SOULMATE

SOULMATE
Hari pertama kembali bekerja


__ADS_3

Dokter Yopi memarkirkan mobilnya di barisan dokter Rumah Sakit.


"Selamat pagi, dok" sapa salah satu perawat.


"Ya, selamat pagi" jawabnya.


"Tumben ya dokter Yopi begitu, biasanya dia cuek bener. Apa karena dia sudah bahagia ya?" sahut perawat lainnya.


Aa berjalan menuju ruang dokter, sebelun masuk ke ruang praktiknya.


"Selamat pagi, bro" ucap dokter Andra.


"Bahagia amat keliatannya" lanjutnya.


"Hahaha.. " Aa tertawa,


"Bisa aja. Gue kan sekarang ada yang urus, bahagia dong"


"Bisa-bisanya lu cinlok sama pasien ya" ucap dokter Andra.


"Kata siapa? Ine itu pacar gue dari SMA. Gue lama pacaran sama dia." jelasnya


"Berarti, lu CLBK, dong ya?"


"Gue gak pernah CLBK. Perasaan gue ke dia, sama seperti perasaan gue kenal dia. Cuma bedanya situasi yang berbeda"


"Widih.. seru nih, trus" dokter Andra semakin penasaran.


"Dah... gue mau ke ruang gue." kemudian Aa meninggalkan dokter Andra yang masih ingin mendengar ceritanya.


# Di Kantor Ine


Aku mengetuk pintu ruang kerja Igun.


"Permisi, pak." Kemudian, menyerahkan berkas yang harus di tanda tangan.

__ADS_1


"Sudah diperiksa semua, Ne?"


"Sudah, pak." sambil membukakan lembaran yang harus di tanda tangan.


"Oh ya, apa jadwal saya hari ini?"


"Bapak harus mengecek persiapan pembukaan perumahan yang di daerah Cinere siang ini,"


"Ok." sambil menutup berkas yang harus ditanda tangan.


"Nanti kamu ikut aja, sekalian nanti langsung pulang. Biar gak bolak balik ke kantor." ucap pak Indra Gunawan.


"Baik, pak." kemudian aku keluar dan melanjutkan pekerjaan yang seminggu aku tinggalkan.


Suara ponselku berdering, ku lihat sebuah pesan WA, tertulis "Dokter Yopi"


"Jangan lupa, vitamin di minum ya sayang, jangan terlalu capek. Love you" isi pesan singkat itu diakhiri dwngan stiker kiss.


"Siap, pak dokter. Love you more"


"10 menit lagi, siap ya.. Kita berangkat." ucap Igun.


Aku yang masih di depan tumpukan kertas, harus menyelesaikan dan menutup semua berkas itu.


"Lu udah makan belom, ne?" tanya Igun dalam perjalanan.


"Gue lupa, jangan bilang Aa ya, nanti dia marah pula. Tadi pagi, dia secara gak langsung, nyuruh gue resign, alesannya takut gue kecapekan"


"Aaah.. lu mah. Nanti gue yang diocehin dia. Terus, kalo lu resign, gimana kerjaan gue. Gue udah enak kerja sama lu, gak sungkan nyuruh lu. Lagian kerjaan lu cepet. Beda sama sekretaris gue yang lama"


"Iya.. maap.. Mampir beli gorengan aja kalo gitu ya, perut gue laper" ajakku.


"Penyakit lu mah" ucap Igun dengan nada sedikit kesal.


Igun turun membeli gorengan dan air minum.

__ADS_1


"Makan, nanti kata laki lu, gue nelantarin bininya pula"


"Makasih bos" ucapku.


Persiapan pembukaan perumahan baru yang direncakan seminggu lagi, membuat kami kerja ekstra keras.


Aku mencatat semua yang harus diperbaiki. Aku mengikuti, setiap langkah Igun. Sampai akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 16.30.


"Bilang sama Aa, gue yang anter lu pulang. Kasian kan kalo doi muter, lu belom sampe"


Aku menelponnya untuk mengabarkan keadaan.


"Hm.. ya sudah, nanti Aa tunggu di supermarket pintu masuk cluster ya. Kan tadi udah janji sama Alka mau belikan es krim"


dia mengingatkan.


Kalau tidak diingatkan, mungkin aku lupa akan janjiku.


1 jam setengah, kami tiba di depan cluster perumahan kami.


"Gue balikin bini lu ya dengan baik" kemudian Igun tertawa, dan kemudian dia pergi dengan mobilnya.


"Gimana hari ini, sayang?" tanyanya sambil menggenggam tanganku ketika memasuki area supermarket itu.


Aa terhenti ketika berada di bagian susu, matanya melihat susu hamil.


"Yok.. udah nih" ajakku


Dia menarik tanganku.


"Sayang, kalau Aa beliin susu ini, gimana?"


Aku membacanya, susu untuk persiapan menjelang kehamilan.


Aku menoleh, dan mengangguk.

__ADS_1


Mukanya langsung memerah, dan mengecup tanganku.


__ADS_2