SOULMATE

SOULMATE
96


__ADS_3

Aku menjalani hari-hari ku sendiri, tapi aku merasa sangat bahagia, rasanya nyaman sekali. Fokus mengembangkan usaha, fokus kepada anak, fokus membahagiakan orang tua. Tidak lagi memikirkan jodoh, karena aku percaya siapapun jodoh ku jika sudah waktu nya bertemu pasti nanti dipertemukan.


Banyak waktu luang yang bisa aku pake untuk menulis sambil menunggu toko, dan menunggu pelanggan datang. Sekarang aku sadar untuk apa terus mengejar dunia, untuk apa mengejar jodoh. Yang ada cape sendiri. Mending fokus memperbaiki kualitas diri, mendekatkan diri kepada tuhan, rajin beribadah. Menjalankan setiap perintah nya dan menjauhi larangan nya, itulah tugas manusia yang sesungguhnya di bumi ini. menyerahkan segala urusan, hasil akhirnya ada ditangan tuhan, yang penting kita selalu melakukan apa pun dengan baik dan mengharapkan Ridho Allah dalam semua hal yang kita kerjakan.


Zara Aprilia seorang wanita tangguh 28 tahun yang sudah mengalami lika-liku perjalanan kehidupan, jatuh bangun tapi tidak pernah membuat nya menyerah terlalu lama, meski sakit, terluka, patah hati dia akan bangkit kembali karena mimpi nya sangat besar mempunyai usaha mandiri yang sukses untuk masa tua nya nanti.


Zara aprilia usia 5 tahun, kehidupan masa kecil nya yang tidak mudah, disaat anak-anak lain bermain dengan mainan kesukaan nya. Zara dibawa ibu kepasar setelah shalat subuh kami berangkat ke pasar Sukabumi, Belanja sembako.


Zara kecil dititipkan di grosir langganan ibu ketika ibu belanja keperluan lain, karena ayahku kerja di Jakarta kakakku sekolah SMP, Zara kecil selalu dibawa ibu kepasar.


Aku selalu memperhatikan pegawai grosir dari umur aku 5 tahun, maka dari itu jualan sudah masuk kedalam otak bawah sadar ku sejak kecil. Belum lagi ketika ibu membawa ku keliling pasar untuk membeli sayuran, aku di titipkan lagi di tukang ikan.


Pulang nya aku paling suka duduk di depan di dalam angkutan umum, di tumpuk dengan dus-dusan belanjaan ibu.

__ADS_1


Ketika Zara 6 tahun, kami sekeluarga memutuskan pindah rumah, karena mendapatkan trauma parah di rumah lama, setelah mengalami bertubi-tubi kecelakaan. Pertama ayah ku kecelakaan di mobil Jari tangan nya patah, kedua kakakku tertabrak motor ketika pulang sekolah SMP, ketiga ketika aku umur 5 tahun Jari tangan ku terluka parah karena tertimpa besi ketika aku loncat dari tempat tidur setelah aku memaku dinding untuk memasang balon-balon dikamar ku, Zara kecil memang terlalu aktif. Sampai saat ini luka ditangan ku masih ada dan membekas.


Ibu yang sakit gatal ditelapak tangan yang tak kunjung sembuh sampai-sampai tangan nya seperti bersisik, dan usaha nya pun mulai sepi tiba-tiba. Keluarga kami bangkrut.


Maka dari itu kami sekeluarga memutuskan untuk pindah rumah. Menjual rumah lama dan pindah ke rumah baru memulai semua nya dari nol lagi.


Pindah ke rumah baru, bukan dengan keadaan nyaman. Karena rumah nya belum selesai hanya selesai satu kamar tidur saja untuk kita semua tempati, belum ada pintu jendela bahkan masih berlantai tanah.


Aku mulai masuk sekolah dasar waktu itu. Aku sarapan pagi hanya dengan nasi dan garam yang digoreng memakai bawang merah, Sambil memandangi Fajar yang terbit dari timur karena waktu itu rumah ku belum punya pintu hanya dihalangi lemari ketika waktu malam tiba. Tapi hati Zara kecil tidak pernah merasa sedih. Yang ada senang sekali hati nya dengan menikmati udara sejuk dipagi hari setelah subuh.


Untung saja dari Sekolah Dasar sampe SMK aku selalu mendapat beasiswa prestasi sehingga dapat membantu ibu dan ayah membiayai sekolahku. Untuk Kuliah aku tidak ambil beasiswa nya. Aku tolak, karena beasiswa nya untuk kelas reguler, sedangkan jika aku ambil kelas reguler aku tidak akan bisa kerja. Dan aku tidak mau membebankan ibu untuk memberikan ongkos kuliah tiap hari.


