
Alhamdulilah akhirnya aku mendapatkan modal untuk membangun kembali usaha ku dari nol. Aku terima uang pembayaran mobil, aku bayar uang ibu yang pernah aku pake kemarin, yang sebagian lagi aku belanjakan barang stock dagangan untuk tokoku, sisanya untuk saldo pulsa.
Secara otomatis aku kirimkan pesan ke A rangga, padahal tidak harus juga. Tapi entah hati selalu ingin melakukan itu, tak apa tak ada yang salah.
"A Rangga akhirnya mobil ku keluar juga, mau ngucapin selamat nggak? Nanti aku belanja kesitu naik angkot ya. "
A Rangga membalas.
"Iya. "
"Sip.. Besok kerja ga?"
Ga dibalas lagi padahal aku cuman mau bilang minta dibantu besok buat nyiapin barang-barang yang mau aku beli. A Rangga kan di gudang sekarang, pasti tau barang apa yang ada barang apa yang lagi kosong ditokonya. Aku mau beli loh bukan mau minta. he. .he..
"Hey di tanya kok ga dijawab. "
Masih ga dibalas. Ya sudahlah ga apa-apa mungkin lagi sibuk.
Aku kembali buka aplikasi taaruf ku, iseng-iseng ga begitu serius juga sih sekarang buat cari jodoh, karena mobilnya juga udah keluar. Ada yang mau jadi pasangan aku ya syukur, nggak juga ga apa-apa gak terlalu berharap.
Karena hati ku masih penuh dengan orang yang sama, aku mencoba terus menjalani hidup ini mengalir saja.
Ada pesan Masuk lagi namanya Izzan Punya anak satu juga.
Aduh udah males duluan aku nya.
"Aku udah jawab semua pertanyaan CV kamu. Aku siap."
"Oh iya terimakasih. "
"Gimana mau ada yang ditanyakan, tanyakan saja insya allah saya jawab. Apa mau ketemu? "
"Ha.. ha.. Aku ketawa. Ngomong sih gampang, kenyataan nya yang susah."
"Kamu jutek ya."
"Masa?"
"Iya ga apa-apa udah biasa sih sama cewek jutek, gimana mau lanjut ga? "
"Kalo mau serius dateng aja kerumah, nanti aku interview lagi ya? "
"Akhir Juni kalo nggak pertengahan juni ya. "
"Terserah. "
"Apa kamu lagi deket juga sama laki-laki lain? "
"Ga juga sih, lagi pilih-pilih aja barang kali ada yang mau jadi pasangan hidup aku. Yang sesuai dengan kriteria aku."
Izzan terus telpon aku, aku abaikan saja karena aku ga suka telponan dengan orang yang ga kenal. Ga biasa dan ga mau juga.
"Ya ampun cuek nya kebangetan. "
aku diemin aja.
"Malem, lagi apa? "
"Lagi nulisin belanjaan buat besok. "
"Oh ya udah lanjutkan. "
Tak lama Izzan Video call. Aduh males banget, ga aku angkat.
"Maaf ga di angkat, ga suka video call."
__ADS_1
"Oh iya ga apa-apa. " Izan balas pesan aku.
Pagi hari ada lagi pesan dari Izzan.
"Bangun jangan lupa shalat subuh."
Aku ga balas pesan nya.
"Pagi, lagi apa? "
Izzan telpon lagi. aku ga angkat telponnya.
"Ya Allah cuek nya, kenapa ga dibales. Jadi ragu mau nemuin ke Sukabumi nya juga. "
Aku cuman baca aja WA nya Izzan.
Izzan telpon lagi, entah lah berapa kali dia telpon banyak banget.
"Maaf a aku ga suka."
"Oh gitu."
"Ga suka gimana? ga salah kalo ngobrol aja kan."
"Maaf ya aku gak bisa. "
"Oh, ya udah ga apa-apa, maaf udah ganggu ya. "
Heuuhh.. akhirnya selesai juga urusan nya.
Untuk pertama kalinya aku naik angkutan umum lagi. Bismillah pasti bisa dan terbiasa. Aku jalan dari rumah, karena bukan jalurnya angkutan umum di depan rumah ku, harus jalan ke depan dulu baru ada angkutan umum.
