SOULMATE

SOULMATE
Air mata bahagianya


__ADS_3

"Nak... Ine kenapa?" tanya ayah.


Aa memegang kepalaku. Dan mengeluarkan air mata.


"A.. Ine kenapa?"


"Ya, ada apa yopi?" tanya ibu ikut khawatir.


"Maafkan Aa ya sayang, Ine begini" jawabnya lagi mengecup keningku.


Aku yang duduk di atas tempat tidur periksa, melihat ke arahnya.


Ayah dan Ibu semakin bingung.


"Ibu, dan ayah, bakal dapat cucu lagi" jelas Aa pelan.


Ayah dan ibu saling pandang, kemudian memandangku berbarengan.


Aku yang mendengarnya juga, tidak menyangka akan ucapannya.


"Gak bercanda, deh sayang." ucapku yang masih tidak percaya.


"Terima kasih, bidadariku" dia memelukku.


Ibu dan ayah, memelukku.


"Harus ekstra di jaga ya nak.."


Ayah memeluk Aa. "Jaga Ine ya. Tidak dalam keadaan begini aja, Ine lemah, apalagi begini"


Setelah menghabiskan infus, kami pulang.


"Selamat ya dok.." ucap perawat dan dokter jaga di ruang IGD.


Kami akhirnya pulang,


"Sayang mau makan apa? Nanti dedeknya laper"


"Gak ah.. belom laper"

__ADS_1


"jangan sampe laper, nanti anak Aa gk sehat"


Astaga, dia mulai over nih. Tapi aku tersenyum lagi, wajarlah dia seperti itu. Ini adalah anak pertama baginya.


Sampai di rumah, Aa mengabarkan kondisiku kepada pak Min dan bu Min. Mereka senang sekali.


"Abang jangan nakal ya sayang, kan abang mau punya adik" ucap Aa kepada Alka.


Aa mengambil ponselnya. Dan mengabari mbak Linda.


"Mbak... Ine hamil, mbak" Aa menelpon mbak Linda dan mengabarkan berita bahagia itu.


"Alhamdulillah, selamat ya dek. Mau jadi papa aja, jangan ngeyel lagi. Tanggung jawabnya luar biasa." pesan mbak Linda.


"Nanti tolong kasih tau papi ya"


Kemudian Aa menekan nomor Igun, dan Adit.


Mereka adalah pentolan basket dan berteman dari kecil.. Aa melakukan vc grup


DY :"Gue punya berita bagus nih guys.. Ine hamil.."


A: " Widiw.. bakal ada Aa junior. Keren.. selamat ya"


DY : "Gun... Bini gue harus dalam pengawasan gue.. Nanti kalau dia kuat, boleh kerja"


A : " ati-ati, ne.. Laki lu udah mulai posesif"


M :"iya.. tau gue.. belom apa-apa aja, gue disuruh tiduran aja"


I : "semoga kuat ya, Ne.. gue bakal keilangan lu"


DY : "apa-apaan lu, ngajak duel ya"


dan kami pun tertawa


M: " Izin dulu ya bos"


"Sayang, Aa balik rumah sakit lagi ya" Aa berpamitan, karena dia cuma izin sebentar.

__ADS_1


"Alka, jaga mama ya nak." ucapnya kepada Alka yang ada disampingku, dan Alka pun mengangguk.


"Aku harus kuat, kali ini, Ada Alka yang harus ku urus, aku tidak boleh sakit-sakitan. Dan ini adalah calon baby dari pernikahan yang aku impikan." ucapku sambil memegang perut.


"Alka makan dulu gih sayang, mau makan apa nak?" tanyaku.


"Ayam goreng aja, ma" ucapnya polos.


"Yok turun."ajakku.


"Gak usah. Kata papa, mama harus disini aja, Abang mau jagain mama dan dedek bayi" ternyata Alka berpikir dewasa. Anak itu, bayi itu sekarang sudah besar.


"Kan abang laper. Yok makan"bujukku.


"Tapi, abang yang pegang tangan mama, ya"


Alka, begitulah anak itu, entah perasaan karena akan mempunyai seorang adik, perhatiannya berlebihan seperti papanya.


"Assalamu'alaikum, pak. Ine kemana ya? Saya telpon gak diangkat. Tolong di check ya pak"


"Wa'alaikumussalam, Nak Ine sedang makan siang bersama Alka, dok.. Sebentar saya hampiri nak Ine ya, dok"


"Nak.. Dokter Yopi. " kemudian memberikan ponselnya kepadaku.


"Ya sayang"


"Kenapa telponnya tidak diangkat? Ine dimana?"


"Oh itu, ponselnya Ine ada di kamar, Ine lagi makan sama Alka"


"Turun?"


"Ya, Ine sehat, sayang.. udah gapapa, Ine gak akan bandel. Kalau tidak kuat, Ine gak bakal lakuin" ucapku.


"Ya sudah, Aa percaya, sayang mau dibawain apa?"


"Sekarang belum kepikir sih, nanti ajalah. Ine juga sudah makan kok."


"Jangan lupa minum vitamin yang diberikan dokter Ikhsan tadi ya. Harus diminum"

__ADS_1


Aku tersenyum lucu dengan kekhawatirannya.


__ADS_2