SOULMATE

SOULMATE
Akhirnya..


__ADS_3

"Ragini.. Kau dimana? Ku mohon beri aku petunjuk untuk menemukanmu"


Laksh terus berlari di tepi jalan, dia sudah tak memperdulikannya lagi. Hanya Ragini dan Rohit yg menjadi tujuannya kini.


Saat kebahagiaan baru dia terima, Ragini malah diculik oleh seseorang yg tak dikenal. Laksh benar-benar sangat geram. Andai dia tau siapa yg menculik istri dan anaknya itu akan dia habisi saat ini juga.


"LAKSH"


Laksh menoleh saat seseorang memanggilnya dari kejauhan. Laksh sedikit menyipitkan matanya.


"Kau"


Aanchal menghampiri Laksh dan tersenyum.


"Laksh.. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu"


Laksh hanya membuang mukanya. Dia benar-benar muak dengan wanita di hadapannya ini.


"Laksh.. Aku tau jika kau masih marah kepadaku" ucapnya saat melihat ekspresi tak suka Laksh.


"Hm.. Tapi Laksh.. Aku ingin memberitahu hal penting kepadamu"


Laksh merasa risih, dia terus menerus melihat jam tangannya itu.


"Cepatlah.. Katakan! Aku tak punya banyak waktu"


"Begini Laksh.. Beberapa hari yg lalu Kavya mengintai rumahku secara diam-diam dan gerak-geriknya sangat mencurigakan"


Laksh menarik nafasnya dalam.


"Hm.. Aku sudah tak peduli lagi denganmu Aanchal.. Jika hanya itu yg ingin kau katakan, kau benar-benar membuang waktuku"


"Tapi Laksh.. Dia terus mengintai rumahku secara diam-diam lalu dia mengirimkan sebuah pesan mengancam tapi setelah dia melihat aku bersama ayahmu, besoknya dia tak lagi mengintai rumahku atau mengirimkan pesan ancaman lagi kepadaku"


"Hm.. Ceritamu benar-benar tak penting"


"Tapi Laksh.. Aku yakin jika Kavya masih mencintaimu dan kau juga tau bukan Laksh jika wanita itu sangatlah nekat, dia bisa melakukan apapun untuk mencapai tujuannya, bisa saja mungkin dia yg telah menculik Ragini karena dia tau jika Ragini adalah istrimu saat ini, dia sengaja menculik Ragini agar dia bisa memilikimu, Laksh. Percayalah kepadaku"


Laksh merenungi perkataan Aanchal.


Tiba-tiba ponsel Aanchal berdering.


"Laksh.. Hanya itu yg ingin aku sampaikan, semoga kau secepatnya bisa menemukan Ragini. Bye"


Aanchal pergi menjauh dari Laksh.


Laksh terus memikirkan perkataan Aanchal.


"Apa benar yg dikatakan Aanchal, Kavya.. Aku harus mencarinya"


Laksh berlari, dia menuju ke mobilnya kembali.


***


"Aku akan menemukanmu, Ragini. Menemukanmu dan juga putraku"


Sementara itu di tempat Ragini di sekap.


"Rohit.. Kau kenapa nak? Ya Dewa! Badan Rohit panas sekali. Sayang bertahanlah, ibu yakin jika ayahmu akan segera menemukan kita, bertahanlah"


Ragini terus memeluk dan menciumi putra mungilnya itu.


***


•SOULMATE•


PART 31


"Toloooong... Toloooonggg.. Aku mohon.. Toloooong aku siapapun yg mendengar suaraku di luar, tolong aku tolong" teriak Ragini.


Dia terus menangis dengan menggendong tubuh mungil putranya itu.


"Laksh.. Kau dimana? Tolong aku.. Aku mohon" ucapnya pelan.


"Tolongg.. Ku mohon.. Siapapun yg mendengar suaraku tolong aku"


BRAAAAKKK....


Ragini terkejut saat mendengar pintu tempatnya di sekap didobrak. Pria kekar itu langsung menarik lengan Ragini dan membawanya pergi.


