SOULMATE

SOULMATE
The Last


__ADS_3

Aku terjaga, karena ku rasa memeluk guling yang besar. Ternyata aku memeluk pinggang Aa. Aku terkejut, dan melihat matanya yang masih terbuka.


"Maaf, Ine tidurnya nakal ya, sampai Aa tidak bisa tidur."ucapku menyesal.


Pandangannya lurus dan berkata,


"Aa gak bakal kuat kalau begini,"


Aku menaikkan tubuhku ke atas bantal.


Kulihat matanya yang sepertu mata panda, menandakan dia tidak tidur. Jadi setelah jam 3 subuh itu, dia tidak tidur lagi. Aku menepuk-nepukkan bantal, dan aku meminta dia tidur di bantal itu.


"Terima kasih, sudah menjaga Ine" ucapku sambil melingkarkan tanganku di tangannya.


"Ya sudahlah. Aa mau mandi saja, sholat, dan olahraga sebentar, untuk menghilangkan rasa-rasa" dia bangun dari tempat tidur, lalu pergi menuju kamar mandi. Aku hanya tersenyum melihat ulahnya.


Kakiku cepat sembuh dengan perawatan dokter yang handal nan cerewet. Hahaha.. Iyalah dokter Yopi Adrianus.

__ADS_1


Hari menjelang pernikahan semakin dekat, undangan sudah disebar, persiapan sudah selesai. Kami memutuskan untuk ziarah ke makam mami, bermaksud meminta restu untuk acara besok. Mam, seandainya mami ada di sini, Ine yakin, mami akan bahagia seperti apa yang kami rasakan. Semoga mami tenang di sana, dan doakan kami selalu dalam cinta.


Keluarga almarhum suamiku, papanya Alka sudah memberi izin untukku melanjutkan kehidupanku.


"Umi turut bahagia, Ne.. Umi hanya berpesan, tolong jaga Alka. Umi yakin, Ine bisa memenuhi permintaan umi." itulah ucapannya ketika aku meminta restu untuk menikah lagi.


Aku tidak ingin pesta besar. Sederhana tapi bermakna, dan harapanku, this is the last. I wanna long life with him. Dengan dia, orang yang aku cinta. Kami mewujudkan cintaku dan cintanya dalam sebuah tali ikatan yang dinamakan pernikahan.


Hari itu, semua sudah disibukkan dengan persiapan pernikahan kami, Kami hanya mengundang saudara, tetangga dekat, dan kolega dariku dan dari Aa.


Aku memakai kebaya putih, dengan riasan sederhana. Alka mendekatiku.


Ku peluk anak kecil itu.


"terima kasih sayang, kita tunggu papa dokter ya" kemudian dia mengangguk sambil memainkan hotwheals nya.


Aku hanya mendengar kata "sah" yang diteriakkan oleh orang di luar. Ya, aku belum keluar dari kamarku, ketika akad itu terjadi. Aku bertanya kepada sepupuku, mbak siska. Mbak siska adalah seppupu yang paling dekat denganku. Dan dia paling tahu cerita antara aku dan Yopi di masa lalu.

__ADS_1


"Gimana, mbak?" tanyaku


"Selamat ya dek. Akhirnya, kalian mewujudkan cinta kalian" dia memelukku.


Aku terpana, dan mataku berkaca-kaca. Apakah ini bukan mimpi?


"Ayo, Ne.. siap-siap keluar. Di luar suami ine sudah menunggu dan mau melihat istrinya." kalimat dari penata riasku, makin membuat aku deg-degan.


Aku keluar dari kamarku, menuju ruang tamu. Semua orang melihatku, Mbak Ike dan mbak Linda meraih tanganku.


"cantiknya"ucap mbak Linda.


Aku semakin grogi.


Ku lihat Aa memandangku dengan mata yang tidak berkedip.


Dia tersadar karena penghulu yang menikahkan kami, mengolok-oloknya. Dan mukanya langsung merah. Semua yang ada di ruang itu, langsung tertawa.

__ADS_1


Kami duduk bersandingan di depan penghulu. Aa memasangkan cincin pernikahan, demikian juga aku nemasangkan cincin itu di jari manisnya. Aku mengecup punggung tangannya. Penghulu, kemudian menjelaskan semua sigah taklik yang ada di buku nikah.


Prosesi akad itu, selesai. Lega rasanya, penantian 11 tahun, akhirnya menyatukan kami. Mungkin ini cara Allah menyatukan cinta kami.


__ADS_2