Zara kecil selalu mendapatkan bully dari teman-teman karena status sosial. Tapi Zara kecil tidak pernah peduli ketika teman-teman semua membawa handphone Nokia pada zaman nya. Zara kecil lebih memilih belajar membaca buku dan berjualan. Jualan gorengan sejak SD kelas 4 bahkan sampai jualan Accesories yang Zara ambil langsung dari pabriknya. Alhamdulilah apapun yang Zara jual selalu laris manis.

__ADS_1


Masa SMP, masa dimana orang-orang sedang suka bermain-main dengan berbagai macam nama geng nya, Berbeda dengan Zara, Zara yang selalu dibilang kuper, gak pandai bergaul, selalu menyendiri tapi kalo urusan dagang Zara jagonya. Zara yang sibuk berjualan demi untuk mendapatkan keuntungan supaya bisa punya uang untuk ongkos, karena sekolah nya jauh dari rumah sehingga harus naik angkutan umum. Penghasilan ayah kecil, dan penghasilan ibu juga. Mereka sedang fokus membiayai sekolah SMA kakak ku. Ketika masa SMP hobi yang Zara miliki berbeda dengan teman-teman yang lainnya, bahkan tontonan kesukaan Zara pun Metro tv Acara Bapak Mario Teguh, Mario Teguh Golden ways yang di Pandu oleh mas Hilbram Dunar.


Ketika Masuk SMA, teman-teman berlomba-lomba untuk daftar sekolah negri, tapi aku memilih sekolah di SMK swasta, karena waktu itu lebih murah di SMK swasta dari pada di SMA Negri. Aku tidak bisa memilih SMA favorit karena aku tau kemampuan orang tua ku seperti apa.


Aku Daftar ke SMK Swasta, mengambil jurusan Akuntansi. Komentar tidak mengenakan lagi-lagi yang aku dapatkan ketika aku daftar no 1 ke sekolah SMK swasta tersebut.


Bapak Kepala kesiswaan mengarahkan ku untuk memilih jurusan TKJ atau RPL saja karena untuk jurusan Akuntansi ga akan mudah, aku tidak akan mampu dia bilangnya, bahkan banyak siswa akuntansi yang pingsan ketika uji kompetensi akhir karena pusing. Dia heran kenapa aku tidak daftar ke sekolah Negri dulu. Dan aku berkata padanya.


"Pak kalo saya tidak masuk peringkat 1-3 dikelas selama nanti sekolah disini di Jurusan Akuntansi. Bapak boleh menahan Ijazah saya ketika nanti saya selesai sekolah disini pak, dan jangan nyatakan saya lulus dari sini. Gimana? "


Bapak kepala kesiswaan terdiam dan mengambil formulir pendaftaran saya. Seiring berjalan nya waktu sekolah SMK disana, alhamdulilah setiap semester Zara selalu mendapatkan beasiswa prestasi dan Zara selalu lapor kepada Bapak kepala kesiswaan.


Dia hanya bisa terseyum. melihat perkembangan belajar ku disitu. Bahkan ketika Zara berangkat Olimpiade Akuntasi ke IBI Kesatuan Bogor. Bapak Kepala kesiswaan hanya melongo menatapku. Waktu itu yang berangkat dari Sukabumi hanya 2 sekolah. SMK aku dan BPK Penabur.

__ADS_1


Aku dan guru Akuntansi tercinta ku berangkat naik kol Setan jurusan Bogor setelah shalat subuh, turun dipasar berjalan kaki menuju gerbang IBI Kesatuan Bogor. Lucu nya ketika sampai Gerbang orang lain memakai kendaran pribadi ketika turun ternyata kebanyakan orang Chinese yang mengikuti olimpiade nya. Aku lihat kakiku memakai sendal jepit yang kotor karena melewati pasar. Aku dan ibu guru tertawa sambil mengganti sepatu ku di gerbang IBI Kesatuan Bogor. Dari 400 peserta, aku lolos ke 20 besar. Dari 20 besar aku lolos ke 5 besar. Sayang nya untuk masuk babak final aku gagal karena materi yang aku dapatkan di sekolah belum sampai pada materi yang diolimpiade kan. Materi Olimpiade Tingkat Kelas 2 SMK waktu itu baru aku dapatkan ketika aku kelas 3 SMK. Mungkin pelajaran SMK diluar Sukabumi satu tingkat lebih unggul pada waktu itu apalagi orang Chinese. Tingkat kecerdasan nya satu tingkat di atas pengetahuan aku waktu itu. Tak apa jadi pengalaman.


__ADS_2