SOULMATE

SOULMATE
Hidup diantara orang tercinta


__ADS_3

"Sayang, tolong ambilkan Aa minum ya,"


Aa yang berkeringat, setelah merapikan rumah, terlihat sangat lelah. Aku segera mengambilkan botol minum untuknya.


"Terima kasih sayang," kemudian dia berbaring di pahaku


Ku lap keringat yang ada di keningnya.


Anak-anak yang asik main PS tidak menghiraukan keberadaan kami. Mereka tertawa dan fokus dengan permainan itu.


"Mandi gih" ucapku.


"Bentar lagi" ucapnya.


"Nanti jadi, mau main basket sama teman-teman? Bukannya lelah?" tanyaku.


"Mana ponsel Aa, sayang?" tanyanya, dan aku merogoh kantong bajuku, karena memang Aa menitipkan ponselnya kepadaku.


"Sorry guys, gue capek bener. Besok pagi aja ya, atau besok malem." Pesan singkat itu dia kirimkan di grup mereka. Kemudian Aa menutup matanya.


"Sayang, mandi dulu. Baru tidur. Ayo bangun"


Aa bangun dan mengajakku ke kamar.


"Sayang, udah mandi belom?" tanyanya.


Aku menggeleng.


"Aa kan gak jadi nyari keringet di lapangan. Aa mau nyari keringet di tempat tidur aja deh." ucapannya yang nakal sontak membuat aku kaget.

__ADS_1


Dia membaringkan tubuhnya yang sudah membuka bajunya yang basah karena keringat, dan segera mencumbuiku. Lambat laun, dia menyentuh bagian yang membuat bulu kuduku berdiri. Tangannya menjamah dan ciumannya membuat aku terlena. Aaah... nikmat sekali. Kami melakukan dengan pelan. Desahan demi desahan tak sadar kami keluarkan dari mulut kami. Ketika dia merasa sudah dipuncak, dia mencoba untuk menahannya, dia melakukan permainan demi permainan, dan saat yang tepat, kami mengeluarkan cairan murni kami bersama.


Nafas kami tersengal-sengal.


Dia memelukku erat, tubuhnya yang kekar, menjadi tempat terindah untuk menyatukan tubuh ini. Aku mengelus keringat yang keluar dari tubuhnya, ku cium dadanya. Dan kucium bibirnya dengan semangat. Dia membalas kembali. Dan akhirnya aku pun terlentang kelelahan. Aa menutupi tubuh kami dengan selimutnya. Dia merasa puas dengan permainan ranjang itu.


"Nanti, kalau dedek sudah lahir, hidup Aa menjadi sangat lengkap. Aa hidup diantara orang-orang yang Aa cintai." ucapnya sambil mengelus perutku.


Aa terkejut, ada getaran kecil di perutku.


"Sayang.. " dia terlihat sangat kaget.


Aku tersenyum.


"Dedek dengerin papanya" ucapku.


Kemudian Aa mengelus perutku lagi, dan lagi, reaksi dari dalam perutku kembali bergerak kecil.


"Tumbuh dan kembanglah di sana nak. Sampai nanti kita bertemu di saat dedek kuat"


tangannya terus meraba perutku. Aku tersenyum bahagia melihatnya.


"Sejak kapan dedek bergerak gini, sayang?" tanyanya.


"Sejak tadi," ucapku singkat.


"Ayo kita mandi, dan siap-siap sholat maghrib. Aa bersyukur sekali, bisa merasakan gerakan pertamanya." ucapnya.


Setelah kami mandi, kami pun bersiap sholat berjamaah bersama seluruh keluarga.

__ADS_1


Kali ini, Aa yang jadi imamnya.


Aku bangga dan senang melihat pemandangan ini. Dia mengambil alih menjadi imam.


Setelah selesai, kami melanjutkan obrolan kami di ruang keluarga, sambil menyantap makan malam kami.


"Om... Besok kan masih libur. Kita main ke pantai yok." ucap Andrea.


"Gak usah jauh-jauh. Kita ke Ancol aja." lanjutnya lagi.


"Tapi, om sudah janji mau latihan basket" jawab Aa.


"Om gak seruuuu... " teriak mas Koko, suami mbak Linda.


Kami pun tertawa.


"Ayolah kita main ke pantai." ajak papi yang tak kalah semangatnya.


Aa menoleh ke arahku.


Aku mengangguk.


"Ya udah deh. Kita main ke pantai" ucapnya.


Dan semua bersorak kegirangan.


"Sayang, gapapa besok kita pergi? capek gak?" tanyanya.


Aku menggeleng.

__ADS_1


Dan dia pun mengecup keningku.


__ADS_2