SOULMATE

SOULMATE
Pangeran William


__ADS_3

hai teman teman...


aku balik lagi....


happy reading gaeesss....


******


hari sudah malam, kami memutuskan untuk bermalam di tempat terbuka... jika di hutan akan berbahaya karena banyak binatang buas.


Ana dan uncle robin mencari kayu bakar untuk perapian.. sedangkan yang lain mencari makanan di dalam hutan...


beberapa lama kemudian, mereka kembali membawa hewan buruan yang sudah dibersihkan dan beberapa macam buah.. uncle Robin membuat perapian dan menyalakan api untuk membakar hewan buruan kami dan membuat kami merasa hangat....


selesai makan, kami bersiap mencari tempat untuk tidur... sedangkan para pria bergantian berjaga malam.


******


keesokan paginya, setelah sarapan kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan...


hari hampir menjelang siang ketika kami sampai di tempat tujuan.... di sebuah desa yang sangat indah... masih alami dan udaranya sangat sejuk... sungai dengan air mengalir di sisi desa.


kami masih melanjutkan perjalanan hingga ke ujung desa... terlihat dari jauh sebuah kastil megah menjulang tinggi. kemudian kami berhenti di gerbang tinggi tempat masuk ke kastil megah itu... para penjaga memberi hormat pada kami... Ana yang merasa bingung hanya bisa diam tanpa bisa bertanya.


sampai di depan kastil kami turun dari kuda... Ana yang mengelus Tom di hampiri oleh William dan diraihnya tangan Ana untuk di bawa masuk... kuda kuda mereka sudah dibawa oleh pengurus kerajaan untuk di istirahatkan dan diberi makan.


Ana terdiam mengikuti langkah William. yang lain juga mengekor di belakang...pintu masuk dibuka dari dalam. kami melangkah masuk sama sama.


terlihat dari jauh... laki laki paruh baya yang masih terlihat tampan berjalan ke arah kami... wajahnya yang teduh dan berwibawa menambah kesan tegas......


semua orang membungkuk memberi hormat padanya. Ana pun ikut memberi hormat.


William melepas tangan membalas pelukan pria paruh baya itu...


" apa kabarmu nak? apa dia calon menantuku? " tanyanya pada William sambil melihat Ana.


" iya ayah."


" cantik sekali.... siapa namamu sayang..?


" Ana paman.."

__ADS_1


" panggil aku ayah.. kemarilah".


ayah William memeluk Ana hangat. kemudian dilepaskan.


ayah William melihat ke arah belakang Ana.


berdiri sahabat sahabat yang sudah lama tidak berjumpa.


" ahhh sahabat dan keponakanku tercinta... aku rindu sekali pada kalian... " kata ayah William memeluk mereka satu satu melepas rindu...


" kalian istirahatlah... kamar sudah disiapkan.. besok pernikahan akan digelar... jangan terlalu lelah..." kata ayah William


kami kemudian pergi mengikuti pelayan yang mengantar kami ke tempat istirahat...


siapa ayah William sebenarnya... masak iya dia raja... jika benar akan gawat jika tahu kalau aku bukan wanita sebenarnya ingin dinikahi William... jika dia menghukumku dengan berat apa yang akan terjadi padaku... aku haru bicarakan ini dengan William... kenapa dia tidak bilang sebenarnya kalau ayahnya adalah raja.


gumam Ana dalam hati..


sampai dikamar lagi lagi Ana dibuat takjub dengan kamar yang sangat indah... berwarna emas dan beberapa bunga yang menhiasi sudut kamar.. luasnya hampir 5 kali luas kamar Ana di rumahnya..


setelah Ana mandi dia berganti pakaian yang telah disediakan pelayan... lagi lagi Ana harus menghela napas karena harus memakai korset... kemudian Ana mengakalinya agar korset itu tidak menyakitinya... merasa puas dengan hasilnya Ana mulai melangkahkan kakinya keluar kamar dan mencari kamar William untuk bicara padanya....


" putri anda mau kemana? " tanya seorang wanita muda kepada Ana.


" pangeran ada di kamarnya... mari saya antar....


eh? pangeran?


kami berdua melewati beberapa lorong yang sangat panjang dan beberapa kamar... tiba di ujung lorong terdapat kamar yang di depannya di jaga 2 orang laki laki...


