SOULMATE

SOULMATE
95


__ADS_3

Siang hari nya aku pergi ke rumah ibu, aku memutuskan untuk membawa Jarel berobat sekarang.


Ternyata Jarel tertidur di kamar ibu.


"Mau kemana?" Ibu bertanya.


"Mau dibawa berobat sekarang Jarel nya. "


"Kemana? "


"Ke dokter di klinik Faskes pertama nya Jarel. Ini aku udah dapet kartu BPJS dari Ditto barusan. "


"Kamu Whats app Ditto? "


"Iya, mau gimana lagi, Kan sayang Kalo ga pake BPJS orang fasilitasnya juga Bagus."


"Besok aja ke Dokter anak di Rumah sakit, bareng ibu kontrol."


"Ga mau, lagian udah ngabarin Ditto juga. Aku mau bawa Jarel berobat sekarang."


"Terus nanti ketemu Ditto? "


"Ya ga tau, Ditto kan masih kerja. Yang penting aku ga khawatir aja, kalo ada apa-apa sama Jarel nanti aku tinggal kabari dia aja. "


"Emang dia respon. "


"Respon, orang anaknya yang sakit. Masa ia ga peduli, udahlah lupakan masalah ego yang penting Jarel sehat. "


"Anaknya juga baru tidur. "


"Jarel.... Jarel..... Hey bangun. "


Aku menepuk-nepuk pipinya.


"Kasian baru tidur, besok aja. "


"Sekarang lah, tanggung udah siap-siap juga. "


"Pake taksi online, ini bawa uang ibu 1 juta. "


Hadeuhh males banget aku harus berdebat lagi sama ibu, aku selalu beda pendapat sama ibu. Dengan mudah nya ibu meminjamkan uang, tapi pada akhirnya nanti harus dikembalikan disertai dengan kata-kata yang selalu menyakitkan hati aku, Aku ga mau terus terusan berdebat.


"Pake angkutan umum aja, aku juga bawa uang kok. "


"Kasian anak kamu, kepanasan lagi sakit juga. berapa kali naik turun coba nanti ke klinik nya. Ngeyel kamu ya."


"Bu, aku masih bisa gendong Jarel sendiri, lagian mau pake taksi online atau angkutan umum juga sama-sama nyampe kok. Malah lebih murah, kita tuh harus belajar hemat. Ibu inget ga ketika aku di Rumah sakit ga pegang uang sama sekali? sakit bu hati aku, ga ada yang bisa bantu. Kalo malem boleh naik taksi online karena ga ada angkutan umum, ini masih tengah hari. Angkutan umum masih banyak. Aku ga akan mengajarkan anakku manja, Anakku laki-laki pasti kuat. Kita harus sadar kalo kita orang yang ga punya jangan kalah dengan gengsi. Apa adanya lebih tenang hidup kita bu."


Ibu hanya terdiam.


"Maaf bu, kalo aku terlalu keras. Kalo pendirian ku harus A ya A, butuh waktu untuk berubah jadi B, ga semudah itu. Karena dari kecil ibu selalu keras mengajarkan aku. Aku bersyukur, mungkin jika dulu aku anak manja, aku ga kan kuat menghadapi ujian hidupku sekarang."


Jarel terbangun.


"Ayo Jarel, kita jalan-jalan. "


"Mau ganti baju." anakku masih pake baju seragam sekolah.


"Ayo, pake jaket ya. Mau gendong apa jalan kaki? "


"Jalan. "


"Sip, anak mamah pinter kuat. Ayo berangkat. "


"Hati-hati. " Ibu mengantar ke depan rumah.


"Iya, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam."


Aku naik angkutan umum di depan rumah kakakku.


"Jarel kalo pusing bobo aja ya, kepalanya sini."

__ADS_1


"Iya."


Aku kirim kan foto Jarel ke whats app Ditto.


"Kenapa manyun? "


"Baru bangun tidur langsung berangkat. "


Ternyata sampe di Sukabumi hujan gerimis, untungnya aku bawa payung.


"A mau jalan apa digendong? "


"Jalan aja. "


Aku jalan berdua bersama anakku, aku berdo'a dalam hati.


"Ya Allah bantu aku, semoga Jarel mau diperiksa dan ga nangis parah nanti ketika bertemu dokter."


"Mamah mau kemana? "


"Ke dokter, kita periksa ya. Nanti pulang nya beli makanan."


Mata nya mulai berkaca-kaca.


"Jangan nangis, kan biar sembuh. Kalo udah sembuh nanti bisa main lagi sama teman-teman disekolah. Ya.. "


Mata nya berkaca-kaca.


