SOULMATE

SOULMATE
116


__ADS_3

Ketika aku sedang fokus menjaga toko tiba-tiba ada pegawai grosir tetangga dateng.


Aku langsung berdiri dari tempat duduk meja kasir ku.


"Beli apa a silahkan?"


"Pulsa teh yang 5 aja." si aa itu menjawab.


"50 ribu? " aku bertanya.


"5 ribu aja, buat memperpanjang masa aktif. " sambil tersenyum.


Aku melihat senyum nya. Masya allah Zara terpesona.


kok hati ku jadi deg-degan ya, seperti pertama kali lihat a Rangga dulu di tahun 2019.


"Astagfirullah Zara tundukan pandangan mu, jangan seperti itu." aku berbicara dalam hati.


"Nomor nya berapa a? "


Dia langsung menyebutkan nomor nya. Sambil senyum dia terus mengajak ku ngobrol tentang kuota internet dan pulsa, basa basi seperti itu lah.


Ya ampun kok aneh ya. Aku ngerasa malu gimana gitu ngobrolnya. Aku kira ga akan suka lagi ke cowok lain selain A Rangga, ternyata tidak ya, mungkin memang yang kemarin dateng tuh ga masuk kriteria aku seperti nya jadi rasaku biasa aja. nah ini, baru pertama ngobrol aja udah seneng, memang udah lama sih liat si aa ini, karena kerja di grosir tetangga aku, langganan toko a Rangga juga. Dulu aku kira orang nya jutek karena ga suka ngomong. Tapi akhir-akhir ini jadi sering ke toko aku, ternyata kalo udah ngobrol seru juga. he.. he.. Zara tolong ya jangan mudah baper, biasa aja. Ok..


Ayah ku dateng dan bertanya.


"Kekei udah di lihat belum di tempat rias? " kekei anak kakak aku.


"Emang kenapa yah? "


"Kan acara perpisahan sekolah SD nya hari ini. "


"Astagfirullah aku lupa yah. " Kakak ku udah wanti wanti kemarin titip kekei, tolong temenin di rias ditempat tetangga karena terpilih jadi pengantin di acara upacara adat perpisahan sekolah. Prestasi nya selama 5 tahun berturut turut selalu peringkat pertama dikelasnya, Alhamdulilah.


Aku ke tempat rias tetangga ku yang bersebelahan dengan grosir si aa tadi yang beli pulsa. Eh si aa nya ada lagi, di depan lagi buka toko.


"Kemana teh? " sambil senyum.


"Kesitu mau liat saudara di rias. "


"Oh iya, Samenan ya teh? "


"Iya. duluan a. "


"Iya silahkan. " Aduh kok aku malu ya, mana belum mandi lagi aku, eh apa urusan nya mandi apa belum ga keliatan kok, kan ketutup niqab. Biarin lah, dipikirin amat ya, siapa juga yang peduli.. ha. ha... aku bicara sendiri dalam hati sambil berlalu dari si aa pulsa itu.


"Kei udah mulai belum? "


Aku tanya ponakan aku. Aku lihat banyak temen-temen nya juga yang antri nunggu giliran untuk di make up dan sanggul.

__ADS_1


"Belum ate nunggu yang lain duluan. "


"Oh ya udah santai aja, biasa nya peran utama kebagian terakhir, lagian acara perpisahan sekolah nya ga akan dimulai kalo pengantinnya belum dateng."


"Iya. "


"Ate pulang dulu, mandi dulu sama ngasih Jarel sarapan juga. "


"Iya. "


Aku kembali ke rumah, mandi, sarapan siap-siap kembali ke tempat rias pengantin tadi.


Kakak ku nelpon.


"Nanti ngkei gimana ke sekolah nya? Jalan apa naik ojeg. "


"Jalan aja lah ga apa-apa. " Lumayan jauh juga sebenarnya kesekolah kekei, tapi ya gimana lagi aku udah ga punya mobil sekarang.


"Kasian. "


"Ya gimana nanti aja ka, nanti dikabarin lagi. Ni juga belum selesai masih di make up. "


"Oh iya."


Aku lihat ponakan ku di rias ala pengantin sunda dengan memakai siger sunda cantiknya, ga seperti anak kelas 6 SD, jadi pengen aku, Ehh... keceplosan.


"Kei nanti jalan aja ya ke sekolahnya. " ga usah malu, paling juga jadi pusat perhatian sepanjang jalan menuju sekolah. Ga apa-apa, hari ini nikeisha safaraz jadi Bintang nya di sekolah.


Setelah selesai make up, ada tetangga ku bertanya.


"Aduh kekei cantik sekali, pangling kaya pengantin beneran. "


"Iya ya kaya udah gede aja gitu. " aku menjawab.


