SOULMATE

SOULMATE
91


__ADS_3

Aku kembali bermimpi tentang A Rangga.


Aku belanja ke tempat A Rangga seperti biasa. Aku masuk ke gudang karena anak-anak lagi pada sibuk banyak yang belanja juga.


Yuda bilang sama aku.


"Zara ga apa-apa kan mie instan nya ambil sendiri ke gudang, 2 dus ini kan? "


"Iya ga apa-apa, ada siapa di gudang kok pintunya ke tutup? "


"Ada a Rangga lagi beres-beres, masuk aja. "


"Ok,, Siap. "


"Permisi.. A Rangga, aku buka pintu nya ya. " Ga ada yang jawab, ga kedengeran kali ya. Soalnya diluar juga rame."


Aku buka pintu gudangnya.


Astagfirullah, masya allah. ini dus-dusan kenapa berantakan sekali, aku lewat aja susah. Kaya kapal pecah. A Rangga udah perang dengan siapa ini dus-dusan Sabun, mie instan, minuman. Kacau berantakan.


"A rangga.. A rangga.."


Aku mencoba melangkahi satu persatu dus yang menghalangi pintu masuk ke dalam gudang.


"Iya. "


Akhirnya dia berbalik menoleh ke arah ku yang datang menghampirinya, Dengan memegang bon.


"Aku mau ambil 2 dus mie instan, anak-anak lagi sibuk banget nyuruh aku ambil sendiri aja. "


"Oh boleh, itu ada dipojok sana ambil aja." A rangga menunjuk ke arah tumpukan dus mie instan sambil tersenyum.

__ADS_1


Tumben banget, biasanya wajahnya datar.


Aku lihat wajah baru A Rangga.


"Cie.. baru potong rambut ya?"


"Iya, cakep ga?"


"Ganteng banget." sambil aku ketawa.


"A Rangga abis perang sama siapa ini kok berantakan banget."


"Bukan perang, lagi stock opname. "


"Oh gitu ya. "


Aku membawa dua dus mie instan dan menghampiri a Rangga.


"Nih tandain bonnya. Udah aku ambil ya. "


"Aduh sakit A Rangga, tangan ku lepasin. "


"Nggak. "


Pegangan nya malah semakin kencang, sampai tangan ku terasa sakit sekali.


"Kemana aja kamu Zara? Kenapa menghilang? Kenapa ga ada kabar? Kenapa ga pernah ngirim aku pesan lagi? "


"Aku ada di toko. "


"Jangan seperti ini. Aku tau aku salah, aku minta maaf."

__ADS_1


"Ga ada yang salah, ga perlu minta maaf juga."


"Jangan pernah menghilang lagi dari ku, aku sakit."


"Nggak, aku ada kok. Udah lepasin tangan ku sakit, aku mau pulang."


"Sebentar lagi, tunggu aku. Tetap disini, duduk di sampingku ku mohon."


"Ih apaan sih a Rangga lebay deh."


Aku melihat tatapan matanya yang serius, aku mencoba mengalihkan pandangan karena hatiku tak sanggup jika melihat a Rangga seperti ini.


"A Rangga...A Rangga..."


Ada suara anak-anak yang memanggil dari luar.


Tiba-tiba aku terbangun. Aku kaget, ternyata hanya mimpi. Ternyata tangan ku ke tiduran badan Jarel sampe berbekas, Pantas saja terasa sakit sekali.


Aku tersenyum sendiri, mimpi yang konyol. Udah tau sudah lama lost contact dengan a Rangga. Eh tiba-tiba muncul lagi dimimpi.


Sudah jam 4 juga sebentar lagi Subuh. Aku langsung bangun dan mengambil air wudhu, siap-siap shalat.


Jam 6 aku buka toko, beraktifitas seperti biasanya. Ada barang yang mesti di beli lagi, ada stock yang kosong.


Aku kirimkan Pesan whats app ke si Om, untuk memesan barang belanjaan ku.


Sorenya Om dateng ke toko membawa barang pesanan aku.


Setelah shalat magrib aku baru merapikan barang belanjaan ku, Aku melihat bon belanjaannya. Aku kenal dengan tanda yang ada di dalam bon ini, tulisan A Rangga. Aku hanya tersenyum dan bicara dalam hati.


"Ternyata A Rangga masih ada di dunia ini, aku kira sudah tidak ada. " he.. he..

__ADS_1


Aku buka dus-dusan nya satu persatu, ternyata packingan barang-barang nya rapi ya sekarang. Seneng aja aku ngeliat nya juga.


Aku dan ayah ku menata barang-barang di toko ku sampai jam 9 malem. Sampai tutup toko, karena selang seling dengan melayani pembeli yang datang juga.


__ADS_2