SISTEM ANAK DUNIA LAIN

SISTEM ANAK DUNIA LAIN
Bab 161: Gorgoter atau Elgoter?


__ADS_3

"Sungguh?"


Semua anggota tim Isander dengan pernyataan fakta dari Isander mengenai kekuatan Monster Hipgoter yang besar dan kuat.


Mereka semua tak menyangka kalah Hipgoter memiliki perlawanan dan itu mencemaskan.


Isander mengangguk sekali dan melanjutkan, "Potensi kekuatan Hipgoter ini lebih kuat dari Whale Gozer menurutku. Kalau saja Hipgoter diberi waktu untuk berkembang lebih lama lagi, mungkin dia akan menjadi puncak monster di dunia ini. Sayangnya, Hipgoter tak memiliki banyak waktu dan evolusi atau pertumbuhannya juga tak secepat monster yang lain."


Monster Hipgoter memang monster yang punya potensi kuat karena kekuatan uniknya.


Jikalau saja punya perkembangan kekuatannya lebih cepat dari monster yang lain, Monster Hipgoter dapat mendominasi seluruh monster dengan mudah.


Tangan logam Isander yang tebal dan padat masih bisa dirusak dan dihancurkan.


Sangat mengerikan jika monster tersebut bisa merasakan dan menyedot bagian tubuh monster ke dalam mulutnya, kemudian menghancurkannya dengan mulut penuh gigi tajam.


Merobek daging monster yang bisa masuk ke dalamnya tanpa banyak usaha.


Sifatnya juga Isander pikirkan, Monster Hipgoter ini punya sifat yang keras dan brutal.


Tidak tahu untuk melukai diri agar musuh juga terluka. Hal itu ditunjukkan ketika monster ini menghancurkan moncong atau mulutnya sendiri demi bisa menyedot Isander ke dalam mulutnya.


Beruntung, Isander menjauh dan yang tersedot hanya tangan logamnya.


Tangan logamnya pun tak bisa menahan kekuatan tarikan dari dalam mulut Monster Hipgoter ini.


Salah satu monster yang mengerikan.


"Aku tak menyangka Monster Hipgoter bisa sehebat itu. Bagaimana kalau Monster Hipgoter menghirup sesuatu yang ada di depannya, seperti tembok kota, aku khawatir itu akan cepat menghancurkan seluruh isi kota yang ada di dalam," kata Goron sembari memegang dagunya.


Giya dan yang lainnya mengangguk. Ancaman Monster Hipgoter memang besar, itu mudah untuk menghancurkan kota setelah dipikir lagi.


Mengingat juga ukuran Hipgoter cukup besar atau raksasa, ratusan meter ukurannya, bukan puluhan meter lagi.


Dengan ukurannya juga itu bisa mengancam kota tanpa harus menggunakan kekuatan penyedot.


Dipikir-pikir lebih lanjut dan dalam lagi, umat manusia sebenarnya sangat lemah di hadapan monster-monster besar dan kuat seperti Hipgoter.


Umat manusia kalah telah oleh para monster dalam segi kekuatan dan ukuran.

__ADS_1


Goron dan yang lainnya khawatir umat manusia tidak akan menang melawan monster tingkat S yang melakukan penyerbuan secara serentak dari segala arah.


Hal itu pasti memberikan peluang besar untuk melenyapkan umat manusia di Pulau Jawa.


Jika terus dipikirkan, mereka menjadi takut dan bergidik ngeri.


"Bagaimana menurut kalian dengan monster apa yang ada di Purwokerto?" tanya Isander dengan pertanyaan yang sama dengan kemarin malam.


Mereka semua lagi-lagi merenung untuk memikirkan jawabannya.


Tidak ada petunjuk di sini, mereka bingung dengan monster apa yang memungkinkan akan mereka lawan nanti.


Setelah mereka merenungkan dan memikirkan peluang, jawaban mereka ternyata berbeda-beda.


Namun, kebanyakan dari mereka adalah jawabannya Hipgoter lagi.


"Hipgoter lagi? Kamu yakin?" Isander menoleh ke Reza yang salah satu menjawab Hipgoter.


Kepala Reza bergerak mengangguk dan menerangkan alasannya, "Jaraknya tidak begitu jauh, di Purwokerto juga ada danau. Mungkin salah satu danau yang ada di SMA dihuni oleh monster Hipgoter."


