SOULMATE

SOULMATE
Perjuangan Cinta


__ADS_3

"Akhirnya, kalian nikah juga.. Selamat ya A, Ne" ucap Adit.


"Gue sebenernya terharu bener hari ini, perjuangan cinta kalian, kalau dijadiin buku, bisa jadi cerita yang panjang. Emang bener-bener kalian ini, Soulmate sejati." lanjutnya memeluk Aa.


"Gue titip capten gue ya, Ne... Jangan galak-galak lagi, kasian kalo lu dah marah, dia yang.. "


"Huss. udah dong. Sejarah itu gak bakal terjadi lagi, ya kan, sayang" ucapan Adit dihentikan oleh Aa..


Aku tersenyum, kami menghampiri Papi dan keluarga dari Aa. "Nah, dek.. Lu udah punya istri, kalau ada apa-apa, jangan minta bantuan ke kami lagi ya" goda bang Hengki.


"Titip bontot ini ya, Ne.. Si manja yang bawel" ucap mbak Ike.


Papi hanya tersenyum, dan aku memeluk tangan papi.


"Kalian harus saling jaga, jangan egois satu sama lain, ibadah bersama, karena itulah prinsip yang utama dalam pernikahan. Kalau Yopi nakal, bilang aja sama papi, nanti papi yang jewer kupingnya" aku tertawa mendengar nasihat papi.


"ayo sayang, kita kesana, di sini mah bakal jadi bahan guyonan aja" dia tertawa dan menggandeng tanganku untuk menemui tamu lainnya.


"Kamu pengantinku yang tercantik"ucapnya pelan.


"Ehem... Selamat ya dok, wah.. hari ini, banyak perawat yang patah hati, nih.." ucap senior perawat melirik para perawat muda. Lalu mereka tertawa.


Hari ini adalah hari yang melelahkan tapi sekaligus menjadi hari bahagia untukku.

__ADS_1


"Bu.. coba lihat Ine, ayah menangkap raut kebahagiaan. Beda sekali dengan pernikahannya terdahulu" ucap ayah yang turut bahagia dengan pernikahanku kali ini.


"Walau tak semewah yang dulu, tapi, ayah bahagia, melihat putri semata wayang ayah bahagia" lanjutnya berkaca-kaca.


Ibu melihat ke arah kami, dan tersenyum padaku. Aku tahu, dalam hatinya, dia melihat aku sangat bahagia. Tak henti aku tertawa saat berbicara dengan teman-temanku.


"Best Couple.. Pangeran tampan dan putri cantik. Setuju gak?" tanya Adit kepada teman-teman lainnya.


"Kalau sekarang, kami bakal sering main nih.. secara, Ine pinter masak, jadi abis latihan, kita makan di rumah dokter yopi" guyonannya membuat semua orang bertepuk tangan.


Acara itu sudah selesai. Pernikahan yang kami impikan terwujud dengan sangat baik.


Rumah yang berantakan, sekarang sugah kembali normal. Tatanan pun sudah rapi.


"Yah, Alka dimana? Kok tidak ada di kamarnya?" tanya ibu panik.


Kami mencari ke setiap sudut rumah, mencari anak lelaki itu.


"Coba cari di atas" ucap ibu


Aa segera berlari mencari Alka. Tapi tidak juga ditemukan. Aku mulai takut, kemana dia?


Ayah mengeluarkan motornya, dan mulai mencari di sekeliling komplek. Tapi tidak juga ditemukan.

__ADS_1


Kemana Alka kecilku. Kami memang sibuk membenahi rumah ketika dia rewel. Aku menyuruhnya masuk ke kamar dan membiarkan dia bermain di sana. Tapi, kemana dia sekarang?


Aku mulai menangis. Aku merasa, baru saja aku menikah kembali, ada kejadian tidak mengenakkan seperti ini.


"Di garasi juga tidak ada, yah" ucap ibu.


Kemana Alka.


Jangan pergi jauh-jauh nak..


Mama gak mau kamu kenapa-napa


Hatiku mulai menyesal, karena menyuruhnya bermain di kamarnya. Aku hanya ingin dia tidak terkena debu.


Aa mengambil kunci mobilnya,


"Sayang, Aa akan mencoba keliling pelan-pelan di komplek ini. Tolong ambilkan ponsel Aa, kalau Alka sudah ketemu, akan Aa kabari" ucapnya menenangkan.


Aku masuk ke dalam kamar pengantinku.


"Alka.. "


teriakku sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2