SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 190: Ketidaksengajaan


__ADS_3

Benteng yang Isander buat sangat besar dan tinggi karena ini masuk ke dalam ancaman yang besar.


Isander belum yakin dengan penilaian kekuatan pihak lain, tetapi rasanya memang mirip dan sepadan dengan Whale Gozer.


Lebih baik mereka di sini terlebih dahulu sampai dia memeriksa secara langsung apa sebenarnya makhluk itu.


"Aku akan pergi ke luar untuk langsung mengecek monster apa itu. Jika memang sekiranya bisa aku bunuh, aku akan melawan monster itu," kata Isander sambil menyerahkan kembali Meisya ke Aqila.


Wajah mereka semua tampak cemas lantaran mereka tidak tahu dengan monster yang akan dilawan Isander.


Apakah itu sangat kuat atau tidak, masih belum bisa mereka ketahui.


Ketidaktahuan memang sangat mengerikan.


Meisya menatap Isander yang berbicara pada Goron dan Kei dengan wajah yang sedih hampir menangis.


Waktu bersama Ayahnya terlalu singkat bagi Meisya, dia ingin lebih banyak waktu bersama Isander.


"Ayah, bisakah kamu mengajak Meisya memeriksa monster itu? Meisya masih merindukan Ayah," panggil Meisya dengan wajah yang sangat sedih.


Isander udah memberikan dua Kartu Kebangkitan Agta Elemen Alam pada Kei dan Goron untuk membantu mereka meningkatkan kekuatannya.


Masih ada 1 kartu lagi yang belum diberikan dan Isander simpan. Bingung akan diberikan kepada siapa, semua anggota timnya punya kekuatan yang hebat.


Untuk sementara waktu ini, dia akan menyimpannya sampai setelah menimbang-nimbang dengan keputusan yang matang.


Mendengar panggilan Meisya, sosok Isander muncul di samping Aqila, kemudian mencium pipi Meisya penuh cinta dan membalas, "Tidak bisa, Sayang, ini terlalu berbahaya untuk kamu dan kakak-kakak lainnya."


Meisya mengangguk mengerti dengan ucapan Isander, tetapi masih ada rasa keengganan di hatinya.


"Aku mengerti, Ayah." Meisya mengangguk dengan mata yang sudah dibasahi air mata.


Isander menyeka air mata yang lolos dari bendungan kelopak mata Meisya. "Ayah pergi dahulu, ini tidak akan lama."


Kepala Meisya mengangguk sekali lagi, dengan keengganan yang mulai memudar.


Sudah menjadi tugas ayahnya untuk terus bekerja, tetapi sebagai anak, Meisya ingin menuntut waktu yang banyak dari ayahnya untuknya.

__ADS_1


Melihat Meisya yang paham dan mengerti, Isander melirik semua anggotanya dan mengangguk satu kali.


Dengan embusan angin yang mengibaskan banyak pakaian dan rambut, sosok Isander menghilang di depan mata semua orang.


Sekarang dia ada di atas langit melirik ke bawah untuk mencari sosok monster yang memiliki aura kekuatan setara Whale Gozer.


Whale Gozer, monster S terkuat yang ada di puncak tingkatan monster S, tetapi sekarang ada saingannya yang terasa pancaran aura kekuatannya serupa.


Begitu Isander mencari ke bawah, dia sadar dengan sesuatu yang besar sedang mengarah ke tempat di mana timnya sedang bersembunyi dan bertahan.


Sesuatu itu adalah monster besar dengan ukuran tinggi lebih dari 500 meter, panjang tubuhnya mencapai 1.200 meter, memiliki bentuk yang mirip dengan kalajengking.


Kalajengking yang Isander lihat sangat berbeda dengan kalajengking yang normal.


Selain besar dan raksasa ukurannya, bentuk kalajengking ini tak normal karena memiliki dua kepala manusia yang besar di tempat kepala kalajengking normal berada.


Ada banyak keanehan pada monster ini dalam bentuknya, dimulai dari kaki, ekor berbisa, hingga bentuk capitnya.


"Monster kalajengking?" Isander bertanya-tanya sambil menilai kekuatan dari penampilan luarnya.


Monster ini memang kuat dari penampilan luarnya, terasa mendominasi sekaligus menyeramkan, terlebih ketika melihat wajah dari kedua kepala manusia tersebut.