Ragini terus menatap pria yg baru saja menyelamatkannya itu tanpa berkedip.


***


"Aaaaaaaaaaa"


Tubuh Laksh tersungkur ke tepi jalan, kepalanya terbentur trotoar jalan. Darah mengalir dari pelipis dan juga kepalanya.


Satu persatu orang berdatangan untuk melihat kondisi Laksh.


"Panggil ambulans" teriak salah seorang diantara mereka.


***


"Terimakasih" ucap Ragini pelan.


Pria itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia menatap Ragini sekilas lalu tatapan matanya tertuju pada putra mungil yg berada dalam dekapan Ragini itu.


"Dia putramu?" tanyanya.


Ragini hanya mengangguk.


Pria itu mengelus pipi bayi mungil itu.


"Astaga! Tubuhnya panas sekali, sepertinya dia demam"


Pria itu langsung mengambil sesuatu di dalam mobilnya, mengambil stetoskop dan memeriksa keadaan si kecil Rohit.


"Ayoo cepat.. Kita harus bawa dia ke rumah sakit saat ini juga"


Ragini langsung panik, dia masuk ke dalam mobil pria itu.


Ragini duduk di samping pria yg menyelamatkannya itu.


"Rohit" ucapnya pelan.


Pria itu tak bergeming, dia bahkan tak menoleh.


"Kau mirip seperti Rohit" ucap Ragini pelan.


Pria itu tersadar dia menoleh ke arah Ragini.


"Rohit? Kau mengenalnya?"


"Hm.. Dia mantan suamiku"


Pria itu langsung mengerem mendadak mobilnya dan menepikan mobilnya ke bahu jalan.


Sorot matanya menatap tajam Ragini.


"Kau mantan istrinya Rohit?"


Ragini mengangguk.


Lalu bola mata pria itu bergerak menatap Rohit kecil.


"Jadi dia adalah anaknya Rohit?"


Ragini menggeleng cepat.


Pria itu mengernyitkan alisnya.


"Lalu?"


"Panjang ceritanya, nanti akan aku ceritakan. Sekarang kita sebaiknya ke rumah sakit dulu"


Pria itu mengangguk dan kembali melajukan mobilnya.


"Aku Rohan, saudara kembar Rohit" jelasnya.


Ragini mengangguk.


'Pantas saja wajah mereka sangatlah mirip' batinnya.


***


"Pasien telah kehilangan banyak darah dok, keluarga pasien juga tak ada yg datang"


"Apa kau sudah menghubungi keluarganya?"


"Sudah dok, tapi tak ada yg mengangkat teleponnya"


"Coba lagi, jika tidak nyawa pasien berada dalam bahaya"


"Baik dok"


Suster itu berlari menuju resepsionis dan kembali mencoba menghubungi keluarga Laksh.


Tak lama Ragini melintas namun dia tak mendengar ucapan suster itu.


***


"Syukurlah putramu baik-baik saja, karena usianya masih sangat kecil aku sudah memberikan suntikan obat dan vitamin untuknya"


Ragini mengangguk.


"Rohan"


"Hmm"


"Aku ingin bertanya sesuatu"


"Katakan"


"Kau bilang kau saudara kembarnya Rohit, tapi mengapa aku tak pernah mendengar cerita tentangmu dari Rohit"


Rohan menarik nafas panjangnya.


Matanya menatap ke arah luar jendela, melipat kedua lengannya dan menaruhnya di perut.


"Kami terpisah dari kecil, bahkan aku baru mengetahui jika aku memiliki saudara kembar seminggu belakangan ini dan aku sekarang tak lagi bisa melihatnya" ucapnya dengan mata yg berkaca-kaca.


Ragini terdiam, dia menyentuh bahu Rohan.


"Aku yakin Rohit di atas sana bangga karena memiliki saudara kembar dokter hebat seperti dirimu"


Rohan menyeka airmatanya yg menetes di sudut matanya.


"Hmm.. Aku harap dia tenang disana karena dia orang yg sangat baik, aku yakin itu"


Ragini tersenyum.


