SOULMATE

SOULMATE
123


__ADS_3

Aku bermimpi lagi-lagi ada sebuah pesta dirumah ku, pesta pernikahan. Aku di bawa ke kamar ku oleh nenek ku yang telah lama meninggal. Ternyata Di kamar ku itu semua keluargaku yang telah meninggal berkumpul.


Ada nenek dari ayah, ada 2 nenek dari ibu, 1 Kakek dari ibu, Ua, om dan tante semua yang selalu aku do'akan hadir. Mereka semua tersenyum kepadaku, wajah nya terlihat sangat jelas, tidak seperti mimpi biasanya ketika kita bermimpi dengan orang yang telah meninggal tidak pernah melihat wajahnya. Tapi ini terlihat sangat nyata.


Nenek ku memberikan ku banyak sekali gaun pengantin aku disuruh memilih salah satu dan mencoba nya. Aku melihat satu gaun pengantin yang berwarna hitam yang begitu sangat menarik perhatiannku. Aku mencoba nya ternyata sangat cocok aku pakai.


"Masa kamu mau pake gaun pengantin warna hitam Zara? " Kakek ku protes.


"Ga apa-apa Bagus kok. " aku menjawabnya.


"Coba pilih lagi yang lain itu masih banyak. " Tante ku memberikan saran.


Aku mencoba gaun pengantin itu satu persatu, tapi aku tidak menemukan yang cocok, aku tetap menginginkan gaun pengantin warna hitam yang pertama kali aku pilih.


"Zara maunya yang ini nek, ga mau yang lain, Bagus kok. Tuh lihat. iya kan. "

__ADS_1


"Ya sudah, kalo kamu mau nya itu yaudah itu aja. Memang dasar kamu keras kepala. " Nenek memarahi ku sambil tertawa juga.


Semua nya tersenyum.


"Ayo cepat-cepat waktu akad nya udah selesai, waktu nya kamu keluar Zara. Pilih gaun aja lama banget." tante ku menyuruh aku segera keluar kamar.


Zara didampingi kakek menuju ke pelaminan, entah siapa pengantin laki-laki nya aku belum melihat.


Aku terbangun, kaget. Mimpi nya begitu nyata. Aku bertemu dengan Almarhum dan Almarhumah keluarga ku. Memang dulu Zara adalah cucu kesayangan kakek, dari semua cucunya hanya aku yang dekat dengan kakek. Bahkan ketika terakhir kakek dirawat di rumah sakit pun sebelum meninggal. Aku ikut menunggu kakek di rumah sakit dengan ko Afu waktu itu. Ko Afu membawa banyak makanan untuk semua saudara ku yang menunggu kakek di rumah sakit. Sayang nya kakek sudah tidak bisa bicara waktu itu. Kakek meninggal karena sakit jantung. Om meninggal karena sakit jantung, ua meninggal karena sakit jantung, Nenek dan bibi meninggal karena Corona. Kemarin ibu masuk ICU karena sakit jantung.


Sayang nya didikan kakek dulu pada ibu ku keras, sehingga ibu mendidik aku keras pula. Sampai pada akhirnya sekarang aku sadar. Aku tidak boleh berperilaku seperti mereka dahulu. Cukup berakhir padaku saja sifat, karakter, dan segala keras kepalanya. Aku bertekad untuk merubah diriku menjadi pribadi lebih baik. Karena mereka semua pun sudah tiada sekarang.


Malam berikut nya aku kembali bermimpi aku berada di kampus bersama guru terbaik ku, guru yang mendampingiku dari kelas 1 SMK sampai aku lulus wisuda Sarjana.


"Ini ambil. " bu guru memberiku selembar sertifikat tertulis Zara Aprilia, M.M.

__ADS_1


"Ini apa bu? " Zara bertanya.


"Selamat ya kamu lulus menyelesaikan pendidikan S2 mu Zara."


"Terimakasih bu." Aku menangis terharu aku senang sekali aku mendapatkan gelar Cumlaude pula.


Aku terbangun, lagi lagi ini hanya mimpi. Ya Allah dulu memang aku ingin sekali melanjutkan pendidikan S2 ku dan aku berkeinginan untuk menjadi seorang Akuntan publik seperti yang selalu guru aku ceritakan. Tapi berhubung menyusun skripsi aja dalam keadaan hamil besar. Sampai wisuda pun aku pada masa HPL Jarel. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan pun terhenti. Aku bearkhir menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak dan mengembangkan usaha ku sendiri. Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling berat dan sangat istimewa sebetulnya. Namun terkadang dipandang sebelah mata karena hanya berdiam dirumah tidak seperti wanita karir lainnya.


Ibu rumah tangga sebetulnya sangat hebat. Seperti yang aku rasakan dulu. Mengerjakan banyak hal mulai dari mengurus anak, mengantar anak sekolah, bermain dengan anak, mengajarkan anak baca karena les perlu biaya tambahan aku sanggup mengajari Jarel langsung untuk menghemat biaya, memasak, mencuci, membersihkan rumah, menjaga toko, belanja stock toko, jadi sopir, cuci mobil sendiri, bagaimana cara mengembangkan usaha kedepan. Melayani suami juga. Sampai lupa mengurus diri sendiri yang akhirnya suami ga mau melihat ku yang terlalu lusuh. Tidak seperti teman kerjanya yang glowing dan seksi. Aku hanya bisa tertawa sekarang.


Karena sekarang ketika Zara sendiri malah justru Zara merasa bebas. Tidak banyak beban yang harus aku tanggung sendiri lagi. Bebas mewujudkan mimpi ku yang sempat tertunda. Sebelum bercerai Ditto sudah merancang bangunan minimarket yang akan kami bangun di masa depan. Bahkan sampai saat ini gambarnya masih ada di handphone ku, tidak terpikir akan berpisah waktu itu.


Semoga nanti aku bisa mewujudkan mimpi itu sendiri. Aku akan berusaha sebaik mungkin tidak bergantung kepada siapapun hanya Allah tempat ku meminta pertolongan, aku yakin Allah akan selalu membantu aku untuk mencapai impian ku. Aku tidak ingin memiliki pasangan jika hanya menghalangi ku mencapai impianku. Aku ingin bertemu dengan seseorang yang memiliki impian yang sama untuk masa depan.


Begitu miris ketika aku melihat lulusan tahun sekarang yang begitu sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Aku ingin setidaknya nanti jika anakku lulus sekolah dan kekei lulus sekolah. Setidak nya aku memiliki lapangan pekerjaan untuk mereka Dan orang di sekitar rumah ku. Itulah mimpi ku.

__ADS_1


__ADS_2