Ana meminta ijin pada penjaga itu untuk masuk ke kamar William.


salah satu penjaga mengetuk pintu William dan mengatakan bahwa Ana akan berkunjung ke dalam. setelah mendapat sahutan dari dalam pintu dibuka... kemudian Ana masuk kedalam tak lupa mengatakan terima kasih pada dayang dan penjaga.


di dalam kamar William


sambil menunggu William selesai dengan urusannya..


Ana duduk di sebuah kursi mirip sofa. kamar William lebih luas dari kamarnya tadi....


" Will, aku mau tanya... sebenarnya kau siapa... kenapa kita ada disini...? " tanya Ana menatap lekat William yang duduk di depannya.

__ADS_1


" ayahku raja Charles... keturunan ketiga. sebenarnya aku bukan anak kandungnya... aku bertemu dengannya dulu saat hampir saja dibunuh musuhnya... walaupun begitu dia sangat menyayangiku seperti anaknya... istrinya juga sama sama mencintaiku.... setelah ibu meninggal ayah mendesakku segera menikah karena adik adiknya berusaha merebut tahta kerajaan. sebenarnya aku tidak begitu tertarik dengan kehidupan ini... aku lebih suka dengan kehidupan bebasku... tapi karena adik adik ayah adalah orang yang sangat jahat bisa dipastikan jika kerajaan ini akan mudah hancur jika di pimpin oleh paman."


" apa semuanya setuju kamu menjadi raja secara kamu bukan pewaris."


" awalnya semua tidak setuju... tapi setelah semua tahu bahwa paman tidak bisa memimpin... semua orang lebih mendukungku untuk menjadi raja."


" Will, aku takut jika ayahmu marah. apalagi jika tahu bukan aku calon istrimu yang akan dikenalkan padanya... apalagi dia seorang raja. aku takut dia menghukumku... yang aku baca kekuasaan raja mutlak tidak terbantahkan." kata Ana serius.


William terkekeh. " kau ini ada saja... Jessy sudah memutuskan pilihannya... sekarang kau yang akan jadi istriku... aku akan menikah sekali seumur hidup... aku akan berusaha untuk mencintaimu, membahagiakanmu. dan tak akan ada yang lain.... ayahku seorang yang penyayang... aku tidak akan menyembunyikan sesuatu darinya... setelah ini aku akan bilang semuanya padanya. kau tenang saja. " William mencubit pelan hidung Ana. membuat pipi Ana merah merona... tidak siap dengan kata kata William yang menurutnya sangat manis.


" aku juga akan membantumu mencari jalan pulang."


" terimakasih Will". sahut Ana tersenyum..


" sudah waktunya makan malam. ayo kita kebawah. semua pasti sudah menunggu...." ajak William.


Ana mengangguk... mengikuti William menuju meja makan... disana semua orang sudah menunggu...


banyak makanan yang tersedia di atas meja makan... membuat Ana seketika menjadi lapar....


William menarik kursi di sebelah ayahnya... mempersilahkan Ana duduk. kemudian William juga ikut duduk di kursinya...


setelah berdoa semua memulai acara makan... hanya terdengar denting sendok dan piring.


setelah makan kami semua mengikuti raja ke sebuah aula... duduk di masing masing kursi...


berbincang masalah kerajaan yang tidak Ana mengerti...


yang aku tangkap dari pembicaraan ini bahwa uncle Robin dan uncle David merupakan orang kepercayaan raja... merangkap menjadi penasihat raja... di minta oleh raja mengikuti William yang memilih mengembara... menjaganya dan menyayanginya seperti putra mereka...


sedangkan Harry merupakan kesatria kerajaan... berteman dengan William dari awal kedatangan William ke istana. dan Ron baru bergabung dengan pasukan raja... tapi kehebatannya juga tidak bisa diremehkan. karena dari awal William dan Harry yang melatihnya.


kemampuan William sebagai pangeran dan Harry yang merupakan kesatria kerajaan... semua musuhnya akan berpikir seribu kali kalau ingin menyerang raja Charles.


hari sudah terlalu larut... semua orang kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat... hanya beberapa pelayan yang terlihat mondar mandir mempersiapkan pernikahan megah besok...


rencananya pesta akan digelar selama 7 hari 7 malam..


mengundang raja dari kerajaan tetangga..


******

__ADS_1


terimakasih sudah mampir... jangan lupa tinggalkan like, dan komentarnya....


__ADS_2