"Sekarang ceritakan tentangmu dan juga Rohit"


Ragini menghela nafasnya, dia mulai menceritakan tentang dirinya dan Rohit dari awal pertemuannya hingga Rohit tiada.


Rohan mendengarkan dengan seksama cerita Ragini, dia merasa iba dengan kehidupan Ragini.


"Saat ini yg aku inginkan adalah kembali ke rumah dan berkumpul dengan suamiku"


Rohan menepuk pelan bahu Ragini.


"Kau tenang saja, aku akan mengantarmu ke rumah suamimu itu"

__ADS_1


Rohan menatap Rohit kecil.


"Dia sangat tampan"


Ragini tersenyum saat melihat senyuman bayi mungilnya.


***


"Ada apa suster? Mengapa kau berlari seperti itu?" tanya Rohan bingung.


"Maaf dokter, tapi ada pasien yg sangat kritis di ruang gawat darurat, dia kehilangan banyak darah tapi stock darah golongannya di bank darah kita habis"


"Memang apa golongan darahnya?"


"A negatif"


"Ambil darahku" ucap Rohan.


Rohan menatap Ragini.


"Kau tunggu dulu disini ya"


Ragini mengangguk.


"Dia juga sangat baik sama sepertimu Rohit"


Ragini menatap suster yg masih menghubungi keluarga Laksh.


"Hmm.. Mengapa keluarga dari Laksh Maheswari tak ada juga yg mengangkat"


Ragini terkejut saat mendengar suster itu menyebut nama suaminya. Dia langsung menghampiri suster itu.


"Suster.. Laksh Maheswari?"


"Iya nona"


"Kau daritadi mencoba untuk menghubungi keluarga dari Laksh Maheswari?"


Suster itu mengangguk.


"Memangnya apa yg terjadi kepadanya?"


"Dia kecelakaan nona, keadaannya sangatlah kritis"


"APA??"


"Sekarang dimana dia berada?"


"Di ruang gawat darurat, dokter sedang menanganinya"


Ragini menteskan airmatanya, dia langsung berlari menuju ruang gawat darurat.


Dia langsung membuka pintu ruangan itu dan memaksa untuk masuk.


"LAKSH" teriaknya.


"Bangun Laksh.. Aku mohon bertahanlah"


"Nona.. Kau tidak boleh berada disini, apalagi kau membawa anak di bawah umur"


"Lepaskan! Dia suamiku, aku ingin menemani suamiku disini" teriak Ragini meronta.


Rohan yg baru saja selesai mendonorkan darah untuk Laksh langsung menghampiri Ragini.


"Jadi pasien ini adalah suamimu?"


Ragini mengangguk lemah.


Rohan menarik lengan Ragini.


"Sebaiknya kita tunggu di luar saja Ragini, biarkan dokter yg menanganinya"


"Tapi"


"Sssstttt.. Ayooo"


Rohan menarik lengan Ragini dan membawanya pergi tapi Ragini masih terus menoleh ke belakang dengan airmata yg terus menetes.


***


Sudah dua jam namun dokter tak juga membuka pintu ruangan itu, Ragini benar-benar merasa sangat cemas. Untung daritadi Rohit kecil tak rewel dia terus tertidur.


"Ragini.. Tenanglah.. Tenangkan dirimu"


"Tapi Rohan...."


"Sssstttt. Duduklah disini dan tenang"


Ragini masih terus mondar-mandir tak karuan.


CEKLEEKKK..


Mata Ragini langsung berbinar saat pintu itu terbuka, dia langsung menghampiri dokter yg menangani Laksh.


"Dokter.. Katakan.. Bagaimana keadaan suamiku"


"Syukurlah operasinya berjalan dengan sangat lancar"


Ragini tersenyum haru.


"Lalu.. Apa aku boleh melihat kondisinya"


"Tunggu dulu nona sampai kami memindahkannya ke kamar inap"


Ragini mengangguk.


Dia tersenyum ke arah Rohan, begitupun dengan Rohan.


***


"Ragini" ucapnya lemah.


"Iya.. Ini aku istrimu apa kau lupa?"


Laksh menggeleng lemah.


