
Semakin hari ternyata pembaca novel ku semakin bertambah, aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada kalian semua yang menyukai novel ku, mudah-mudahan ada pelajaran yang dapat di ambil dari cerita perjalanan hidupku, karena hidup ini tidak mudah, tapi kita tidak boleh menyerah, harus tetap melangkah, apapun resiko yang akan kita hadapi, tetap optimis dan tetap yakin Allah akan selalu membantu kita dalam keadaan apapun, Allah tidak akan pernah meninggalkan hambanya, Allah juga tidak akan pernah merasa bosan mendengarkan setiap keluh kesah tentang masalah kita. Dan Allah pasti akan selalu memberikan jalan terbaik yang tidak pernah kita duga.
Aku juga selalu memberikan kabar perkembangan novel ku pada A Rangga. Karena tidak dapat dipungkiri kamu lah inspirasi ku untuk menulis cerita ini, kamu lah peran utama dalam cerita ini. terlepas kamu jodohku atau bukan. Allah yang menentukan, yang terpenting kamu adalah orang yang memberikan warna lain dalam hidupku, kamu yang membangkitkan Cinta dalam hidupku, Cinta tanpa syarat, Cinta yang tidak pernah mengharapkan balasan darimu, kamu yang membangkitkan sisi spiritual dalam hidupku, kamu yang menuntunku berhijrah. kamu yang menjadikan ku untuk lebih mencintai diriku sendiri, kamu membuatku tersadar dan bersyukur dengan waktu yang kita lalui, waktu yang sangat singkat namun membuat ku sangat bahagia, aku beruntung pernah mengenal dirimu A Rangga.
Aku mengirimkan kamu pesan.
"A Rangga, ternyata banyak yang suka ceritanya, Tapi sayang ending nya menyedihkan." dengan emoticon ketawa.
Kamu tidak membalas pesanku.
"A Rangga. "
"Kulan. "
"Shalat tarawih bukan? Maaf ganggu lagi chat sama Mawar ya?"
"Dasar, Lagi nonton aja."
"Oh sama, aku juga lagi nonton drakor bussines proposal. "
Kamu ga balas lagi pesan aku, aku kirim lagi.
"Udah tidur."
"Belum. "
__ADS_1
Aku tidak melihat balasan whats app dari kamu, karena setelah aku kirimkan pesan aku langsung tertidur.
Pagi nya aku kirim pesan lagi.
"Maaf ya malem langsung tidur. " dengan mengirimkan foto perkembangan novel ku.
kamu balas dengan tiga jempol.
"A Rangga udah baca sampe part 16 belum, ternyata rame juga ya ceritanya. aku ga sadar."
Aku juga mengirimkan gambar untuk cover novel ku, barangkali mau memberikan ide lain untuk cover novelnya.
Lagi-lagi kamu hanya balas dengan 3 jempol.
"Tadinya mau aku launching pas nikah sama a Rangga nanti, eh A Rangga nya malah memilih Mawar berduri. "
"Berduri lah buat aku, iya ga apa-apa. karena Cinta tidak harus memiliki, Cinta ku sama a Rangga tulus."
Kamu balas lagi dengan satu jempol.
"Udah baca semua belum novel nya? Penasaran juga tapi ya, Itu Mawar mukanya seperti apa, Jangan ditutupi sticker terus. Kasian. Nanti kalo sempet sebelum tidur baca novelnya terus kasih komentar ya."
"Insya Allah. "
Aku inget kata-kata mu, aku menemukannya pada novel ku,
__ADS_1
"Oh iya, maaf banget ya. Maaf kalo setiap kamu kirim pesan jarang aku bales atau bahkan ga dibalas sama sekali. Bukan Apa-apa, takutnya kamu pikir aku ga suka atau aku marah, bukan. "
"Mungkin karena keadaan, maksudnya karena keadaan yang udah biasa sendiri, yang ga pernah chat atau pun yang lainnya."
hahaha... aku hanya bisa tertawa membaca ini, apakah kamu berkata seperti ini juga ke Mawar. Mungkin tidak ya, aku aja yang terlalu polos. bisa-bisanya aku dipermainkan seperti itu, Percaya aja.
Aku menemukan kata-kata A Rangga agi.
"Terlalu lama menikmati sendiri, jadinya hal yang sekarang dilakukan terasa aneh, maaf banget ya. Aku harap kamu mengerti."
Iya aa aku mengerti, karena aku wanita polos aku yakin kamu orang baik. Lucu sekali.
Aku menemukan lagi jawaban kamu ketika aku ajak nikah.
"Kan udah bilang alasannya, kamu masih menjalani masa iddah, nanti insya allah kalo jodoh kita bertemu didepan penghulu. Masih ngerasa belum bisa bertanggung jawab sepenuhnya, bertanggung jawab sepenuhnya sebagai suami, kamu bantu sepenuhnya dalam kewajiban menjadi seorang istri, kewajiban yang lainnya kita jalankan berdua."
Aku hanya bisa mengelus dada, andai jawaban mu waktu itu, maaf aku udah punya pacar, jangan dekati aku. Udah selesai, ini kan lain. drama sih memang, aku belajar banyak hal dari kamu.
Aku tanya tentang perasaan mu juga, padahal jawab aja, aku ga punya rasa sama kamu, jangan dekati aku, ini kan lain.
Jawabannya.
"Semua rahasia Allah, Kalo nanya sama aku ada rasa atau tidak akupun tidak tau, sekarang gini ya, kalo aku punya rasa sama kamu atau pun sebaliknya, tapi tiba-tiba Allah hilangkan rasa itu dengan alasan tertentu, pasti ga akan bisa apa-apa. Begitupun kalo aku ga punya rasa sama kamu atau sebaliknya, lalu Allah berikan rasa sayang dalam hati kita, pasti tinggal menerima, kan. Karena Allah maha membolak balikan hati manusia."
"Selama belum ada ijab qabul, kalo punya perasaan pada seseorang. ga bisa sepenuhnya sayang, karena bisa tinggal dan bisa pergi. Tetapi kalo udah ijab qabul dalam suatu pernikahan maka segalanya akan aku berikan, apapun itu. "
__ADS_1
"Jadi, untuk sekarang. kita saling jaga diri ya, saling jaga kehormatan. Mari kita memperbaiki diri dulu, sama-sama saling memantaskan diri, toh aku juga merasa belum baik untuk siapapun. Insya allah nanti kita bisa dipersatukan atas ridhonya dan dengan takdir tuhan. Yakin rencana allah yang terbaik ya cantik. "
Aku tertawa, apa hanya aku yang baper mendengar kata-kata mu pada saat itu, apa karena mental aku yang lagi down saat itu, sehingga dengan kata-kata mu itu membuat ku berharap lebih sama a Rangga dan aku jadi mencintai a Rangga. Coba kalian pikirkan ya para pembaca? mungkin perasaan aku aja yang salah.