SOULMATE

SOULMATE
99


__ADS_3

Setelah beberapa bulan mencicil hutang ayah dari hasil kerja ku, Ternyata Bos ayah datang ke rumah dan membebaskan hutang-hutang ayah, karena hutang itu adalah hutang nasabah bukan hutang ayah aku, ayah ku hanya sebagai pegawai saja. Alhamdulilah tuhan selalu memberikan jalan keluar kepada setiap kesulitan yang aku dan keluarga lalui.


Ayah ku masih nganggur, kerjaan nya pergi ke gunung nyari burung yang tidak menghasilkan uang. Paling juga dapet 1 bulan itu 20 ribu rupiah saja.


Setelah 3 bulan menjalani masa training kerja sebagai QA akhirnya Zara dipindah langsung jadi Admin memegang 1200 karyawan. Bukan perkara mudah karena waktu itu Zara mengganti Admin lama yang kabur karena tidak kuat mengurusi karyawan departemen yang aku pegang saat itu.


Selalu memulai hal apapun dari nol. Zara ditunjuk Mr. Bae untuk menjadi Admin nya. Sampai aku resign pun Selama 7 tahun aku bekerja di pabrik sepatu aku tidak pernah pindah bagian selalu harus memegang departemen ini. Karena tidak ada orang lain yang mau dan tidak ada yang cocok pula dengan Mr. Bae dan Pa Tigor. Batak dan Korea bersatu dengan sifatnya yang sama-sama keras, mendidik Zara dari Zara yang suka menangis sampai menjadi Zara yang tahan banting. Bukan hal yang mudah menjalani pekerjaan bersama 2 orang ini yang berwatak keras selalu bertentangan pendapatnya dan aku harus selalu menjadi penengah diantara bapak-bapak ini. Tapi setiap aku ingin menyerah aku selalu ingat kata-kata ibu. Kalo Zara berhenti kerja ibu dan ayah mau makan apa, itulah yang selalu menguatkan aku sampai bertahan bekerja 7 tahun di pabrik sepatu ini.


Pa tigor pernah berkata pada Zara.


"Zara ingatlah, jika nanti kamu keluar dari pabrik ini terutama dari departemen ini. Bapak yakin kamu pasti akan kuat menghadapi ujian apapun yang nanti akan kamu lalui dalam kehidupan mu. Anggap saja disini kamu sedang belajar tentang kerasnya hidup. Mengasah mental kamu supaya tidak mudah menyerah dengan kehidupan."


"Iya pa do'ain Zara sukses ya pa.


"Iya selalu. Bapak tau kamu kuat meskipun cengeng."


Aku tertawa.

__ADS_1


Dan aku juga selalu ingat kata- kata pa Dani atasan ku di departemen yang sama dengan Adrian waktu itu.


"Jangan pernah puas untuk berdiam di zona nyaman. Hidup itu penuh tantangan, kamu harus bisa melalui semuanya dengan baik. Dan melakukan apapun harus sesuai prosedur dan aturan, agar ketika kita melakukan kesalahan pun tidak akan fatal. Kita bisa sedikit lebih mudah untuk memperbaikinya. "


Mereka adalah mentor-mentor terbaik yang pernah aku temui dalam perjalanan hidupku. Mereka selalu mengajarkan ku dengan sifat mereka yang keras terkadang menyakitkan bahkan tak segan menbuat ku menangis, tapi tujuannya adalah untuk menjadikan diriku menjadi orang yang lebih baik. Pelajaran nya tidak pernah aku lupakan sampai saat ini.


Seperti hal nya A Rangga, aku rasa perkataan nya benar. hanya saja sikapnya yang membuat ku sakit hati dan menangis. Tapi tujuan dia baik menjadikan ku pribadi lebih baik sekarang. Perubahan nya kedalam pribadi diriku nyata setelah aku mengenal A Rangga aku lebih sering introspeksi diri, memperbaiki diri. Bahkan tentang arti pernikahan pun aku belajar dari tujuan pernikahan nya a Rangga. Bahwa pernikahan itu bukan hanya menyatukan hati, namun juga menyatukan jiwa, ego, pribadi, pemikiran yang berbeda demi tujuan yang sama.