Laksh meraih lengan Ragini dan mencium telapak tangannya.


"Jangan tinggalkan aku lagi"


Ragini mengangguk dan menangis.


"Hei.. Jangan menangis.. Aku baik-baik saja"


"Aku menangis karena bahagia Laksh, sangat bahagia"


Laksh tersenyum.


***


Seminggu kemudian..


"Kau ini Laksh selalu saja manja masa setiap hari aku harus memasangkan dasi untukmu, menyebalkan" gerutunya.


Laksh hanya terdiam, dia hanya memperhatikan wajah istrinya dari dekat saat memasangkan dasi di lehernya.


"Berhenti mengeluh, ini memang tugasmu sayang"


Ragini mencubit perut Laksh.


"Aaww.. Sakit" rintihnya.


TOK.. TOK.. TOK..


"Kak.. Rohit menangis, nampaknya dia haus" teriak Tanya dari luar kamar Raglak.


Saat Ragini ingin pergi Laksh menarik lengan Ragini hingga tubuh Ragini terjatuh di dekapan Laksh.


"Hei lepaskan bodoh! Apa kau tak mendengar suara tangisan anakmu itu"


Ragini meronta berusaha untuk melepaskan tubuhnya dari cengkraman Laksh.


"Kak.. Kak Laksh.. Kak Ragini" teriak Tanya lagi.


"Laksh"


"Ssstttt.. Sebentar saja Rag.. Ayolah"


Laksh mulai menciumi leher jenjang Ragini, tubuh Ragini menggeliat saat bibir nakal Laksh mulai menyapu setiap inchi lehernya.


Ragini memutar tubuhnya, suara deru nafas mereka seakan saling bersautan.


Laksh mendorong pelan tubuh Ragini dan merebahkannya di ranjang.


Laksh menarik kaitan tali baju Ragini. Laksh membuka satu persatu kancing kemejanya.


Dia mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium Ragini.


TOK.. TOK.. TOK..


"Hei.. Apa kalian belum bangun juga" teriak Tanya geram.


"Tanya.. Ada apa? Mengapa kau terus berteriak pagi-pagi seperti ini"


"Ini bu, Rohit menangis daritadi aku mengetuk kamar mereka tak juga membuka pintunya"


"Mungkin mereka masih tidur, ayo kita ke bawah saja ibu akan buatkan susu formula untuknya"


"Kak Laksh.. Awas kau yah!" teriak Tanya.


Laksh dan Ragini saling tatap. Ragini berusaha untuk mendorong tubuh Laksh.


"Minggir Laksh.. Putraku menangis, kau ayah macam apa membiarkan putramu menangis seperti itu"


"Ragini.. Kau mau kemana? Apa kau tak melihat penampilanmu saat ini?"


Ragini melihat penampilannya yg sudah acak-acakan.


Laksh kembali menindih tubuh Ragini.


"Sebaiknya kita selesaikan dulu ini" ucapnya sambil mengedipkan sebelah alisnya.


Ragini hanya memukul pelan dada bidang Laksh.


Laksh mulai menjalankan aksinya walaupun di pagi hari.


"Aku sangat mencintaimu, Laksh"


"Aku lebih mencintaimu Ragini, kau adalah belahan jiwaku.. Aku harap di tujuh kehidupan aku yg akan datang aku ingin kaulah yg selalu menjadi belahan jiwaku. You're my soulmate"


Ragini tersenyum, dia mengecup pelan bibir Laksh.


"Oh.. Jadi Raginiku mulai nakal yah"


Ragini sangat nyaman tertidur di dekapan Laksh.


"Selamanya, aku ingin seperti ini"


"Ragini"


"Hmm"


"Siapa yg menyelamatkanmu dari Kavya?"

__ADS_1


"Rohan"


"Kau mengenalnya?"


"Tidak, tapi aku sangat mengenal baik saudara kembarnya"


"Siapa?"


"Rohit"


Ekspresi wajah Laksh langsung berubah saat mendengar nama Rohit kembali.


"Hm.. Ada apa?"


Laksh menggeleng cepat.


