
Hari ini Hari Raya idul Fitri, pagi-pagi aku bangun aku bersiap bersama anakku, menyalakan mobil dan pergi ke rumah ibu untuk melaksanakan shalat ied disana.
Aku pergi ke mesjid bersama ibu dan anakku, Selesai shalat ied Aku kirimkan pesan kepada A Rangga. Siapa lagi orang pertama yang aku ingat selain A Rangga, Ga ada yang lain.
"Mohon maaf lahir dan bathin ya A. "
Kamu membalas,
"Mohon maaf lahir dan bathin juga ya. "
Pulang dari mesjid aku langsung ke rumah ibu, seperti hari Raya biasanya, makan ketupat bersama, foto-foto. Yang beda hanya mungkin Ayah Jarel ga ada, tapi ga membuat hati ini jadi sedih ko.
Kemudian, pergi ke rumah saudara untuk bersilaturahmi, tak lupa juga pergi ke makam kakek, nenek, paman dan lainnya. Sekarang keluarga ku berkumpulnya di pemakaman karena saat pandemi banyak kelurga ku yang meninggal,1 Kakek, 1 nenek, 2 paman, 1 bibi. bahkan Suami ku pun pergi mungkin dibawa omicron ya.. ha.. ha.
Siang nya pulang ke rumah ibu, dan kembali lagi aku lihat whats app, Status A Rangga.
" A Rangga, Mana Mawar? Ga ikut foto."
"Bukan deket rumah orangnya juga. LDR. "
"Ah iya. " dengan emoticon nyengir.
"Kalo lagi santai jangan lupa baca novel aku ya. "
"Insya Allah. "
Ada pesan masuk dari A Chandra.
"Udah ke rumah mertua belum? "
"Ga punya mertua a. " Dengan emoticon ketawa.
"Kan mertua ga ada bekasnya, barangkali mau di anter sama a Chandra. "
"Jauh ke Cirebon. "
"Salam sama mamah dan bapak, Selamat hari Raya idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin. "
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam katanya a. Lagi kumpul ini juga. mohon maaf lahir dan bathin ya a."
"Sama-sama, Suka bercanda kan kalo ngomong, jadi harus dimaafin. Bilangin aja calon menantu. "
"Udah a, lagi pada nginep dirumah aku ini juga, om sama tante. "
"Makan belum. "
"Udah. "
"Oh iya, Makan yang banyak ya. "
"Ga ada nafsu makannya juga."
"Wah... harus ditemenin sama a Chandra makannya mungkin. "
"Iya mungkin. " dengan emoticon tertawa.
"Nanti ke sana, bikin nasi liwet. Makan nya pake daun ya."
"Iya boleh, kesini aja. "
"Nggak, Kesini aja. Masih lebaran juga, silaturahmi ya."
"Iya mudah-mudah dari silaturahmi bisa jadi keluarga ya."
"Amin. Kabarin aja. "
Chat nya datar banget, aku gak punya perasaan apapun sama a Chandra. Kepala ku penuh isinya dengan nama Rangga. Bagaimana bisa aku melupakan nya.
"Udah dibilangin salam a Chandra sama Ibu. "
"udah, di liatin chat nya Juga. "
"Chat a Chandra diliatin ke mamah? " dengan emoticon senyum"
"Iya kan suka cerita langsung ke Ibu, kalo aku deket sama orang. A Maaf barangkali mau tau cerita ku sejak dari cerai sampai saat ini baca aja di noveltoon."
Aku screenshoot cover novel ku.
__ADS_1
"Siap, ada cerita apa aja? "
"Menyedihkan a."
"Ga mau baca kalo cerita nya sedih, a Chandra pengen nya kamu bahagia. Jangan sedih ya. "
"Ga apa-apa memang jalan hidupku seperti itu. "
A Chandra mengirimkan foto Almarhum ibunya.
"Ini foto ibu, baru 6 bulan meninggalnya. Jatuh di toilet, langsung ga sadarkan diri. Dibawa ke rumah sakit masih belum sadar. Dibawa pulang kerumah, 4 hari di rumah koma, terus meninggal. Sedih banget. "
"Innalilahi, yang sabar a. "
"Ini foto bapak, udah berumur juga."
"Oh iya, punya sodara berapa a Chandra? "
"Kakak 1, Adik 2."
A Chandra mengirimkan foto rumah ibunya, dan juga toko ibunya yang tutup. Karena setelah ibunya meninggal ga ada yang urusin tokonya. Ga ada pegawai juga.
"Sayang banget tempat nya Bagus pinggir jalan. Harus dibuka lagi itu "
"Iya mau direnovasi dulu. Harus perempuan yang jaga toko nya biar ulet, si ibu juga gitu dulu pinter. rame tokonya. "
"Iya a, lanjutin aja. Jadiin minimarket mandiri aja kalo pinggir jalan gitu, pake sistem kasir aja sama cctv jadi kita ga harus stay di tempat tiap hari juga bisa semuanya terkomputerisasi. Kalo memang A Chandra sambil kerja di desa juga bisa. Kita kontrol aja nanti hasil karyawan di komputer dan cctv aman ko. Ga mesti seharian A Chandra harus jaga toko."
"Iya do'ain ya. "
"Iya, itu tadinya apa, warung sembako, toko, grosir atau minimarket mandiri. "
"Warung sembako. "
"Oh iya aku juga sama, cuman terkomputerisasi pake sistem kasir, biar enak buat stock barang nya kan ketauan yang masuk sama keluar, insya allah aman. Mulai dari nol aja aku juga mudah-mudahan kedepan nya bisa naik lagi omset nya kaya pas waktu sebelum cerai."
"Amin. Mamah A Chandra juga kan rajin nanya ke orang pintar, alhamdulilah jualan nya rame. "
Aku hanya tertawa mendengarnya karena aku ga pernah melakukan hal seperti itu untuk usaha ku. Karena aku yakin dengan kita punya sistem seperti minimarket modern juga kita pasti mampu bersaing ko dengan mereka. yang terpenting pelayanan yang ramah ke pelanggan, stock barang banyak, setiap yang pelanggan cari tersedia di toko kita. Harga murah, belanja nyaman. dan sediakan juga pembayaran PPOB dan juga Fotocopy, yang terpenting sekarang untuk anak-anak itu kuota dan pulsa. Aku punya Slogan untuk toko ku Belanja dekat, harga bersahabat. Jangan lupa berdo'a kepada Allah. Insya Allah secara otomatis pelanggan akan datang dengan sendirinya bahkan sekarang aku pun kewalahan menghadapi pelanggan. Yang beli banyak, barang kosong, karena uang modal kepake cicilan. Hanya bisa bersabar mungkin suatu saat nanti usaha aku bisa bangkit kembali.
__ADS_1