SOULMATE

SOULMATE
87


__ADS_3

Aku naik angkutan umum lagi ke Sukabumi, niat ke toko alat tulis dan beli printer thermal karena yang ditoko rusak, A rangga pernah bilang ga bisa diperbaiki harus diganti baterai nya.


untung saja angkutan umumnya lewat didepan toko komputer nya, jadi ga jalan terlalu jauh. Allah memang baik, selalu ngasih kemudahan dalam hal apapun yang aku lakukan, terimakasih ya Allah.


Aku masuk ke toko komputernya.


"Permisi mas ada baterai printer thermal untuk ini ga? "


Aku tunjukin printer nya.


"Maaf mba, ga ada. Paling juga beli baru."


"Oh gitu ya, berapa emang harganya? "


Si mas nya langsung memberikan katalog printer nya padaku.


"Yang ini aja deh mas, yang 500 ribu. "


"Boleh, bentar ya mba di ambil dulu. "


"Iya."


"Ini mba boleh dicoba dulu. " Mas nya memberikan printer itu padaku.


Aku coba hubungkan dengan handpone ku ternyata ga bisa. Aduh ga mungkin minta tolong a Rangga lagi, harus diselesaikan disini sampai bisa sepertinya.


"Mas ga bisa, bisa bantu ga? "


"Boleh. "


Akhirnya printer nya langsung siap pake, kalo udah dirumah susah nanti, aku ga paham tentang IT.


Aku keluar menuju toko alat tulis, aku berjalan dengan hati senang penuh percaya diri. Sudah lama tidak menikmati momen seperti ini berjalan jauh di trotoar jalan Raya.

__ADS_1


Bukan maksud hatiku so apa gimana ya, takutnya nanti ada haters yang bilang aku so kaya. hanya sekedar klarifikasi ya. Memang keadaan ku seperti ini, aku juga orang biasa, aku biasa hidup susah. Jadi tolong jangan judge orang sembarangan, karena jalan hidup masing-masing manusia berbeda ada up and down. Yang terpenting kita jadi diri sendiri aja dan selalu bersyukur kepada tuhan.


Aku tidak pernah bisa diam dibawah ketiak suami atau orang lain. Mungkin tuhan mengharuskan aku untuk membuktikan aku bisa dan aku mampu berdiri di atas kaki ku sendiri. Karena selama aku jatuh yang menolong ku adalah tuhan dan keluarga ku. Aku tak kan melupakan kebaikan a Rangga padaku, dia lah yang mampu mendampingiku sampai pada titik ini. Aku sangat bersyukur pada tuhan telah menghadirkan a Rangga dalam hidupku untuk memberikan pelajaran hidup bagiku, meskipun sekarang kita berpisah.


Hanya kata-kata a Rangga lah yang selalu aku ingat sampai detik ini, aku sangat berterima kasih pada mu a Rangga. Mungkin harapan ku untuk memiliki mu bisa hilang, tapi kata-kata mu aku tidak akan pernah bisa lupa sampai kapanpun. Karena segala pertemuan sudah di atur takdir tuhan, bukan hanya kebetulan semata. Ada pertemuan dan ada juga perpisahan. Sisi baiknya aku bisa mengambil pelajaran dari pertemuan Rangga dan Zara ini. Meskipun tujuan ke depan nya berbeda.


Aku masuk ke toko alat tulis, aku ambil barang-barang yang aku inginkan.


"Oh iya aku lupa, jangan terlalu banyak karena aku ga sanggup bawa banyak sekarang." aku bicara dalam hati.


Aku berjalan keluar dengan membawa belanjaan alat tulis ku yang lumayan berat. Aku berjalan mencari angkutan umum.


"Kuat Zara, kamu kuat. Ujian hidup aja mampu kamu lewati masa kamu ga bisa angkat kertas HVS ini, yang cuma beberapa rim." Aku berbicara dalam hati.


Sampai juga didepan angkutan umumnya. Aku naik, ga ada orang hanya aku saja didalam nya. Aku lihat keluar .


"Ya allah itu mobil ku dulu."


Aku lihat mobil yang sama persis dengan mobil ku dulu lewat diluar.


Ada telpon dari ayah.


"De dimana? si Om belum nganter barangnya."


"Masih disukabumi yah, tadi sih bilang nya mobilnya dipake dulu. "


"Oh iya, hati-hati. "


"Iya. "


Aku turun dipangkalan ojeg arah kerumah ku, semua pandangan orang tertuju padaku. Mereka mungkin tak mengenalku, Karena tertutup niqab. Aku masih dalam tahap belajar untuk memperbaiki diri. Masih jauh dari kata sempurna, masih banyak kesalahan yang harus aku perbaiki dalam hidupku. Aku terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.


Sampai dirumah aku letakkan barang belanjaan ku ditoko. Aku langsung masuk rumah dan merebahkan badanku dilantai.

__ADS_1


"Cape? "


Ibu ku bertanya.


"Hanya sedikit lelah bu, gerah banget. Petualang pertama ku. Tapi seru juga sih. " aku jawab sambil tertawa.


Sorenya Om dateng membawa barang belanjaan ku.


"Maaf ya lama. "


"Ga apa-apa om. "


Om membuka pintu samping mobil dan bagasi belakang mobilnya, Honda Mobilio.


"Wahhh... Banyak banget Om, Penuh semua mobil nya ga ada celah. "


"Kamu belanja nya sih balas dendam. "Si om tertawa.


"Nggak om, emang barang tokonya udah abis semua. Tuh lihat. "


"Oh iya, ga apa-apa mulai lagi aja ya. " Sambil membawa karung karung belanjaan si Om melihat sekeliling.


"Iya om, Semangat. "


"Besok kirim pesan Whats app aja kalo mau belanja, nanti sorenya dianter. ga usah di pikirin ya. "


"Siap Om, makasih ya. "


"Iya sama-sama. "


Banyak pekerjaan ditoko yang harus aku selesai kan, setelah sekian lama aku tinggalkan, karena drama masa iddah yang tak kunjung selesai.


Waktunya aku untuk menata kembali usaha ku, dan merapihkan toko ku. Setelah aku tinggalkan banyak sawang-sawang juga di pojokan rak nya.

__ADS_1


"Ya Zara, bersihkan itu sawang-sawang semua nya,di meja saya. ini office apa kandang sapi. Cepat.... cepat.... bersihkan. "


Aku teringat Mr. Bae yong chul dulu ketika marah. Dia selalu menyuruh aku untuk membersihkan meja kerjanya tidak boleh orang lain, harus selalu aku yang bersihkan meja kerjanya. "


__ADS_2