"Tidak"


"Bodoh! Kau pikir aku akan tergoda? Aku akan berpaling karena wajahnya mirip Rohit?"


"Siapa tau seperti itu"


Ragini memukul keras dada Laksh.


"Aww sakit"


"Aku hanya mencintaimu saat ini bodoh"


"Bodoh.. Bodoh.. Namaku Laksh, bukan bodoh"


"Laksh bodoh"


"Ishh Ragini"


Ragini terus meledek Laksh, Laksh kesal tapi dia senang karena bisa bersama kembali dengan Ragini.


***


"Mengapa kau melepaskannya? Bukankah kau juga mencintainya?" tanya Kavya.


Rohan hanya menatap sinis Kavya.


"Aku memang mencintainya, tapi aku tak pernah ingin merebut kebahagiaannya"


"Rohan.. Upss Rohit.. Kau harusnya perjuangkan Ragini, aku rasa dia juga masih mencintaimu"


Iya..


Rohan adalah Rohit, dia masih hidup dia sengaja merahasiakan semua ini dan menjauhi Ragini karena tak ingin melihat Ragini terus bersedih.


Saat upacara kremasinya jasad Rohit ditujar dengan jasad orang lain.


"Kau bodoh Rohit.. Sangat bodoh"


Rohit geram, dia menggeprak mejanya dengan keras.


BRAAKK..


"Aku tidak sepertimu Kavya yg selalu terobsesi terhadap cintamu, jika cintaku lebih bahagia bersama orang lain aku merelakannya bahagia karena cinta tak dapat dipaksa. Mungkin dulu Ragini sangat mencintaiku, tapi kini aku lihat dia sangat bahagia bersama Laksh. Dan aku pun ikut bahagia"


"BODOH..!! KAU BENAR-BENAR BODOH!!" teriak Kavya.


"LIHAT ROHIT, AKU AKAN MENGHABISI RAGINI SAAT INI JUGA DAN KAU JANGAN IKUY CAMPUR LAGI"


Kavya pergi dengan penuh emosi. Rohit hanya menggelengkan kepalanya.


***


"Ragini.. Aku tunggu di mobil yah"


"Iya Laksh"


Ragini masih sibuk membayar belanjaannya. Setelah selesai dia menyebrang jalan. Namun sebuah mobil melintas dengan sangat kencang.


"RAGINIIIII... AWAASSSSS!!!!" teriak Rohit.


Laksh yg sedang berbicara di telpon langsung menoleh, dia terkejut saat melihat Ragini berada di tengah jalan dan mobil melaju sangat kencang akan mengenai tubuhnya.


"RAGINIIII" teriaknya.


BRAAAAKKK...


Tubuh Ragini terhempas ke trotoar jalan. Lakah panik dia langsung menghampiri Ragini.


"Ragini.. Kau baik-baik saja, hm?"


Ragini mengangguk lemah.


"Rohan"


Bola mata Ragini berputar, dia celingak celinguk mencari keberadaan Rohan.


"Laksh.. Dimana Rohan? Dia yg menyelamatkanku, Laksh"


Laksh terkejut, matanya tertuju pada sekelompok orang yg berkerumun tak jauh dari tempat Ragini terjatuh.


"Laksh.. Rohan"


Ragini berusaha bangkit, dia langsung berlari menghampiri kerumunan orang itu.


"Rohan" teriaknya menyelip di tengah orang yg berkerumun.


"Ragini" ucapnya pelan.


Ragini meneteskan airmatanya saat melihat kondisi Rohit yg sangat mengenaskan.


"Ragini.. Aku harap kau selalu bahagia, Ragu"


Ragini terkejut. Dia merasakan keanehan saat pria yg dikiranya Rohan memanggilnya dengan panggilan yg biasanya Rohit berikan untuknya.


"Iya Ragu, aku adalah Rohit" ucapnya pelan.


Ragini tak menyangka, dia menatap Laksh. Laksh pun sama dia sangat terkejut.


"Rohit" isaknya.


"Ragini.. Kau teruslah lanjutkan hidupmu bersama suamimu"


Ragini terus terisak. Rohit meraih tangan Ragini dan Laksh lalu menyatukannya.