"Sama siapa kesekolahnya Zara? "


"Jalan aja paling bu. "


"Aduhh.... jangan. Kasian, nanti ibu suruh abah keluarin mobil dulu ya, bareng aja ke sekolah nya sama cucu ibu, Diana.


"Ga usah bu ngerepotin. "


"Ga apa-apa, sebentar. " Si ibu tetangga ku keluar manggil suami nya yang pakai motor.


"Abah.. abah... simpen motornya sana, keluarin mobil dari garasi, itu pengantin kekei kasian masa harus jalan ke sekolah. "


"Oh..siap tunggu." Si abah kembali ke rumahnya bawa mobil.


"Aduh ga enak bu Zara, jadi ngerepotin ibu. "

__ADS_1


"Ga apa-apa. Tunggu ya, mau foto studio dulu?"


"Boleh deh dari pada nanti siang, make up nya udah luntur mendingan sekarang fotonya."


Kebetulan foto studio nya ini bareng rias pengantin juga milik tetangga kecil ku dulu. Tetangga rumah ibu, sekarang pindah jadi tetangga rumah ku. Istrinya rias pengantin suaminya foto studio, salut aku sama mereka. Dulu ketika menikah belum jadi siapa-siapa pernah gagal pula dengan orang lain sebelum mereka dipersatukan. Sekarang jadi bos besar usahanya hebat. Aku selalu ingin mencontoh dari orang-orang seperti ini. Meskipun kita tidak ditakdirkan terlahir dari orang kaya, tapi kita bisa berusaha untuk menjadi orang kaya di masa tua nanti. Kita tidak bisa memilih kita lahir dari keluarga seperti apa, tapi kita bisa berusaha nanti ketika kita meninggal dalam keadaan seperti apa. Ketika menemukan partner hidup yang pas, satu visi satu misi saling melengkapi satu sama lain itu lah yang selalu aku impikan, memulai dari nol bersama lebih Indah dari pada menikmati harta orang tua.


"Iya gitu, maklum lah anak-anak ga betah pasti pake kebaya begini." kata ibu tetangga aku seperti itu.


"Ayo udah beres belum?" Si abah tetangga ku dateng membawa mobil nya.


"Diana masih di foto bah, kekei ayo naik aja duluan di depan. Pengantin harus didepan duduk nya di samping abah." kata ibu tetangga ku seperti itu.


"Ayo kei naik duluan, aa Jarel naik sama teteh bareng ya."


"Iya."


Diana selesai difoto.


"Ayo Zara ikut bareng sama ibu ke sekolah nya sekarang."


"Ga apa-apa bu makasih, Zara jalan kaki aja nanti nyusul. "


"Ayo bareng aja sekarang cukup kok, tuh masih luas ayo naik. "


"Ya udah, cukup ga? " aku naik mobil bersama ibu tetangga ku.


"Cukup, ayo.. ayo.. "


Ya Allah terimakasih banyak, pertolongan mu sangat dekat dan nyata, aku berniat jalan kaki ke sekolah. Tanpa di duga ternyata tetangga ku yang baik hati rela mengeluarkan mobilnya demi mengantar ponakan aku.


Akhir-akhir ini memang Allah selalu menunjukan kuasanya kepada ku, Alhamdulilah aku sangat bersyukur ya Allah, mungkin sebentar lagi segala keadilan terhadap ku juga akan terlihat nyata, hukum tabur tuai, hukum karma itu memang ada, siapa yang menanam kebaikan akan dibalas kebaikan, siapa yang menanam keburukan akan menerima balasan keburukan juga. Serapat-rapat nya menutupi bangkai, pasti pada akhirnya bau nya akan kecium juga. Setiap apa yang aku ucapkan menjadi nyata, aku sendiri agak sedikit takut, dengan perjalanan hidup ku sekarang seperti sedang menonton Drama tapi bukan Drama korea, melainkan Drama kehidupan. Suatu saat Allah akan menunjukan semua keadilan siapa yang benar dan siapa yang salah. Maha besar Allah dengan segala kuasanya.


Ada pesan whats app masuk dari Kevin.


"Assalamu'alaikum, Zara ada dirumah kan hari ini? "


"Wa'alaikumsalam, ga ada mau nganter ponakan perpisahan sekolah."


"Seharian? "


"Ga tau. "


"Pulang jam berapa? "


"Ga tau juga. "


Aduh seperti nya Kevin mau ke rumah aku deh, tapi aku belum siap dan belum mau ketemu orang baru juga.


"Iya udah ga apa-apa. " Kevin membalas.

__ADS_1


"Iya. "


Ya Allah semoga Kevin ga kerumah hari ini, aku belum siap, kasian kan jauh-jauh dateng dari Bandung sedangkan hati ku aja belum jelas mau nya seperti apa. Belum siap menerima orang baru juga.


__ADS_2