
Selamat membaca!!!!
*******
Ana dan William masih berpagutan lidah... tangan William yang sudah tidak bisa dikondisikan merayap kemana mana....
pakaian mereka? jangan ditanya.
sudah teronggok mengenaskan.
suara desahan Ana yang memenuhi kamar membuat William yang mendengarnya semakin berhasrat untuk segera menuntaskannya....
saat napas hampir habis William melepaskan mulai mencium leher jenjang Ana. membuat tanda merah sebanyak mungkin. Ana semakin menggeliat merasakan sensasi aneh yang diberikan William... tangan Ana meremas alas tidur yang bertaburan kelopak bunga.
tangan William mere**s benda kenyal yang membuatnya semakin bersemangat.. sedangkan tangan satunya mulai mengeksplor bagian bawah perut Ana...
Ana menutup mulutnya mencegah suara yang menurutnya aneh....
" jangan ditahan... lepaskan... aku suka suaramu".
"Aaahhhh...." Ana semakin merona malu aka suara yang dia keluarkan.
semakin lama dirasakan seakan ada yang akan meledak dari dalam dirinya...
" Will...." Ana meracau tidak jelas...
" lepaskan panggil namaku, aku suka"
Will mempercepat gerakan tangannya di daerah inti Ana...
Ana bergetar hebat menandakan kepuasan yang belum pernah dia rasakan... Ana terkulai lemas dibawah kungkungan tubuh William...
William tersenyum puas mengecup dahi Ana mesra.
William memposisikan senjatanya di depan lubang kenikmatan Ana.. mengesekkan perlahan. memberikan kenikmatan lagi...
Ana menahan tangan William...
" Will, pasti sakit... aku takut..."
" apa kau ingin berhenti?" William masih memikirkan perasaan Ana. takut Ana memang belum siap, dia akan mengerti.
Ana menggeleng... " pelan pelan Will"
William kembali mencium bibir Ana dengan lembut... lama lama menjadi ciuman yang menuntut... desahan Ana terdengar lagi merasakan kenikmatan tiada tara...
" Aaaa... sakit Will". pekik Ana tertahan.. air matanya mulai menetes di sudut mata...
" rilekskan tubuhmu... jangan menolak... nanti juga akan hilang sakitnya".
William menghentakkan tubuhnya membuat semua senjatanya masuk sempurna. Ana kembali merasakan sakit... cairan terasa mengalir... sesaat William diam memberikan waktu untuk tubuh Ana mengesuaikan dengan sanjatanya yang ada dalam tubuhnya.
William masih melu**t bibir Ana mengalihkan ras sakit... dirasa Ana sudah cukup nyaman.. William mulai mengerakkan tubuhnya dengan gerakan teratur... membuat sensasi yang lebih nikmat dari sebelumnya.
keringat membanjiri keduanya menyalurkan hasrat yang terbendung...
Ana sudah mencapai pelepasan berkali... sedangkan William, dia pandai sekali mengontrol emosinya membuat dia bisa bermain lebih lama....
" Will aku sudah lelah... punyaku sekarang sakit... cepat sedikit" kata Ana dengan wajah lelah...
William tersenyum kemudian konsentrasi penuh untuk mencapai pelepasan pertamanya....
__ADS_1
William mengerang dengan menghentakkan tubuhnya kuat membuat cairan kentalnya semakin tertanam dalam di rahim Ana.
William terkulai lemas menjatuhkan tubuhnya di sisi Ana....
napas yang memburu dan tubuh yang dipenuhi keringat menjadi saksi bisu percintaan panas mereka...
William menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
" terimakasih Ana... " kata William mengecup dahi Ana dengan lembut dan merengkuh tubuh polos Ana untuk didekapnya.
Ana tersenyum kemudian terlelap karena tenaganya sudah habis terkuras sehabis olahraga tadi.
mereka tertidur saling berpelukan..
*****
keesokan paginya... Ana mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang menyusup di balik tirai kamar...
saat membuka mata dia melihat pria tampan yang berstatus suaminya.
