
Kami menuju bagian Lab. Di sana saya melakukan serangkaian pemeriksaan, dari darah sampai urine. Aa takut kalau aku kena virus. Ketakutan dia terkadang berlebihan. Tapi itulah lelakiku. Selama menunggu waktu keluar hasilnya, dia cuma bolak balik.
"Sayang, tenang.. Ine gapapa kok. Kalau tidak, ke ruang perawatan dulu deh, Masih lama hasilnya keluar, Ine dan Alka mau ke kantin dulu aja." ucapku menenangkannya.
"Hm, baiklah. eh tapi.. " ucapnya,
"Ine pasti cuma kecapekan doang. Hasilnya gak bakal apa-apa. Udah sana, Alka, salim papa, kita ke kantin dulu aja" perintahku kepada anak kecil itu.
Kami menuju kantin, dan Aa segera menuju ke ruang dokter dan melakukan visit ke ruang perawatan pasien.
"Alka mau makan apa?" tanyaku.
"Mie goreng" jawabnya spontan.
Omegot.. mie goreng.. Tapi dicoba aja deh. siapa tau kemarin karena perutku yang bermasalah, semoga kali ini tidak merasakan mual itu lagi.
"Istrinya dokter Yopi, kan ya? Mau pesan apa bu?" tanya pelayan kantin itu.
"Ya mbak.. saya pesan mie goreng, gak usah pakai cabai, ketoprak, mineralnya 1,sama es jeruk ya 1 juga." ucapku.
"Sebentar ya bu. Cantik banget ibu, saya kemarin datang di pesta ibu dan pak dokter" ucapnya lagi.
"Terima kasih mbak" ucapku sambil tersenyum.
Alka memainkan tab nya, dan menonton youtube anak-anak.
__ADS_1
Aku menyiapkan diri, untuk tidak memikirkan mie itu.
Tapi, ternyata aku tidak bisa, bau mie itu menyengat hidungku.
Pesanan mie saat itu sedang banyak, dan proses membuat ketoprak juga bukan waktu yang sebentar, air mineral dan es jeruk pesanan kami sudah di depan kami.
"Ini bilnya bu," ucap pelayan itu
Aku mengeluarkan dompet dan membayar tagihan makan kami.
Aku ikut menonton chanel youtube yang di tonton Alka.
"Sayang, gapapa kan nunggu, Aa masih di atas. Selesai dari sini, Aa nyusul ke kantin."
sebuah pesan WA itu. Dan aku hanya mengetik sebuah emot yang mengartikan setuju.
"Mbak.. saya titip anak saya sebentar ya. Alka makan dulu ya nak, mama mau ke kamar mandi" ucapku tenang biar Alka tidak khawatir.
Aku berlari ke kamar mandi dan
hueeeekkk...
Aku mengeluarkan isi perut lagi.
Bau mie goreng itu, membuat perutku terasa di aduk-aduk.
__ADS_1
Setelah puas aku mengeluarkan isi perut, aku berjalan sempoyongan ke meja dimana Alka sedang menyantap mie itu seorang diri. Tapi, kenapa terasa jauh sekali meja itu, dan...
"Ada yang pingsan, tolong," ucap seseorang.
Perawat dengan sigapnya mengangkatku ke ruang IGD. Mereka bingung, karena identitasku ada di dalam tas, dan berada di depan Alka.
Dokter jaga, langsung memeriksaku.
Sementara aku belum siuman, Alka sudah merasa gusar, karena aku tidak kunjung tiba.
Aa yang selesai mengurus pasiennya, segera menuju ke kantin. Dan menemui Alka di sana.
"Alka" tegurnya
"Papaaaa" kemudian Alka menangis.
"Ada apa nak? Mana mama?" tanyanya sambil menggendong Alka yang menangis, dan mengambil tas milikku.
"Mbak Sari, lihat istri saya?" tanyanya kepada pelayan di kantin.
"Maaf dok, ibu tadi ke kamar mandi."
Aa melihat ada mie goreng di meja itu.
"Dia muntah lagi"ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Tapi di kamar mandi, dia tidak menemukan sosok istri yang dicintainya. Kemana Ine. Dimana Ine. Kenapa dia tidak ada dimana-mana, pikirannya melayang sambil menggendong Alka. Dia mencariku ditengah keramaian rumah sakit itu.