
Episode baru Ineke dimulai. Menjadi seorang mama untuk Alika. Setiap 2 jam sekali, ia harus membuka matanya, memberikan susu Alika. Ineke sedih. Ia tidak dapat memberikan asi kepada Alika.
Aura rumah itu kembali penuh warna. Tapi, Alka tetap menjaga jarak ke mamanya. Ia masih sangat takut, kalau ia akan mendapatkan penolakan kembali. Kesibukan dokter Yopi, membuatnya untuk kehilangan momen bersama keluarga.
Akhirnya, sabtu pagi, seperti biasa, adalah hari keluarga bagi mereka.
Ineke bermaksud mengajak dokter Yopi ke sebuah barber shop. Ia menitipkan Alika ke Bu Min.
"Abang, ikut yok. Rambutnya udah panjang juga" ajak dokter Yopi kepada Alka.
Awalnya Alka sangat senang. Tetapi, dia terdiam. Dan akhirnya menggeleng.
"Gak mau" kemudian dia masuk ke kamarnya dan bermain kembali.
Akhirnya mereka pergi berdua. Di sepanjang jalan, dokter Yopi menunjukkan tempat yang biasa mereka singgahi. Di motor itu, mereka mengenang masa mereka bersama. Sengaja dokter Yopi berangkat pagi-pagi sekali, agar udara yg dihirup masih segar.
"Nah, sekolah kita."
__ADS_1
artinya tempat yang dituju sudah dekat.
"Gapapa kan nunggu Aa?"
"kan udah biasa. Sana, rapikan semua. Ine gak suka" Sementara dokter Yopi merapikan penampilannya, Ia membuka ponselnya.
Banyak foto Alka. Di dalam gambar itu, menunjukkan bahwa Ine sangat mencintai Alka. Alka, anak lelaki itu. Ineke sangat sedih.
"Sayang.." dokter Yopi menyapa wanitanya.
Ineke melihat ke arah suara. Betapa bahagianya ia, melihat sosok yang ia rindukan, ternyata benar di depan mata. Ia bangun dari tempat duduknya, dan memeluk lelakinya secara spontan. dokter Yopi menerima pelukan itu. Parfum yang selalu dipakai dokter Yopi, tidak pernah terganti. Aroma itulah yang membuat wanita berperawakan mungil itu selalu mencintainya.
Sabtu itu, dokter Yopi banyak bercerita dan berusaha mengembalikan ingatan Ineke yang hampir sempurna.
Ineke meminta dokter Yopi untuk menghampiri rumah ibu. Ia ingin mengingat sosok Alka.
Sampai di rumah ibu, Ine meminta album foto, tentunya dengan seizin dokter Yopi. Ia membuka lembar demi lembar album foto itu. Foto-foto itu menceritakan pernikahan pertamanya, ia mengingat lelaki di sampingnya dalam foto itu. Papa Alka. Lelaki yang pernah menemaninya. Ia menutup album foto itu. Ia mengingat betapa ia sulit untuk melupakan dokter Yopi saat itu, sampai akhirnya ia mencintai papanya Alka, dan ia harus terluka dengan penghianatan itu. Tapi ia lupa kalau papanya Alka sudah meninggal.
__ADS_1
"jadi.. Alka.." rasa penyesalan itu tiba-tiba membuat Ineke merasa sesak.
"Alka..." hanya nama itu keluar dari mulutnya.
"Kita pulang, A" Ineke menarik tangan dokter Yopi.
"Hati-hati, nak" ucap ayah mengingatkan.
Motor yang di lajukan dokter Yopi menerobos macetnya jalanan di ibu kota. Pelukan Ineke seolah meminta suaminya untuk membawanya segera sampai di rumah.
Bel pintu pun di tekan. Tak lama, pak Min membukanya. Ineke berlari menuju kamar Alka. Dia memeluk anak sulungnya yang sedang tidur.
"Ma..." suara Alka berat karena bangun dari tidurnya.
"Maafkan mama, nak. Maafkan mama" air mata Ineke tak terbendung.
"Pa..."Alka memanggil papa dokternya dan berlari menuju papa dokternya.
__ADS_1
Papa dokternya hanya tersenyum.
"Itu mama nak. Mamanya Abang. Peluk mama." dokter Yopi meminta Alka memeluk mamanya. Tapi dia tidak berani.