Ana tersenyum... kemudian dia ingat kejadian panas yang terjadi tadi malam.
membuat Ana malu....
gilaaa.... bagaimana aku bisa bersuara aneh seperti itu.... tapi lihatlah... suamiku sangat tampan. siapapun wanita pasti juga akan tergila gila padanya...
Ana mengangkat tangannya... mengelus wajah suaminya....
alisnya tebal sekali... membuatnya semakin tegas.... mata ini... menatap sangat tajam...
pipi ini... ingin sekali aku mencubitnya...
dan bibir ini... manis sekali... juga sangat seksi... hihihi.... ingin sekali aku menciumnya lagi dan lagi...
" sudah puas memandanginya sayang? " Kata William dengan mata terpejam..
Ana terkejut refleks menarik tangannya dan memundurkan tubuhnya menjauh dari William. tapi William tidak membiarkan itu... dia semakin menarik Ana memeluk erat tubuhnya.... mendekapnya di dadanya..
" Will, sudah siang... ayah pasti sudah menunggu kita... ayo mandi.."
" apa kau mau menggodaku pagi pagi? "
" aku menyuruhmu mandi bukan menggodamu."
" tadi kamu memintaku mandi bersama kan..."
Ana terdiam... mengingat dan mengakui kesalahan kata katanya.
" aaaa... maksudku kamu mandi dulu... kemudian baru aku... sudahlah ayo bangun."
Ana menarik tubuh William agar segera bangun
Ana turun dari ranjang dengan memakai selimut sebagai penutup tubuh polosnya. saat akan melangkahkan kakinya dia terpekik kesakitan sehingga membuatnya terjatuh ke lantai.
William kaget seketika berdiri menuju Ana...
" masih sakit? sini aku lihat!"
Ana terkekeh. " apanya yang mau dilihat?. memang masih sakit tapi nanti juga akan membaik... kalau kamu mainnya bentar tidak akan sesakit ini..."
" maaf... habisnya kamu enak banget... buat aku mau lagi" jawab William membuat Ana merona.
__ADS_1
Ana terpekik ketika William mengangkat tubuhnya tiba tiba. sontak Ana melingkarkan tangannya ke leher William.
" mau dibawa kemana?".
" mandi."
" tapi jangan macam"
" hanya satu macam."
Ana menggelengkan kepalanya...
saat mandi tidak terjadi apapun hanya aktivitas mandi seperti biasa...
William memaklumi Ana yang masih sakit akibat perbuatannya tadi malam.
sudah mandi mereka mengganti baju untuk bertemu dengan keluarga yang sudah menunggu...
tamu masih akan berdatangan karena pesta masih akan berlangsung dalam beberapa hari kedepan.
" gerai rambutmu sayang..."
" kenapa?"
" ada bekas ciumanku disini" kata William sambil menunjuk leher Ana.
" lain kali jangan sampai berbekas. membuat malu saja" Ana memukul bahu William kesal.
" mana sadar bakal membekas atau tidak.... "
William terkekeh membuat Ana semakin kesal...
Ana mengoleskan bedak untuk menutupi bekas ciuman tadi malam.
" ayo."
William dan Ana keluar kamar... di luar kamar mereka disambut dengan bebrapa pelayan yang akan selalu mengikuti dan melayani mereka dimanapun.
*****
" akhirnya pengantin baru keluar dari kamar" kata Ron menggoda kami... membuat Ana semakin tersipu malu.
yang lain hanya tersenyum mendengar kata kata Ron.
" sudah jangan menggoda Ana... lihat wajahnya yang memerah... kamu sendiri juga akan merasakannya saat menikah nanti." kata uncle David.
" ayo makan" kata raja Charles membuka sarapan.
setelah itu tidak ada lagi percakapan. semua menikmati makanan yang sudah disediakan.
selesai sarapan bibi may dan uncle jhon berpamitan pulang kerumah mereka. sedangkan yang lain bersiap menyambut beberapa tamu yang mulai datang....
******
**Ramadhan sudah datang.
selamat menunaikan ibadah puasa...
semoga kita senantiasa diberi kesehatan dan dijauhkan dari penyakit yang sedang buming saat ini..
jangan lupa tinggalkan komentarnya dan like nya ya.
__ADS_1
terimakasih**