Melihat jarak antara monster dengan tempat timnya berada sekitar 5 kilometer lagi, Isander memiliki pikiran iseng.


Ida membuat sebuah tongkat panjang yang terbuat dari api putih.


Api ini berasal dari kekuatan Isander.


Panasnya saja bisa melelehkan besi, kulit manusia dan monster mungkin bisa dilelehkan, tetapi dalam waktu yang lama.


Penasaran dengan suhu berapa api panas ini bisa ditingkatkan, Isander membuat tongkat api putih sambil menyalakan Armor Baryon Cenagon agar tidak terkena efek panas dari suhu api tersebut.


Isander bahkan harus pergi ke atas langit yang lebih tinggi untuk tidak membakar hutan yang terkena efek panasnya.


Pada akhirnya, Isander meningkatkan suhu api putih sampai ke 100 juta derajat Celcius.


Apa yang tercantum di jendela sistem tidak sama dengan kenyataannya.

__ADS_1


Benar, dengan suhu setinggi ini, memakan kekuatan Agta yang banyak, lebih dari setengah kekuatan fisik yang Isander punya.


Dengan rasa penasaran yang tinggi, Isander melemparkan tombak api putihnya ke arah di mana monster kalajengking itu berada.


Belum sampai tombak itu di tubuh monster kalajengking, seluruh tubuh monster besar itu meleleh menjadi benda cair yang membasahi hutan yang juga lenyap di sekitar monster kalajengking.


Isander dengan cepat menahan api putih untuk mendarat di tanah, kemudian memisahkan api putih itu menjadi bola-bola kecil yang punya suhu panas rendah dan terbang menuju Isander di langit.


Bisa dilihat, benda cair dari monster kalajengking ini saja sampai menguap karena suhu panas yang dihasilkan api putih.


Permukaan tanah di radius sekitar 3 kilometer menjadi gersang, pepohonan juga hancur tak bersisa, termasuk air yang menggenang di dalam jangkauan panas api putih.


Beruntung Isander tidak menancapkan api putih di tanah, bisa-bisa tanah itu berubah dan juga meledak.


[Ding! Terdeteksi Bahwa Meisya Memiliki Keinginan! Memberikan Anda 1 Kartu Peningkatan Kemampuan!]


Kedua alis Isander tersentak bersama mendengar suara Sistem yang memberi tahu tentang permintaan Meisya.


Akhirnya, dia mendapatkan 1 Kartu Peningkatan Kemampuan yang jarang dikeluarkan oleh Sistem.


Sekarang ada 4 kartu yang serupa, butuh 6 kartu lagi untuk bisa Isander pakai meningkatkan kemampuan Baryon Cenagon ke level S.


Tidak tahu kenapa Isander merasakan bahwa ketika Kemampuan Baryon Cenagon berhasil ke puncak tertinggi, sesuatu yang besar akan terjadi pada dirinya.


Entah benar apa tidak, tetapi hatinya berkata seperti itu.


Setelah mengalahkan monster kalajengking tanpa sengaja karena coba-coba, Isander kembali ke tempat di mana timnya bersembunyi.


Berikutnya, Isander membekukan seluruh permukaan tanah dengan api putihnya.


Benar, api putihnya bisa membekukan layaknya es.


[Eternal White Flame Ruler (S): Membuat Anda dapat memanipulasi Api Putih Abadi sesuka hati. Tidak bisa dipadamkan oleh air dan benda lain, kecuali target atau musuh lenyap dan menguap. Memiliki suhu panas sampai derajat Celcius yang tidak diketahui, memiliki efek membekukan layaknya es hingga suhu -100 derajat celsius dan tidak diketahui.]


Sistem ternyata salah dalam memberi deskripsi kemampuannya. Ada yang aneh dengan sistem kali ini, tidak biasanya dia bisa salah memberikan penjelasan tentang kemampuannya.


Melihat semua monster yang ada di sekeliling mereka membeku dengan suhu yang sangat dingin, mereka segera mulai menyerang sambil menunggu Goron dan Kei berhasil membangunkan kekuatan Agta keduanya yang sudah dapat dipastikan memiliki unsur elemen alam.

__ADS_1


"Hahaha! Akhirnya, aku berhasil memiliki dua kekuatan Agta unsur alam!"


__ADS_2