Ada mba tetangga bertanya.
"Zara mau kemana? tumben jalan kaki."
"Sayang banget, Ojeg aku aja ayo mau nggak? "
"Ga apa-apa mba makasih, barang belanjaanya sih mau dianter nanti bilangnya."
"Oh syukurlah kalo gitu, hati-hati ada yang nyolek dijalan. "
"Ga akan lah, siapa yang berani mba. Liat pakaian aku kaya gini, mana ada laki-laki yang mau menggoda. "
"Iya juga sih, salut deh."
"Aku berangkat dulu ya mba. "
"Ok."
Aku langsung naik angkutan umumnya. Aku turun diterminal, seperti nya jalan aja deh untuk ke toko A Rangga, karena kalo pake angkutan lagi tanggung ga terlalu jauh juga.
Aku jalan tanpa beban, tak terasa nyampe juga depan toko A rangga. Panas gerah juga ternyata jika jalan seperti ini, ga apa-apa olahraga jantung sehat karena selama dua tahun ini aku ga pernah jalan jauh. Jadi seneng aja sekarang perasaannya.
Aku langsung masuk dan menuju tempat makanan ringan, kebetulan ada A Yuda disitu.
aku tanya.
"A Rangga masuk kerja ga?"
"Ada teh digudang. "
"Oh iya. " Aku ambil snack makanan ringan dulu disitu sebelum ke gudang.
Aku menuju gudang, aku cari keliling gudang aku tidak menemukan A Rangga.
__ADS_1
A Yuda masuk gudang.
"Ada ga A rangga nya? "
"Ga ada."
"Tadi sih disini. "
"Ya udah ga apa-apa, mau popok bayi tuh yang ada di atas." Aku tunjukin barangnya ke Yuda.
"Oh siap, sebentar."
Aku berkeliling lagi, ketika aku akan keluar dari gudang, Suara itu datang.
"Nah tuh akhirnya orang nya datang. " Ga salah lagi karena aku udah kenal suaranya. Aku menghampiri nya.
"A Rangga. "
"Apa? "
Dia jongkok menghadap kursi sambil membuka sarapan yang dia bawa.
"Mau dikirim barang belanjaan nya boleh kah? "
"Bilang si om aja tuh didepan. " dengan cuek nya a Rangga menjawab tanpa melihat aku yang bicara.
"Ok. " Aku berlalu meninggalkannya dan menuju si om.
"Om barang nya nanti anter ya, aku udah ga bawa mobil. "
Si om merespon dengan baik dan tersenyum.
"Siap, ga usah khawatir masalah barang belanjaan pasti nyampe toko dengan selamat dijamin. Milih aja mau apa. "
"Ok."
Dengan senang hati aku tunjuk semua barang yang aku inginkan sampai si Om garuk garuk kepala.
"Kenapa om?"
"Ga apa-apa." sambil nyengir
"Aku kedepan dulu ya mau pilih yang lainnya. "
"Boleh."
Aku berikan juga catatan belanjaan ku kepada a Hilmi, dia baik orang nya selalu bantu aku.
"Teh, belanja apa balas dendam?" A hilmi bertanya sambil tertawa.
"Balas dendam. " aku jawab sambil tertawa juga. Karena memang aku mau belanja dari kemarin-kemarin susah karena uang nya tidak ada. Sekarang aku baru bisa mulai belanja lagi.
Aku jongkok bersama a Hilmi untuk menyiapkan barang belanjaan ku, ternyata di belakang ada a Rangga dan wisnu.
Wisnu menggoda a Hilmi dengan kebiasan yang ga jelas.
"Hilmi lagi apa woy, maen coklak bukan? "
Aku dan a Hilmi menoleh dan tersenyum ke arah a Rangga dan wisnu.
Aku bayar barang belanjaan ku dan memberikan bon barang belanjaan nya ke si Om.
"Santai aja ya dianter barangnya, mobil nya masih dipake. "
"Iya ga apa-apa om aku juga mau kesukabumi dulu. Nanti kabarin aja. "
__ADS_1
"Ok. siap. "
Aku pun berlalu keluar toko.