SOULMATE

SOULMATE
110


__ADS_3

"Zara. "


"Iya. "


Ada pesan masuk dari temanku Ana.


"Aku mau melupakan rasa sakit hati ku Zara. Kok susah ya? "


"Udah minta sama Allah belum? "


"Udah. "


"Terus minta aja, insya Allah nanti juga bisa. Jika tidak, seenggak nya kita bisa berdamai dengan semuanya dan mengingat semua itu dengan senyuman."


"Terus mantan suami ku udah berani upload foto bersama wanita barunya sekarang. "


"Iya ga apa-apa, itu kan hak dia Ana. Karena kan udah bercerai juga sama kamu. Ditto juga sama seperti itu. Foto jalan-jalan terus sama mantan selingkuhannya dia sekarang. "


"Saudara nya yang ngasih tau aku. Aku sendiri kan ga tau. "


"Ya sama aku juga, temenku yang selalu mengirimkan foto-foto Ditto sama aku, tanpa aku suruh, tanpa aku cari tau pula. "


"Tapi wajah nya di tutup emot. "


"Ya sama persis, foto Ditto juga selalu di tutup emot, kalo Si Lidya nya sih nggak. Padahal ga harus ditutupi ya, bebas aja gitu."


"Mungkin mereka malu kali ya. "


"Untuk apa selingkuh kalo masih punya rasa malu. Berani selingkuh berarti berani menanggung segala resiko nya iya kan. Terus kalo punya rasa malu kenapa harus di upload di sosmed. Jejak digital Zaman sekarang kan sungguh luar biasa."


"Zara kamu berteman kan dengan mantan suami ku. "


"Berteman, sering liat story aku juga malah. "


"Ana kan dihapus pertemanan sama dia. "


"Tolong liatin coba, pasti update. "


"Masih mau kepo? Berani menanggung konsekuensi nya ga? "


"Penasaran, pengen tau selera nya seperti apa. Wanita nya yang sekarang. "


"Ha...ha. .Jangan syok tapi ya. "


"Sebentar ya. "


Aku buka facebook mantan suami nya Ana. Ternyata aku tidak menemukan foto wanita lain selain Ana dan Anaknya dulu.


"Ga ada foto wanita baru. "


"Masa sih, coba screenshoot. "


"Di privasi mungkin. "

__ADS_1


"Ih kok ga ada ya. "


"Iya, foto si kakak semua. "


"Saudara mu ngasih tau fotonya apa gimana? "


"Nggak, cuman ngomong aja, Mamah nya juga tau sih. Upload pas lagi ulang tahun katanya."


"Ga ada tapi aku ga nemu, Ya sudah lah biarin aja. Do'ain aja semoga mereka bahagia dengan pasangan barunya. "


"Sulit, aku ga bisa seperti mu Zara. "


"He.. he.. Aku juga kemarin temen terus terusan kirimin foto Ditto bersama Lidya dan juga anak Lidya lagi liburan di Villa, dikolam renang, di Cafe. semua foto Ditto nya ditutup emot. Umbar kok setengah-setengah. Aku liat nya senyumin aja. Banyak banget lagi fotonya. "


"Wahh nyampe segitu nya ya. Berarti temen mu tau banget ya. "


"Mungkin, terus aku bilang aja ke dia. Kamu suka jadi penguntit mereka bukan. Banyak sekali fotonya tiap gerak gerik mereka kok kamu tau. Mau sampe kapan terus terusan seperti itu, kamu dapat keuntungan apa dari mereka. Ga akan berpengaruh apapun sama aku sekarang, ga akan merubah keadaan pula. Ga akan membuat ku sakit hati juga. Karena hatiku sudah di penuhi rasa Cinta sekarang. Apapun, siapapun yang akan menyakiti ku sekarang. Tidak akan aku ijinkan dan tidak akan pernah bisa. Urusan Ditto bagaimana sekarang, bukan urusan aku lagi. Karena Ditto hanyalah masa lalu aku. Diem di bales gitu sama aku dia. Ga pernah ngirim foto Ditto lagi. "


"Waaww... keren kamu Zara. "


"He. he... Aku ga peduli apapun yang dilakukan Ditto sekarang ya bodo amat, karena hatiku juga udah dipenuhi Rangga, meskipun Rangga juga tidak bisa aku miliki karena hati nya milik orang lain. Ga apa-apa aku bahagia kok. "


"Mantap, aku do'akan kamu selalu bahagia zara. "


"Amin."


Aku kirim kan screenshoot program kasir ku kepada a Rangga, alhamdulilah berfungsi lagi dengan baik. Tak ada data yang hilang.


"Alhamdulilah ga jadi input ulang. "


ha.. ha.. sudah biasa ya seperti itu.


Aku juga kirimkan screenshoot program kasir ku kepada Ditto.


"Aman. "


"Syukurlah, eror kenapa katanya. " Ditto membalas.


Heran deh sama a Rangga, kok a Rangga ga bisa berkata-kata ya, bales nya pake emot aja. Padahal Ditto juga bisa berkata-kata setelah aku dan Ditto melalui badai tornado yang sangat dahsyat. Mungkin memang tiap orang berbeda-beda karakter ya.


"Ga tau sih, ga bilang si koko nya juga. Tadi bareng Jarel ngambilnya juga."


"Naik apa? "


"Naik angkot dong."


Mamah sini aa pinjem WA ayah ya. "


"Boleh. " aku berikan handphone ku ke Jarel.


"Naik angkot ayah. "


"Jarel ga cape tah? "

__ADS_1


"Nggak, seru. Jalan dulu ke kantor pos, baru ke toko komputer, terus pulang nya belanja. "


"Oh iyah."