Kila dan Nina menganggu, mereka bertiga menjawab dengan jawaban yang sama.


Fleksibel yang dimaksud adalah Gorgoter bisa hidup di mana saja, kecuali di dalam air tentunya, tetapi dia lebih sering di hutan dan hutan itu menyelimuti berbagai tempat di Pulau Jawa.


Dari segi medan dan kondisi lingkungan, Gorgoter bisa hidup banyak dan tidak jarang.


Apa yang dikatakan Goron juga masuk akal di kepala mereka semua. Gorgoter memang mampu hidup di hutan dan memang habitatnya di sana.


Sementara itu, Aqila menjawab Elgoter karena dia berpikir di sana ada habitat untuk gajah.


Semua pendapat mereka sangat memungkinkan karena memang tidak ada yang tahu apa yang ada di sana.


Mereka hanya bisa menerka-nerka tanpa ada bukti yang bisa dipegang dan dipastikan.


Jangankan anggota timnya, Isander sendiri saja tidak tahu monster apa yang akan melawan mereka nanti.


Isander berharap itu tidak yang kuat seperti Hipgoter. Paling tidak, Gorgoter yang melawan mereka nanti.


Kekuatan yang dibutuhkan untuk melawan Gorgoter tidak harus unik, anggota tim Isander seharusnya bisa melawan monster ini karena tidak ada keunikan dalam monster satu ini.

__ADS_1


Gorgoter bermain dengan fisik kuatnya bagaikan gorilla. Dengan begitu, mereka tak perlu khawatir dengan kemampuan unik yang berhubungan unsur alam yang kuat.


Fisik mentah melawan banyak serangan dari berbagai unsur, tim Isander harusnya diuntungkan, terlebih monster Gorgoter ini lebih ke arah serangan jarak dekat.


Mereka bisa melawan Gorgoter dari jarak yang jauh. Anggota tim Isander banyak yang menggunakan kemampuan jarak jauh, dan itu sangat menguntungkan bagi mereka.


Isander berharap Gorgoter yang akan melawan monster itu.


Elgoter juga tidak apa-apa, tetapi Isander harus memantau dan memberi beberapa bantuan untuk memastikan mereka bisa mengalahkan Monster Elgoter.


Akan tetapi, kalau monster S di sana adalah Monster Whale Gozer atau Hipgoter, Isander yang akan melawan mereka.


Kedua monster itu masih belum lawan dari mereka, tim Isander sendiri.


Setelah diskusi singkat itu, Isander dan yang lainnya mulai pergi tidur.


Tidak, kali ini Isander tidak tidur, melainkan bermain dengan Aqila.


Aqila dan Isander pergi ke bangunan yang lain secara diam-diam.


Keduanya masuk ke dalam bangunan sepi dan cukup luas, Isander segera membuat dinding dari kayu yang dibungkus tanah dan tiang dinding berasal dari kekuatan logamnya.


Setelah semuanya selesai dibuat, Aqila mulai bermain dengan Isander di atas ranjang yang empuk, tidak disangka Aqila menyimpan banyak kain dan karpet untuk mereka melakukan kegiatan itu bersama.


Senjata Isander benar-benar menusuk tubuh Aqila ke bagian paling dalam, bahkan Aqila merasa kepala senjata Isander bisa masuk ke dalam ruang pembuatan bayi miliknya.


Berjam-jam mereka lakukan kegiatan tersebut, lebih dari 4 jam setelah mereka hitung.


Aqila kalah, Isander menang. Cairan misterius berwarna putih susu dan kental keluar dari tubuh Aqila. Wajahnya tampak bahagia dengan keringan di sekujur tubuh Aqila.


"Aku berharap kehamilan datang."


Mendengar ucapan Aqila, Isander hanya tersenyum dan membenarkan pakaiannya.


Tak lama, Aqila juga ikut mengenakan pakaian karena ingin pergi kembali ke bangunan tempat tim anggota Isander berada.


Begitu mereka keluar dari bangunan, mereka berdua disuguhkan oleh pemandangan sebuah makhluk besar dengan tinggi ratusan meter, berdiri di kejauhan di luar pemukiman.


"Monster Gorgoter?"

__ADS_1


__ADS_2