Sampai didepan klinik aku langsung masuk, Jarel hanya merengek sebentar. Alhamdulilah tidak terjadi drama.


Sambil menunggu di panggil dokter aku periksa handphone ku ternyata ada pesan dari Ditto.


"Jarel ga kangen ayah?"


Aku kirimkan foto Jarel.


"Kenapa nangis? Ga mau ke dokter? "


Tidak lama Perawat memanggil. Aku membawa Jarel keruang dokter. Alhamdulilah anaknya tenang. Alhamdulilah juga Jarel nya ga parah sakitnya.


"Mau beli roti kesukaan aa ga? "


"Mau. "


Aku membawa anakku mampir ke toko roti.


Alhamdulilah terima kasih ya Allah Jarel udah mengerti, udah ga rewel lagi sekarang.


Aku pulang ke rumah naik angkutan umum lagi.


Sampai dirumah aku mengabari Ditto.


"Jarel nya udah diperiksa, dokter bilangnya batuk pilek sama radang tenggorokan. Muntah darah dari mimisan, perut dan pernapasan ga ada masalah, semuanya bagus. "


"Syukurlah, Jangan cape dulu Jarel nya. Dia kan ga boleh kecapean, terus kalo udah batuk, pasti muntah. Keluar semua tuh yang dimakan."


"Iya. Udah tidur barusan, beres dikasih obat. "


"Ya udah. "


Aku kembali ke toko setelah shalat magrib, Sambil menunggu barang kiriman dari si Om juga. Tadi siang aku pesen. Ayah menunggu Jarel di kamarnya.


Udah jam 20.50 si Om belum dateng, mungkin barang nya dikirim besok pagi.


Tiba-tiba si Om nelpon.


"Zara.. Toko masih buka? "


"Masih Om. "


"Tunggu bentar ya, OTW. "


"Oh dikira besok pagi Om. "

__ADS_1


"Sekarang aja, tunggu bentar. Dijamin ngebut kok."


"Siap Om."


Rame suara telpon nya si Om, kayanya sama orang lain.


Tidak terlalu lama juga, si Om nyampe, Eh Ternyata bareng Mang Dedi.


"Zara maaf kemaleman nganternya. "


"Ga apa-apa Om."


"Eh... mang Dedi ikut. "


"Haiiii... " Mang Dedi langsung menyapa aku


"Aduh mang Dedi lembur. "


"Iya, ini si Om minta anter kepaksa deh ikut. "


"Ga apa-apa mang jalan-jalan, kan jadi tau rumah Zara sekarang. "


"Iya. "


"Mang Dedi langsung menurunkan barang belanjaan ku."


"Heyy.. liat dulu itu yang diturunin punya orang. Bukan punya Zara. " Si Om menegur mang Dedi sambil ketawa.


Aku ikut tertawa.


"Ga apa-apa mang Dedi turunin aja semua disini. "


"Ah.. Zara bisa aja."


Eh mang Dedi ternyata keren juga kalo diluar, ga kaya lagi kerja gitu. Apalagi a Rangga, pasti ganteng banget kalo lagi diluar. Karena kalo lagi kerja se berantakan apapun bajunya, gayanya, tetep aja keren di mata aku. Sempurna.


Uppsss.. bangun Zara jangan berkhayal, tolong hentikan karena a Rangga udah punya Mawar.


Barang belanjaan ku udah masuk toko semua.


"Mang Dedi mau ngopi dulu ga? Ayo ngopi dulu." aku bertanya sambil tertawa aja bawaan nya kalo sama mang Dedi tuh.


"Hayo mang ngopi dulu. " Si om juga bertanya ke mang Dedi."


"Ga usah Zara makasih, udah malem. Ada satu lagi pengiriman nih. "


"Oh Gitu. Ya udah deh."


"Ya makasih Zara, pamit dulu. " Om juga pamit.


"Iya makasih banyak ya."


"Sama-sama, jangan kapok ya belanja nya. "


"Siap Om, ga akan kapok belanja ya belanja aja. Beda sama urusan pribadi."


Si Om sama Mang Dedi ketawa, karena tau Drama ku dengan A Rangga seperti apa.


"Oh iya Om, jangan malem-malem banget nganter barangnya."


"Emang kenapa? "


"A Rangga bilang, takut Fitnah. "


"Ha... ha...ha.. Mereka berdua tertawa. "


"Siap.. Pamit dulu ya, Assalamu'alaikum. "


"Waalaikumsalam. "


Aku tidak merapikan barang belanjaan ku karena udah lewat jam tutup toko. Biasanya toko ku tutup jam 21.00. ini udah jam 21.30 karena nunggu si Om kirim barang.


"

__ADS_1


__ADS_2