"Ayah aa mau mandi dulu. "


"Iya dadah."


"Dadah, ayah udah mandi belum? "


Ditto tidak membalas. Setelah selesai mandi Jarel langsung mengirimkan foto selfie nya sendiri.


"Jangan deket deket fotonya. " Ditto tertawa melihat foto selfie Jarel.


Jarel mengirimkan foto selfie nya lagi yang lebih Bagus.


"Udah magrib, ayo sana shalat dulu. "


"Iya. "


Alhamdulilah semoga disana Ditto sudah memperbaiki dirinya sendiri menjadi lebih baik. Seperti aku juga sekarang yang selalu mencoba lebih dekat dengan Allah. Karena dengan begitu kita bisa mendapatkan ketenangan hati. Apapun yang kita hadapi semuanya terasa baik-baik aja.


Setelah ujian ini aku sadar dan kembali kepada Allah. Karena hanya Allah yang mampu menolong hambanya dalam keadaan apapun. Lain halnya dulu ketika aku masih sekolah SMP ketika aku mendapatkan hidup ku terasa berat aku berfikir untuk selalu mengakhiri hidup ku. Berkali-kali aku mencoba mengakhiri hidup tapi selalu gagal. Ketika SMK juga pas ayah mendapatkan masalah dan harus dipenjara aku rasa hidup ku berat sekali, aku mencoba minum obat agar aku bisa mati, tapi Allah selalu baik kepada ku. Aku tidak diizinkan untuk meninggal dengan hal konyol seperti itu.


Bahkan setelah aku bekerja pun, awal-awal aku menjadi admin. Aku harus menyelesaikan pekerjaan ku yang sulit karena mengurus beribu karyawan itu bukan hal mudah. Aku berfikir ingin sekali resign tapi ketika aku kembali ke rumah aku selalu di ingatkan ibu. Jika aku berhenti bekerja ibu makan apa. Aku selalu melampiaskan semua nya dengan cara menangis histeris dan merusak barang-barang yang ada didekatku. dan bahkan tak segan untuk melukai diriku sendiri atau mengunci diri di kamar mandi.


Sampai atasan ku dipersonalia pernah memanggil ku untuk membantu ku berkonsultasi. Dia lulusan Psikolog, dia paham betul dengan keadaan aku dia bilang aku pernah mengalami trauma dan perasaan trauma nya itu belum sembuh. Dia pernah melihat aku saat kerja aku tak segan melempar dokumen di meja kerja ku, Bahkan mengunci sendiri di toilet office. Ketika aku kumat dan tak mampu untuk mengendalikan emosi ku waktu itu. Aku sendiri pun tidak menyadari akan hal semacam itu.


Tapi setelah aku mampu menstabilkan emosiku, aku bekerja dengan baik, sesuai prosedur. Departemen yang aku pegang yang awalnya kacau berantakan menjadi Departemen terbaik dalam hal administrasi dan target produksi juga. Hasil kerja keras aku bersama bapak Manager ku dan juga para team leader, Group Leader semua. Kita bekerja sama secara solid untuk membuktikan kepada mereka semua bahwa departemen kita mampu menjadi yang terbaik.


Hal yang aku dapatkan dari pimpinan ku apa. Tidak sesuai yang aku dan tim harapkan apalagi terhadap diriku pribadi.


"Admin kerjanya apa? ga penting banget sih. Hanya duduk diam didepan komputer, terus jalan-jalan di line produksi, buang-buang gaji aja. Pasti semua dokumen nya juga manipulasi. Ga akan ada admin yang bisa kerja serapih ini. Jika mengikuti aturan perusahaan yang ada. "


"Waaawww Amazing. Terimakasih banyak loh pa atas penghargaanya kepada ku selama 7 tahun ini. "


Akhirnya aku menyerahkan surat pengunduran diriku. Karena alasan ibuku sakit waktu itu. Selama 1 bulan pengajuan surat pengunduran diri ku tidak di tanda tangani olehnya. Sampai seminggu lagi batas akhir tanggal aku resign. Aku menemui pimpinan waktu itu.


"Bapak saya mau resign seminggu lagi, mana orang baru yang mau ganti aku. Mr. udah tanya? "


"Ah paling juga nanti kamu berubah pikiran. gak jadi resign. "


Padahal jika aku sudah memutuskan sesuatu. Itu adalah hasil akhir yang tidak akan bisa dirubah.


"Ya udah, terserah bapak. "


Akhirnya 2 hari lagi aku resign baru lah ada orang baru yang menggantikan aku. Bagaimana aku mau mengajarkan dia kalau hanya dua hari.


Setelah aku di rumah. Orang pengganti aku selalu menelpon ku masalah kerjaan nya yang rumit. Aku hanya tersenyum.


"Bukan kah pekerjaan ku itu mudah kan. Jadi kalian nikmati aja ya. Aku sudah tenang di rumah sekarang. "


Jika kita tidak pernah dihargai disuatu tempat untuk apa kita terus bertahan, tinggalkan saja. Masih ada hal baik di luar sana. Akhirnya aku membangun usahaku dari nol. Meskipun tak mudah karena harus jatuh bangun berjuang sendiri tapi setidak nya kita adalah bos ditempat kita sendiri. Bukan orang yang diam di telunjuk orang.

__ADS_1


Akhirnya pimpinan ku menelpon ku berkali kali untuk masuk kembali bekerja di sana. Aku sih ga mau masuk ke circle yang sama dan terjebak dengan keadaan yang penuh dengan manipulasi seperti itu.


__ADS_2