"Kalian memang di takdirkan untuk bersama, dewa merestui hubungan kalian, teruslah bersama dan rawat Rohit kecil demi diriku, hm"


Ragini mengangguk.


"Laksh.. Kavya yg telah melakukannya, dia benar-benar sangat terobsesi untuk memilikimu karena usahanya kemarin gagal untuk melenyapkan Ragini maka sekarang dia mencoba untuk menabrak lari Ragini untung aku mengikutinya daritadi" jelas Rohit.


Laksh geram, dia mengepalkan telapak tangannya.


"Kavya lihat saja aku akan menjebloskanmu ke penjara"


Tubuh Rohit perlahan melemah, matanya perlahan terpejam.


"Rohit" teriaknya.


Ragini menepuk-nepuk wajah Rohit namun tak ada reaksi.


"Laksh.. Rohit"


Laksh memeluk erat tubuh Ragini.


'Terimakasih Rohit, terimakasih untuk pengorbananmu' batin Laksh dengan menatap lirih wajah Rohit.


***


"Laksh.. Lihat saja aku akan membalaskan semua ini kepada Ragini, kau milikku Laksh selamanya akan tetap menjadi milikku dan kau wanita jalang aku akan segera menghabisimu" teriak Kavya setelah sidangnya selesai.


PLAAAKKK..


Laksh geram dia menampar wajah Kavya dengan sangat kencang.


"Hentikan Kavya..!! Cukup!! Sudah Cukup!! Kau telah melewati batasanmu Kavya, Ragini adalah istriku dan hanya dia yg aku cintaiku, tak usah kau bermimpi jika aku akan berbalik mencintaimu aku tak akan pernah mencintaimu dan kau pantas untuk mendekam di penjara karena kau telah melenyapkan nyawa Rohit, dasar wanita jahat!"


Kavya hanya diam dia mengelus pipinya yg masih terasa panas. Sipir wanita itu langsung menyeret tubuh Kavya untuk memasukkannya ke dalam penjara.


Ragini menangis tersedu Laksh mendekap tubuh Ragini.


"Sudah sayang berhenti menangis ada aku disini"


"Laksh.. Aku takut.. Aku takut kehilanganmu"


Laksh mengecup kening Ragini.


"Kau tenang saja Ragini, aku akan selalu di sisimu, kau tenang saja"


Ragini terus mendekap erat tubuh Laksh.


"Ehemm.. Apa kalian melupakan aku, ibu.. Ayah?" ucap seorang anak kecil.


Laksh berjongkok dan langsung menggendong tubuh mungil jagoan kecilnya itu.


"Mana mungkin kami melupakanmu jagoan ayah"


"Ayah sangat beruntung karena memiliki istri sepertimu dan jagoan kecil hebat ayah"


Mereka bertiga saling berpelukan.


"Ayah.. Nanti adik bayi laki-laki atau perempuan?" tanya si kecil Rohit.


"Kau maunya laki-laki atau perempuan?"


"Hmm laki-laki" jawabnya.


"Kalau yg lahir ternyata perempuan bagaimana?"


"Hmm.. Ayah dan ibu tinggal bikin saja lagi, gampang kan?"


Ragini dan Laksh saling lirik.


"Hei nakal.. Siapa yg mengajarimu, hm?" tanya Ragini.


"Ayah" jawabnya.


"Laksh"


Ragini melototi Laksh.


Laksh lari menghindari kejaran Ragini dan putra kecilnya.


"Ragini.. Hentikan, aku lelah!"


"Tidak akan, sebelum aku menghukummu"


"Hei.. Memang ada yg salah dengan ucapanku, aku kan menginginkan banyak anak darimu, apa aku salah"


"Laksh.. Kau pikir melahirkan tidak sakit, hah?"


"Tapi membuatnya sangat nikmat Ragini"


"Laksh.. Berani sekali kau mengatakan itu di depan putramu, sini kau"


Ragini terus mengejar Laksh yg berusaha menghindar.


-THE END-

__ADS_1


__ADS_2