
"Hey, ngelamun aja. Udah beres nih. Ayo pulang. "
Hilmi mengagetkan aku.
"Oh iya, ayo pulang." Sambil tertawa kita menuju ke mobil.
"Tuh A Rangga lagi apa disana, kaya anak terlantar ya dipinggir jalan gitu. "
Hilmi menunjuk kesebrang jalan.
"Mana? "
Aku bertanya dan melihat ke sekitar toko.
Aku tertawa dan melihat nya sambil menuju mobil bersama Hilmi.
"Oh iya, lagi apa dia. " aku bertanya.
"Entah lah "
Aku membuka bagasi belakang mobil ku.
"Eh, salah. ada gas lupa."
Hilmi tertawa.
"Dipintu samping buka aja."
__ADS_1
"Siap teh. Masih ada barang nya di dalem, aku ambil dulu ya. "
Aku mengikuti Hilmi ke dalam toko lagi.
Udah selesai semua barang nya masuk. Aku menyebrang jalan untuk menghampiri a Rangga.
"Lagi apa? "
"Lagi duduk. "
Aku lihat dia duduk seperti anak kecil yang menunggu ayah nya pulang dengan wajah sendu.
"Udah tanya a Fadli belum, tawarin mobil aku? "
"Belum, bilang sendiri aja langsung. Aku lagi sibuk, pusing. "
"Oh, udah tanya si Om tentang belanjaan kalo mau dianter gimana?"
"Nanti di obrolin lagi. "
Heuuuh... nanti nya entah kapan. Dia tidak melihat wajahku. Bicara nya sambil memandang kejalan.
Sedangkan aku berdiri disamping nya.
Aku lihat rambutnya. Rasanya ingin aku jambak-jambak dia. Tapi aku ingat lagi, jangan kan menjambak rambutnya, menyentuh kepala nya pun tidak boleh. Aku harus memberikan dia uang jika kita menyentuh kepala seorang anak yatim.
Ga jadi deh, aku kan ga bawa uang lebih. Jika aku menjambak rambutnya aku akan berdosa, sabar.... sabar...
__ADS_1
Ada ibu warung keluar dan bertanya kepada A Rangga.
"Tumben A Keluar? "
"Iya bu, nyari yang bening-bening. Kali aja nemu, ada yang nyantol gitu yang lewat. "
Si ibu kembali ke dalam, melihat wajahku dan tersenyum.
Aku berbicara dalam hati, terus aja kamu nyari. Sampai menemukan wanita yang sempurna dimata mu, wanita surga yang cantik jelita. Setelah mendapatkan hatinya, kamu cari lagi yang baru, teruslah seperti itu sampai kamu puas ya. Siapa yang tidak luluh, wanita mana yang tidak akan kamu dapatkan. Tidak peduli perasaan wanita nya seperti apa, Hebat sekali A Rangga. Semoga kamu selalu beruntung ya.
"Kapan mau nengokin ibu, nanyain kamu terus tuh. "
"Insya Allah nanti, kalo udah ga sibuk."
"Bisa dipegang ga insya Allah nya? nantinya kapan? Hari kiamat kah?"
Ibu selalu memikirkannya. Setidak nya kamu bisa melihat nya sebentar saja. Dan bicara dengan ibu, aku tidak akan meminta mu untuk menikah dengan ku, aku tidak akan memaksa orang yang tidak mau, untuk apa. Setidaknya kamu melihat kondisi ibu sekarang. Jika kamu manusia dan masih punya hati dan perasaan.
Tapi jika kamu memang tidak peduli, mungkin saja kamu bukan manusia, kamu tidak punya hati. Karena tidak ada salahnya sebagai seorang teman kamu sedikit punya rasa peduli pada ibu. Datang menjenguk ibu baik-baik. Aku tidak akan membunuhmu, atau mecekik mu. Meskipun hati sangat ingin. ha. ha..
"Aku pulang ya."
"Iya. "
Aku berlalu, menuju mobilku.
Semoga kamu menemukan yang bening seperti yang kamu inginkan itu ya. Tapi ingat jika kamu sudah menemukan nya, jangan pernah kamu sia-siakan. Karena wanita juga punya hati dan perasaan dan juga do'a.
__ADS_1