikan kecil yang seharusnya bisa dimakan dan dikonsumsi oleh semua orang.


Sudah diperiksa oleh Isander dengan cara menangkap salah satu ikan dan dibakar, kemudian dicoba rasa dagingnya, apakah aneh dan memberikan perasaan misterius pada tubuhnya atau tidak.


Alhasil, tidak ada keanehan pada tubuh ikan tersebut.


Bisa dikatakan danau-danau yang pernah Isander periksa sekilas bebas dari bakteri monster.

__ADS_1


Tidak tahu danau yang lainnya, tetapi dari 6 danau yang diperiksa, semuanya bebas bakteri dan kuman berbahaya.


Sebagian besar juga danau kecil, tidak terlalu besar.


Berdiri di atas salah satu pohon yang besar, mereka semua memantau ke sekelilingnya untuk menemukan ada suatu keanehan.


Namun, setelah menunggu satu jam di titik peta kertas, mereka masih tidak menemukan sesuatu keganjilan di sini.


Semuanya tenang dan damai tanpa ada kerusuhan yang terjadi di sekitar.


Tetapi ketika Isander mengaktifkan pandangan matanya yang sudah ditingkatkan akibat Star Absorb, sebuah danau berdiameter hampir 1 kilometer terlihat di balik pepohonan besar.


Dan di sana Isander merasakan ada sesuatu yang kuat mendiaminya. Kemungkinan besar adalah monster tingkat S karena auranya begitu terasa jelas meski jauh jaraknya dari Isander.


Sebelum mengatakan itu secara langsung kepada timnya, Isander memikirkan tentang monster apa yang ada di dalam danau.


"Kalian semua jangan mendekat ke arah barat daya, dan pergi ke arah sebaliknya, aku merasakan ada monster di dalam danau yang jauh di depan sana," ucap Isander sembari memindahkan Meisya ke Giya.


Meisya menjadi panik lagi dan khawatir.


Semua anggota pun sama dan memikirkan sebuah dugaan yang serupa, yakni Monster Hipgoter yang akan muncul.


"Hipgoter, aku yakin," gumam Goron dengan wajah yang serius.


Mendengar tebakan Goron, mereka semua mengangguk satu pendapat. Pasalnya, monster yang suka air adalah Hipgoter.


Whale Gozer berasal dari air, tetapi bukan air danau, melainkan laut, juga monster tersebut jarang ada di air, lebih suka di atas daratan.


"Kalau kalian sudah menebak seperti itu, aku harap kalian pergi jauh dari sini, aku akan datang kepada kalian setelah selesai."


Setelah mengatakan itu, Isander melebarkan sayapnya dan terbang menuju ke danau yang letaknya jauh di depan.


Mereka semua juga ikut bergerak dan pergi meninggalkan tempat mereka berdiri sebelumnya.


Merasakan semua anggota timnya menjauh, Isander segera terbang ke atas danau dengan pandangan mata yang menyipit.


Pupil matanya bergerak cepat, dan kemudian dia menangkap sesuatu di dalam air.


"Aku telah menemukanmu!"

__ADS_1


__ADS_2