
Hari ini Minggu tanggal 22 Mei 2022 hari kelulusan ku dari masa iddah, akhirnya aku terbebas entah gelar apa yang pantas aku dapat sekarang, karena ujian nya lebih berat bahkan sangat berat daripada nyusun skripsi dan sidang Sarjana Akuntansi ku dulu.
Tidak ada perayaan, tidak ada yang memberi ucapan happy graduation, tidak ada yang memberi bunga, Tidak ada yang memberi hadiah boneka wisuda. Bahkan harus pulang pergi keluar masuk Rumah Sakit, Sedih sekali. Tapi aku tetap bersyukur karena sampai detik ini aku masih kuat, bahkan aku tidak punya rasa takut untuk menghadapi hal apapun yang akan terjadi kedepan nya dalam hidupku.
Walaupun kedepan nya aku tidak tau hidupku akan seperti apa, mau buka toko barang nya kosong, belanja uang nya habis, menunggu jodoh ga datang-datang. Melamar pekerjaan tak ada lowongan. Entah apa yang harus aku lakukan, aku tidak tau. Hanya bisa berdo'a kepada Allah yakin Allah akan membantu ku menemukan jalan keluar, bahkan jika aku mati hari ini pun aku tidak takut sama sekali, Aku siap.
Ada telpon dari ayahku,
"De kesini jam berapa?"
"Sebentar, nunggu Jarel belum bangun."
"Bawa air panas ya, disini galon nya kosong."
"Siap."
Aku membersihkan rumah dulu, cuci baju. Menghampiri Jarel yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
"A bangun, hayo mandi. Mamah mau ke rumah sakit lagi."
"Hmmmmm.... Mata nya belum bisa melek."
"Hey...ayo bangun."
"Mmmmmmm....."
Aku gendong Jarel nya langsung dibawa ke kamar mandi, Di usap mukanya pake air dingin. Langsung terbangun dia.
"Hayo Mandi dulu. Mamah mau ke rumah sakit lagi."
Aku titipkan kembali Jarel di rumah kakakku, aku beri dia bubur untuk sarapan.
Aku kembali menuju Rumah sakit, Langsung menuju ruangan ibu.
Ada Om Video Call.
__ADS_1
"De dimana?"
"Di ruangan Om, mau ngobrol sama ibu ga?"
"Boleh."
Aku berikan handphone nya ke ibu, Om tidak bisa menjenguk ibu sekarang karena tante akan berangkat lagi ke Saudi Arabia besok. Lagi persiapan barang-barang yang akan dibawa.
Tante juga Videocall. Minta maaf karena tidak bisa menjenguk ibu sekarang ke Rumah sakit, besok terbang kembali ke Arab Saudi.
Tante curhat padaku, ternyata selama tante pulang dan ada dirumah. Om tidak memperlakukan nya dengan baik, Om tergoda perempuan lain, seakan akan benci jika melihat wajah tante, bahkan sampai mencekik leher tante, dan memukul punggung tante dengan keras. Bukan mendapatkan kebahagian saat setelah bertahun-tahun ditinggal bekerja. malah diperlakukan tidak baik. Hanya didepan orang lain om bertindak seakan akan hubungan nya dengan tante harmonis.
Aku dan ibu kaget mendengarnya, karena kami kira mereka baik-baik saja. Sering nginep dirumah ku, tidak terlihat ada masalah. Mereka berdua terlihat baik-baik saja.
Tante meminta Ibu ku untuk menasehati Om agar memperbaiki dirinya. Tante takut jika nanti tante menyerah dengan pernikahan nya, Anak Om dari istri pertamanya akan menjadi korban, karena selama ini tante lah yang membiayai kedua anak Om dari istri pertamanya dulu, tante sangat menyayangi mereka. Membiayai biaya pesantren mereka berdua. Tante ga mau kedua anak ini putus ditengah jalan pendidikan nya hanya karena om memilih wanita lain. Karena tante sangat menyayangi nya sudah seperti anak kandung tante sendiri, Karena tante tidak bisa punya anak.
Tante selalu memberikan contoh hubungan aku dan Ditto kepada Om. Tapi Om selalu mengelak dan tidak mau menerima masukan dari tante. Tante meminta bantuan ku dan ibu untuk menasehati nya.
__ADS_1
Aku rasa mau dia lebih tua dari pada aku, aku juga harus memberikan pencerahan kepada om, Selama masih bisa memperbaiki diri. Sebelum semuanya terlambat, aku harap om bisa sadar. Karena untuk apa memilih pelakor jika istri sendiri sudah sangat baik kepadanya, kalaupun ada kekurangan tante, mending saling terbuka. Agar saling memahami satu sama lain, dan saling memperbaiki diri masing-masing demi kebaikan anak-anak juga. Karena tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan nafsu, karena penyesalan selalu datang di akhir. Sebelum semua nya terlambat. Seperti hidup ku sekarang, yang meluncur terjun bebas kedasar jurang yang sangat gelap. Entah bagaimana aku bisa bangkit dan kembali ke atas tempat dimana aku berdiri dulu. Selangkah demi selangkah aku akan mencoba berdiri meskipun sudah remuk seluruh badan ku jika bisa terlihat. Aku merasa sudah beberapa kali mati dan hidup kembali, mati hidup lagi, mati hidup lagi seperti terlahirnya jiwa baru.
Akhirnya aku rasa hanya kedamaian yang ada dalam hidupku sekarang, aku tidak merasakan sakit hati, aku tidak merasakan kecewa, aku tidak merasakan marah, aku tidak mempunyai ambisi. Aku hanya bisa mencintai orang-orang yang ada disekitar hidup ku, dan aku tidak berharap mereka bisa mencintai ku. Biarkan saja.