SOULMATE

SOULMATE
Hari terakhir yang indah


__ADS_3

Hari itu kami habiskan mengunjungi pantai Kuta, Bedugul, Ubud dan berakhir dengan belanja oleh-oleh.


"Serem ya, banyak b**i guling" bu Min tiba-tiba memikirkan pajangan di rumah makan pinggiran yang menyajikan b**i panggang.


"Makanya, saya gak mau sembarang jajan, kalau di sini, bu. Kemarin Ine mau minta bakso, tapi saya sendiri saja takut untuk menyantapnya. Selama saya 2 tahun di sini, saya ke pasar sendiri, dan masak sendiri." ceritanya singkat.


"Iya nak, nanti makan baksonya di Jakarta aja ya, atau nanti bu Min yang bikinin. Pasti lebih lezat," ucap pak Min yang menggendong Alka.


Hanya hari ini, kami bisa jalan-jalan. Besok kami sudah harus pulang ke Jakarta. Sampai di hotel, aku meminta pak Min dan bu Min merapihkan barang-barang yang akan di bawa pulang. Rasa lelah kami berakhir dengan tidur yang nyenyak.


Subuh itu Aa membangunkanku,


"Sayang, kita belum melihat matahari tenggelam, kita lihat matahari terbit saja gimana?"


Aku mengucek mataku, dan mengangguk.


"Hayu.. bangun.. Sholat, trus kita main ke pantai. Udara pagi baik buat kesehatan" lanjutnya.


Kami mengetuk kamar Alka, dan benar saja, bocah tampan itu sudah bangun. Kami turun menuju pantai. Alka senang sekali bermain di pasir pantai. Aa tertawa melihat kelakuanku.


Tak lama, matahari keluar dari peraduannya. Cantik sekali.


Aa suka sekali mengambil fotoku saat aku tidak sadar.

__ADS_1


"Curaaaanggg.... harus siap dong kalo mau ambil foto Ineeeee" teriakku.


"Ya udah.. sana.. Bentar, Aa liat view nya.. hm.. Itu.. di sana, dekat batu itu.." ucapnya mengarahkan agar aku mendapatkan tempat yang indah untuk di foto.


Alka juga yang sedang main di pasir itu, menjadi objek fotonya. Tak lupa kami berfoto bersama.


"Pose yang keren ya. Lihat kameranya, satuuu... duaaa... say chese" kami pun tertawa.


Dia mencium keningku dan Alka.


Pak Min dan bu Min menyusul kami ke pantai, mereka juga tidak mau melewatkan suasana pagi di Bali. Mereka sangat senang sekali. