
"Kau yakin akan pergi dari rumah ini, Ragini?" tanya Anna saat melihat Ragini mengemasi pakaiannya ke dalam koper.
Ragini menghiraukan Annapurna, dia masih sibuk mengemasi barang-barangnya.
Annapurna menarik lengan Ragini hingga membuat Ragini terpaksa menoleh kepadanya.
"Tatap mata ibu, apa kau yakin akan meninggalkan rumah ini? Kau masih menantuku dan aku melarangmu untuk melangkahkan kaki keluar dari rumah ini!"
Ragini tek bergeming, dia hanya terdiam.
"Maafkan aku! Tapi aku tak bisa jika terus menerus berada disini! Aku tak bisa! Maaf!"
Ragini berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Anna.
Ragini menunduk, dia memutar tubuhnya airmatanya mengalir dengan derasnya. Hatinya terasa perih dan sangat sakit saat mengetahui kebenaran jika Laksh adalah orang yg menyebabkan Rohit, pria yg amat dia cintai meninggal.
"Laksh tidak sepenuhnya bersalah Ragini.. Harusnya kau mendengar dulu penjelasannya sebelum kau memutuskan untuk mengakhiri hubunganmu dengannya"
Ragini masih terdiam.
"Tak ada lagi yg perlu di jelaskan, bahkan semuanya sudah sangat jelas" ucapnya dengan menahan luapan emosi di dalam dadanya.
"Putraku sangat mencintaimu, aku dapat melihatnya dari tatapan matanya saat melihatmu dan memperlakukanmu, dia sangat menghormati dan menghargaimu sebagai istrinya, jika dia menyembunyikan semua ini mungkin dia memiliki sebuah alasan"
"Haha.. Alasan? Alasan apa lagi? Dia sengaja menyembunyikan semua ini agar aku bersedia menikah dengannya padahal jelas-jelas dia yg sudah membunuh suamiku dulu"
Ragini menutup kopernya dan ingin menariknya saat dia ingin melangkahkan kakinya keluar dari rumah Annapurna berteriak.
"Setidaknya pikirkan dulu Ragini sebelum mengambil keputusan! Apa kau tega membiarkan anakmu nanti lahir tanpa sosok seorang ayah nantinya, jika nanti dia bertanya tentang ayahnya apa jawaban yg akan kau berikan?"
Ragini terdiam, dia mengepalkan tangannya. Menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Anak ini bukan anak Laksh" ucapnya dengan lantang.
"Kau salah Ragini.. Kau pikir apa alasan Laksh untuk menikahimu? Itu semua dia lakukan karena ingin menyelematkanmu karena hinaan orang nantinya jika kau melahirkan anak tanpa sosok seorang ayah? Kau salah! Laksh adalah ayah biologis dari anak itu"
Ragini terkejut, dia kembali memutar tubuhnya. Dia mengerutkan alisnya.
"Apa maksudmu?"
"Iya.. Anak yg kau kandung adalah anaknya Laksh, dia adalah ayah biologis dari anak itu. Teman Laksh yg seorang dokter tak sengaja menyuntikkan cairan sperma Laksh ke dalam milikmu, awalnya dia pikir kau adalah ibu pengganti yg bersedia untuk mengandung benih Laksh tapi ternyata dia salah sasaran, apa kau mengingatnya?"
Ragini mengingat kejadian dimana saat dia pergi ke rumah sakit untuk medical check up tapi dokter itu malah menyutikkan sesuatu ke dalam miliknya.
Ragini mengepalkan tangannya.
"Brengsek! Ternyata pria itu benar-benar sumber masalah di hidupku, karenanya aku kehilangan keluarga dan orang yg aku cintai, karena anak ini (memukul perutnya) aku sangat membencinya!"
Ragini terus menangis dan memukul perutnya, Anna menghampirinya dan menarik tangan Ragini agar berhenti memukul perutnya.
"Hentikan Ragini.. Bayi itu tak bersalah! Dia tak sengaja berada di dalam rahimmu, ku mohon jangan sakiti dia sekalipun kau tak pernah menginginkannya, biarkan dia melihat dunia ini nantinya, aku mohon kepadamu" ucap Anna sambil menangis.
Ragini tak tega dia memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Baiklah! Aku akan menjaga bayi ini hingga dia lahir tapi aku mohon kau jangan menghalangi langkahku untuk pergi dari sini, jika kau tetap menghalangi aku akan menggugurkan kandungan ini" teriaknya.
Annapurna hanya terdiam, dia benar-benar pasrah dengan keadaannya. Dia hanya mengangguk dan menatap pilu.
Ragini menarik kopernya dan pergi meninggalkan Annapurna. Setidaknya dia sedikit bernafas lega karena Ragini tak bertindak gegabah untuk menghilangkan nyawa cucunya itu.
***
Laksh menyandarkan kepalanya dia dinding penjara itu, airmatanya menetes keluar dari pelupuk matanya. Dia mendongakkan kepala dan memejamkan matanya, bayangan kelam mengenai peristiwa yg terjadi saat penangkapannya membuat hatinya benar-benar terasa perih.
Dia menunduk dan menatap kalung mangal sutra milik Ragini, dia menangis pilu dan tersenyum miris.
Lagi dan lagi cintanya kini terunggut, sebuah kisah yg belum sempat dimulai bahkan harus terpaksa berakhir.
Kebahagiaan yg diharapkan tak kunjung datang, hanya kesedihan dan penderitaan yg datang di hidupnya.
Entah apa dosa yg pernah dia lakukan di masa lalunya sehingga Dewa selalu saja mempermainkan takdirnya.
Saat dia mulai merasakan cinta kembali, lagi lagi Dewa merenggutnya secara paksa.
Kini Laksh hancur, dia benar-benar menderita. Lebih menderita dari sebuah pengkhianatan.
Dia terluka karena kini tak bisa melihat perkembangan bayinya di dalam kandungan istrinya itu, bahkan mungkin saat ini Ragini muak untuk bertemu dengannya.
Bayangan kebencian dan kemarahan Ragini selalu berkelebat di pikirannya, masih terngiang dengan jelas perkataannya tadi siang yg begitu menyakitkan hatinya.
Laksh menatap pilu jari telunjuknya yg meninggalkan noda bekas sindoor Ragini yg secara paksa Ragini hapus menggunakan jarinya itu.
"Laksh.. Ada orang yg ingin bertemu denganmu" ucap sipir itu dengan lantang.
Laksh menoleh dan menghapus airmatanya, dia kembali memasukkan kalung mangal sutra itu ke dalam saku celananya.
Laksh keluar dari penjara itu mengikuti langkah sipir yg membimbingnya menuju sebuah tempat.
Dia membulatkan matanya saat melihat sahabatnya, Akash berada disana bersama ibunya. Ibunya tersenyum tapi airmatanya terus menetes, sedangkan Akash dia seakan iba dengan kondisi Laksh.
"Laksh"
Annapurna langsung memeluk tubuh kekar anaknya itu. Laksh hanya terdiam, dia mengelus rambut ibunya dan mengecup pucuk kepalanya agar ibunya tenang dan berhenti menangis.
"Sstt.. Sudah ibu.. Jangan menangis lagi untuk Laksh"
Laksh menghapus airmata di pipi Annapurna, dia kemudian duduk berhadapan dengan Akash.
"Laksh.. Aku benar-benar terkejut, aku tak menyangka jika kau yg......"
Akash menggantungkan kalimatnya, lidahnya terasa kelu untuk melanjutkan ucapanya.
"Aku yg membunuh Rohit?"
Akash mengangguk.
"Aku sudah bicara sebelum kesini tadi dengan Meethi, tapi dia tak menghiraukan ucapanku, dia bilang keadilan tetap harus di tegakkan dan kau harus mendapatkan hukuman yg setimpal dengan apa yg kau lakukan! Aku sudah mencoba untuk membujuknya mencabut gugatannya tapi dia menolak, maafkan aku Laksh"
__ADS_1
Laksh hanya tersenyum dia menatap lekat wajah Akash.
"Kau tak salah! Yg dilakukan Meethi benar, jika aku di posisinya pasti aku akan melakukan hal yg sama, kau tak usah cemas"
Annapurna dan Akash saling lirik, mereka benar-benar tak tega dengan keadaan Laksh yg seperti ini.
"Laksh.. Ragini pergi dari rumah"
Laksh terkejut, dia benar-benar tak menyangka jika Ragini memang meninggalkannya.
"Ibu.. Mengapa ibu membiarkannya Ragini.. Dia sedang mengandung bu, mau kemana dia pergi.. Bahkan dia tak memiliki tujuan hidup lagi, keluarganya sudah mengusirnya dan dia tak memiliki siapa-siapa"
"Dia kembali tinggal di rumah Rohit, Laksh. Meethi yg menyuruhnya untuk tinggal disana, bagaimanapun juga Ragini masih memiliki hak untuk tinggal disana, karena dia masih istrinya Rohit walaupun Rohit sudah tiada"
Laksh menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia memejamkan matanya.
"Lalu bagaimana dia membiayai hidupnya, bu?"
Annapurna mengelus punggung tangan Laksh.
"Kau tenang saja nak, Akash sudah memberikan pekerjaan yg cocok untuk Ragini"
Laksh menoleh ke arah Akash.
"Ku mohon Akash! Jangan kau berikan Ragini pekerjaan yg berat, kau ingat kondisinya yah"
"Maaf nyonya, tuan.. Waktu anda telah habis! Laksh harus kembali ke dalam selnya"
Polisi itu menarik lengan Laksh.
Annapurna memeluk erat putranya sebelum dia dibawa kembali ke dalam selnya.
"Laksh.. Jaga dirimu, ibu berjanji kau tak akan lama mendekam disini Laksh.. Ibu berjanji akan secepatnya membawamu keluar dari sini, ibu berjanji"
Laksh hanya mengangguk pasrah, dia melirik Akash dan mengedipkan matanya.
***
Ragini masih termenung di dalam kamarnya, dia memeluk erat kakinya. Pikirannya masih tertuju kepada peristiwa tadi siang.
"Kau jahat Laksh.. Benar-benar jahat! Aku tak menyangka kau tega menghabisi nyawa Rohit, kau jahat"
BRAAAKKK..
Tiba-tiba foto Rohit terjatuh, Ragini menoleh dan mengambil foto itu. Menatapnya lirih, dia benar-benar sedih karena Rohit meninggal karena ulah Laksh. Dia sangat membenci Laksh.
Saat Ragini merapihkan foto dan serpihan kaca itu, dia melihat ada secarik kertas yg terlipat di dalam sana.
Ragini mengambil dan mulai membacanya, dia benar-benar tak menyangka dengan apa yg dia baca di dalam surat itu.
Dia meneteskan airmatanya dan bersimpuh di lantai. Meratapi nasib buruk yg selalu datang menghampirinya.
To be continued...
__ADS_1