
Pagi itu, Aa mengajakku lagi untuk konsultasi dengan dokter kandungan.
"Aa cuma mau memastikan, keadaan Ine baik-baik saja." ucapnya ketika sampai di rumah sakit.
"Aa absen dulu ya" ucapnya di depan ruang dokter.
"Wah, Ineke.. Ikut dokter Yopi?" sapa dokter Andra.
Aku tersenyum.
Kemudian dokter Andra berlalu.
#Di dalam ruanh dokter
"Ineke ikut?" tanya dokter Andra
Aa mengangguk
"Sakit? " tanyanya lagi
Aa menggeleng.
"Apaan sih, ngangguk, geleng."
Aa tertawa, "Gue mau bawa konsul aja, doain lancar ya." kemudian Aa keluar dari sana, dan menghampiriku yang menunggunya.
Dokter Andra hanya melongo.
Aa sengaja menelpon bagian administrasi, minta tolong diambilkan nomor ke dokter kandungan, karena Aa akan melanjutkan aktifitasnya. Jadi begitu dokter Yusuf sampai, namaku dipanggil.
__ADS_1
"Selamat pagi, dok." ucap Aa.
"Selamat pagi, loh.. ada apa yang membawa dokter penyakit dalam ke ruangan saya" tanya dokter Yusuf
"Hahaha.. dokter bisa saja. Perkenalkan dok, ini istri saya. Kemarin cek urine, ternyata ada sesuatu di dalam perutnya." jelas Aa
"Baik, kita periksa ya" jawabnya.
Setelah melumuri perutku dengan cairan gel, dokter Yusuf memeriksaku.
"Dokter Yopi bisa lihat dari layar itu ya." ucapnya kepada Aa.
"Bismillah, hm.. ada perkembangan di rahim. Baru 5 minggu. Bagus semua."
Kemudian perawat yang membantu, mengelap perutku karena bekas gel.
Aa membantuku turun dari tempat periksa.
"Bulan depan, periksa lagi ya" ucapnya.
"Oke, dok. Terima kasih." ucap Aa, dan kami pun berpamitan.
"Sayang, tunggu di ruang kerja saja ya. Nanti pak Min jemput kan? ."
"Ine mau ke kantin aja, mau makan ketoprak" jawabku.
"Ya sudah, Aa antar ke kantin"
"Gak usah, kasian pasien udah nunggu."
__ADS_1
"Yakin?"
"Iya sayang" jawabku sambil mengelus tangannya.
"Kabari Aa kalau pak Min sudah jemput ya sayang, dedek, jangan nakal ya nak. Papa kerja dulu." ucapnya mengelus perutku.
"Ya papa.. Dedek janji gak nakal" ucapku menirukan suara anak kecil.
Di kantin aku memesan es lemon dan seporsi ketoprak. Aku membuka ponselku. Mencoba mencari nama Igun. Dan memulai percakapan via WA.
M : "Hi, gun. Sorry ya.. gue izin 2 hari ini, Aa udah mulai over protective nih"
Tak berapa lama, Igun membalas.
I : "Yoi, gue tau laki lu. Besok bisa masuk kan? Banyak kerjaan yang gak bisa gue handle sendiri nih"
M : "Ya, gue usahain ya. Gue lagi bujuk dia. Paling lama, lusa gue masuk ya bos."
I : "Ya udah, gue berharap besar, lu jangan keluar. Tapi kalau emang Aa nyuruh lu istirahat, gue gak bisa bantah doi."
M :"oke deh.. Gue makan dulu ya. Gue abis periksa. Makasih buat izinnya ya"
I :"Sama-sama"
Habis sudah 1 porsi ketoprak itu.
"Bu Ine.. "sapa seorang wanita.
Aku menoleh dari arah suara.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya aku, wanita itu adalah Mikhayla, sekretaris almarhum mas Herli, yang... Aaahh.. sudahlah.. aku tidak mau membahas lagi. Rasa sakit hati keluar kembali. Mengingat penghianatan yang mereka lakukan. Aku seolah tidak mengenalnya. Tapi hati kecilku berkata "itu bukan elu". Tapi..