SOULMATE

SOULMATE
Aroma Mie yang bikin mual


__ADS_3

Pekerjaan hari ini lumayan menyita waktu, tapi, karena takut tidak diizinkan untuk kerja, aku menyempatkan makan di sela pekerjaanku.


"Mbak Ine, tidak istirahat di kantin?" tanya rika, salah satu pegawai di tempat kerjaku.


"Masih banyak yang harus diselesaikan, oh ya, saya titip ini, untuk dimakan bersama ya"


Dan aku kembali bekerja.


Waktu menunjukkan pukul 15.30.


Aa menelponku.


"Sayang, Aa sudah ada di depan kantor ya."


"Oh, iya.. sebentar lagi ya, jam 4. Gapap kan nunggu" ucapku.


"Ya gapapa, lanjutkan saja pekerjaannya."


Waktu 30 menit aku habiskan untuk menyusun ulang jadwal kegiatan untuk pak Indra Gunawan, besok.


"Pak, saya duluan ya."ucapku pada Igun.


Igun hanya tersenyum.


Aku buru-buru turun dan menuju parkiran.


"Hi, sayang.. Maaf ya kelamaan nunggu," ucapku sambil memeluknya, aku rindu memeluknya dan mencium aroma tubuhnya.


"iya sayang, gapapa, Aa aja yang kecepatan jemputnya, kita mampir ke rumah papi dulu ya." dan dia mencium keningku.


Dan kami pun berangkat ke rumah papi.


Selama diperjalanan, kami bercerita tentang pekerjaan kami pasing-masing.


"Tadi nelepon Igun, ngapain? Kok Igun nyebut nama Ine." tanyaku sambil melihat jalan.

__ADS_1


"Hm.. apa ya.." jawabnya singkat, membuat aku penasaran.


"Ya udah kalau gak mau cerita" ucapku sewot.


"Nah.. ngambek dia. hahhaa" dia tertawa.


Dia memberhentikan mobilnya di depan sebuah mini market.


"Tunggu sebentar ya" kemudian dia turun.


Aku mengacuhkannya.


Tak lama, dia membawakan plastik yang berisi es krim dan coklat.


"Es krim.. mau?"


Aku melirik, dan masih gengsi.


"Sayang, es krim.. enak loh"


"Bilang aja kalo mau di suap, ya kan"


Mukaku masih menunjukkan rasa kesal.


"Tadi, Aa itu minta Igun buat ingetin Ine, untuk makan. Ketika dia bilang, mau anter Ine ke rumah papi, karena pikirnya sekalian dia pulang, Aa bilang tidak perlu, karena Aa bilang, Aa rindu sama istri Aa"


Aku pun tersenyum kecil.


"Nah kan, senyumnya itu tuh, yang buat Aa rindu setiap saat."


"Gombal" ucapku sambil tertawa.


Hp Aa berdering, sebuah panggilan dari papi.


"Sayang, tolong angkat dan di loudspeaker ya" perintahnya.

__ADS_1


P : "Assalamualaikum, nak"


DY :" Wa'alaikumussalam, pi. Papi di rumah kan. Yopi dan Ine mau ke rumah papi ya."


P : "Ya nak"


Kemudian aku ikut nimbrung


M: "Papi ada yang mau dipesan gak, sekalian jalan"


P : "Bawakan papi berita bahagia aja deh. Hahaha.. Gak usah nak, kalian sudah datang saja, buat papi bahagia"


Ah, papi.. Omongannya buat aku sedih. Kami memang jarang main ke rumah papi, karena pekerjaan dan waktu. Maafkan kami, pi.


DY : " Ya udah, nanti kami bawakan mie kesukaan papi ya."


P : "Ya sudah, kalian hati-hati di jalan ya"


DY: "ya pi. Sampai ketemu di rumah ya pi,"


Dan Aa pun mematikan ponselnya.


Setelah membeli mie kesukaan papi, kami berjalan menuju rumah papi.


Tapi, bau mie itu menyengat hidungku. Dan tiba-tiba mual melandaku.


"Sayang, kenapa?" tanyanya.


"Kenapa aroma mie itu begitu sih A?" tanyaku sengit.


"Waduh, biasa aja sayang. Hidung Ine lagi sensitif kali ya"


"Buruan deh, lama-lama, Ine bisa muntah nih"


Aa yang ketakutan dengan kondisiku, melajukan mobilnya, untung tak lama kemudian, hanya berjarak 15 menit, kami sampai di rumah papi.

__ADS_1


__ADS_2