SOULMATE

SOULMATE
i Miss you


__ADS_3

"Bu Ine.." suara itu kembali memecahkan lamunanku.


"Oh maaf. Kekey?" tanyaku pura-pura lupa


"Ya bu, ibu masih inget saya?" tanyanya lagi.


Tentu gue inget lu, lu salah satu perempuan yang menghancurkan kehidupan gue di masa lalu. Dan sekarang elu kembali dihadapan gue. Lebih baik kita pura-pura gak saling kenal lagi. Gak usah munafik.


Batinku berteriak.


Aku mengangguk dan meminum lemon yang aku pesan tadi.


"Apa kabar, key?" tanyaku dengan rasa yang berat, dan aku harus tersenyum. Aku tidak mau merusak reputasi suamiku yang bekerja di sini. Seorang dokter senior yang dikagumi oleh dokter muda.


"Baik, bu. Ibu apa kabar?" tanyanya yang aku tau dia berpura-pura. Kelamaan di sini, buat aku gerah.


"Hm baik. Ada apa di sini? Siapa yang sakit?" tanyaku.


"Anak saya, bu.. Bu Ine.. Maafkan kesalahan saya di masa lalu."


"Sudahlah, saya tidak mau mendengar kisah lalu" potongku. Kemudian aku mengambil ponselku yang ada di dalam tas.


M : "Assalamu'alaikum, pak Min. Sudah dekat belum?"


PM : "Wa'alaikumussalam, nak. Masih terjebak macet. Maaf ya nak. Nanti kalau sudah dekat pak Min telepon ya nak"


M : "Baiklah. Saya tunggu ya pak, saya sudah selesai"


Aku melihat jam di tanganku, sudah hampir 2 jam aku di sini, sebenarnya sih aku tidak masalah, kalau sendiri, tidak dengan dia yang berdiri di sebelahku.

__ADS_1


"Saya permisi ya, key. Saya harus menemui seseorang dulu" ucapku pamit dan meninggalkannya.


Padahal aku tidak tahu harus kemana, tapi akhirnya aku menutuskan untuk duduk di depan ruang praktek Aa.


Aku tersenyum melihat papan yang bertuliskan dr. Yopi Adrianus, Sp. PD


Melihatnya memperjuangkan sampai ke titik itu, membuat aku terharu dengan ceritanya.


Aku mengambil foto depan ruangan itu, dan aku jadikan status WA ku, dengan kalimat


#Selamat kerja calon papa, Semangat sayang.


Ponselku berdering.


"Sayang, masih belom di jemput ya,"


suara itu dari si calon papa.


"Love you more, to the moon and back"


Aku tersenyum, dan mematikan panggilan itu. Kalimatnya membuat aku tenang kembali, setelah emosi yang membara. Aku mengeluarkan headsetku dan mencoba mendengarkan lagu, "Pencuri Hati-Armada"


Aku senyum sendiri.


Seorang perawat menghampiriku,


"Bu Ine, dokter Yopi, menitipkan ini"


Kemudian, dia kembali ke ruangan dokter Yopi, dan memanggil pasien lain.

__ADS_1


"I miss you"


secarik kertas itu membuat aku tertawa kecil. Ada-ada saja kelakuannya.


Ponselku berdering. Itu panggilan dari pak Min.


"Assalamu'alaikum, nak. Bapak udah di depan pintu masuk."


"Wa'alaikumussalam, ya pak. Ine keluar".


jawabku, dan segera berlalu dari tempat duduk itu.


"Sayang, Ine udah di jemput. Love you" pesan singkat itu ku kirimkan kepadanya.


Aku segera berlalu dari rumah sakit. Alka ternyata ikut.


Aku memeluknya.


"Mama, Alka mau makan MC. *, boleh?"


tanyanya.


"Mama bilang papa dulu ya sayang"


Aku mengambil ponselku.


"Sayang, Alka ikut jemput, Alka ngajak Ine makan dulu. Ine pergi sama Alka ke Mc. * ya."


"Mama, mau makan dulu" rengek bocah putih dengan mata bulat itu.

__ADS_1


"Ya sayang, Pak Min.. kita mampir makan dulu ya, di tempat biasa" ucapku kepada pak Min.


"Baik, nak" Dan kami pun menuju tempat yang Alka mau


__ADS_2