
Hari ini rencana ku pergi ke Cianjur, kumpul keluarga dirumah om dan tante, aku senang. Setidaknya dengan pergi keluar rumah pikiran ku bisa fresh lagi.
"A Jarel ayo siap-siap barang udah masuk mobil, kita jemput nenek dulu dirumah ua."
"Iya. " Dengan antusias nya anakku juga senang mau pergi jalan-jalan keluar.
Aku jemput ibu, ayah dan kakakku, serta keponakan ku semua nya siap. Dan masuk mobil. Aku lewat toko kamu A Rangga. Aku melihat kamu ada didepan sedang duduk di kursi cek barang belanja. Toko nya udah rame aja, padahal masih pagi.
Anakku bilang.
"Nek, tu a Rangga ada. Nanti kalo ketemu mau aa pukul, mau aa jambak rambutnya. Jahat a Rangga nya suka bikin nangis mamah. Aa benci sama a Rangga. "
Semua yang ada dimobil tertawa.
Ibuku menjawab.
"Biarin aa, nanti malu a Rangga nya kalo dipukul sama aa. " dengan mengelus dada, jantung ibuku kambuh lagi. Mungkin karena terlalu over thinking jadinya kambuh. Tapi tetap ikut ke rumah Om dan tante, ga enak juga dengan mereka karena udah bersiap-siap menyediakan untuk kedatangan semua keluarga kita.
Sampai di rumah Om dan tante, mereka langsung menyambut kami dengan bahagia.
__ADS_1
"Yang lain nya mana? "
tanya tante kepada ku, karena sepupu-sepupu belum terlihat.
"Belum tante, baru pada berangkat tadi pas ditelpon. Kita sih berangkat duluan aja. Takut macet dijalan ternyata nggak, Alhamdulilah lancar."
"Oh yaudah sambil nunggu tuh cemilan, makanan udah siap. buka aja toples nya. Mau kopi, teh apa syrup ambil aja. Tante mau lanjut masak dulu. Belum beres ya."
"Siap tante. "
Waahhh.... makanan nya banyak banget. waktu nya mengembalikan nafsu makan ku ini, terlalu lama makan hati sampai berat badan ku aja turun drastis. Dulu aja mau diet susah, Sekarang ga niat diet badan semakin hari malah semakin langsing. mendekati kurus pula. ha.. ha..
"Gimana kabar nya A Rangga? "
Aduh, aku kaget sampe tersedak makanan. Aku harus bilang apa.
"Udah punya pacar tante."
Tante kaget.
__ADS_1
"Loh. kok gitu? Emang ga bilang dari awal?
"Nggak, kan aku cuman temen nya katanya. jadi biasa aja, ga ngerasa salah dia tante. "
"Ada ya orang kaya gitu. Diem-diem ternyata, bukan nya chat sama perempuan juga ga biasa katanya ya. Lulusan pesantren kan?"
"Iya tante, mungkin ke semua perempuan gitu kali, bawa-bawa dalil. Entah lah aku ga ngerti. "
"Ya sudahlah, mungkin dia bukan yang terbaik. Nanti juga di ganti yang lebik baik sama Allah."
"Iya tante, amin mudah-mudahan. Kasiannya itu ibu jadi kepikiran. Kemarin sore juga berobat sendiri ga bilang sama aku, aku kan dirumah. Ibu ga ngabarin."
"Mudah-mudahan cepet sembuh, jangan banyak pikiran bebasin aja. "
"Iya tante kasian namanya juga orang tua, mungkin khawatir ya. Tapi mau gimana lagi ya Tan, aku juga udah berusaha, tapi kalo ga jodoh ya mau gimana lagi. Aku ga bisa memaksa. Ditto aja yang udah bertahun-tahun hidup bareng sama aku bisa pergi dengan mudah nya, Apalagi A Rangga yang baru kemarin kenal sama aku nya juga."
Aku berusaha ga cerita masalah nya sama ibu, karena aku tau, kalo ibu banyak pikiran sakitnya pasti kambuh.
Aku selalu menguatkan ibu, untuk menyerahkan semua urusan ku kepada tuhan. Aku selalu menguatkan ibu, agar dia jangan terlalu khawatir sama aku, padahal hati ku juga sebenarnya ga kuat. Do'akan saja aku, karena hanya do'a seorang ibu yang paling bernilai di mata Allah.
__ADS_1
Sepupu-sepupuku akhirnya datang. Kita semua berkumpul. Makan bersama, bercanda tawa. kesedihan ku juga bisa sedikit terobati jika berkumpul keluarga seperti ini. Rasanya senang sekali.