Sedangkan dulu ketika aku memutuskan untuk menikah dengan Ditto aku tidak pernah berfikir sampai sedalam itu. Aku bertemu Ditto berkenalan lalu ibu dan ayahnya datang ke rumah kemudian lamaran langsung menikah. Aku tidak tau latar belakang Ditto seperti apa.


Satu hari sebelum pernikahan Ditto berkata jujur padaku, kalo dia sebenarnya bukan lah seorang perjaka karena dulu dia pernah berpacaran selama 9 tahun dan tinggal bersama mantan pacar nya waktu dia kuliah.


Subhanallah sekali ya, aku menangis dan berbicara dengan ibu, apa aku harus tetap melangsungkan pernikahan atau bagaimana.


"Tak apalah Zara, karena laki-laki itu tak ada bedanya baik perjaka ataupun bukan untuk laki-laki sama saja. Yang penting kamu sudah dibuatkan rumah oleh calon ayah mertua mu, ayah mertua mu sangat sayang sama kamu Zara. "


"Tapi bu untuk apa selama ini Zara mempertahankan kesucian Zara kalau pada akhirnya suami Zara seperti itu, bukan kah Jodoh cerminan diri kita bu. Bukankah wanita baik untuk laki-laki baik pula bu. "

__ADS_1


Ibu tidak berkata apa-apa karena yang dipikirkan nya materi-materi dan materi. Bahkan aku menikah dengan Ditto pun bukan didasari dengan Cinta yang tulus tapi karena materi juga.


Setelah menikah dengan Ditto aku mendapat bullying lagi dari pihak saudara ibu mertua, dari adik kandung Ditto mereka memandang ku sebelah mata. Karena perbedaan status sosial antara aku dan Ditto. Aku tidak bisa menjadi sosialita seperti mereka karena aku hanya orang biasa, orang kampung yang tidak tau apa-apa.


Lain halnya dengan ayah mertua yang sayang banget sama aku, bahkan mbah pun ibu nya ayah Handoko berterima kasih sekali padaku karena sudah mau menikah dengan Ditto. Mbah merasa sangat beruntung Ditto bisa menikah dengan aku.


Tahun demi tahun berlalu, ada bahagia ada juga pertengkaran bahkan berakhir dengan perceraian karena memang sampai pada akhirnya aku dan Ditto masih saja berbeda pemikiran. Zara yang berfokus pada rumah tangga, Zara yang berfokus pada masa depan. Zara yang berfikiran dewasa sebelum waktunya. Berbanding terbalik dengan pemikiran Ditto yang santai, suka dengan dunia malam, suka foya-foya, Berkumpul dengan teman-teman dan ingin hidup bebas. Akhirnya kami berpisah dan memilih jalan hidup masing-masing.


Terakhir kali aku bertemu ayah mertua ku, aku diberi sebuah buku. Ayah Handoko bilang itu adalah warisan dari ayah untuk ku. Buku yang berjudul 7 Keajaiban Rezeki penulisnya Ippho 'Right' Santosa pakar otak kanan. Yang didalam nya tertuliskan tulisan tangan ayah Handoko teruntuk Ananda Ditto anakku. Ayah Handoko malah memberikan buku itu kepadaku bukan kepada Ditto karena Ditto kekirian jadi ga akan nyambung buku ini untuk Ditto.


Terakhir kali aku berkomunikasi dengan ayah Handoko.


"Ayah, Zara udah tidak sanggup lagi dengan Ditto, Zara menyerah Ayah, Zara udah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan amanah ayah ketika Zara menikah dengan Ditto, Ayah menitipkan Ditto kepadaku, perhatikan kelakuannya, perhatikan pergaulan nya, perhatikan shalatnya. Ajak Ditto menjadi pribadi yang lebih baik. Ayah serahkan Ditto sama kamu. Tapi sekarang Zara tidak bisa memenuhi keinginan Ayah. Maaf kan Zara ayah."


Terakhir aku mendengar kabar ayah Handoko sakit, sekarang loss contact aku tidak tau kabarnya.


Aku memahami bahwa kita tidak bisa merubah sifat orang lain. Yang harus kita rubah adalah sifat dan kelakuan diri sendiri, jika sudah tidak bisa bersama untuk apa dipertahankan. Karena mungkin takdir Allah juga mengharuskan Aku dan Ditto berpisah.

__ADS_1


__ADS_2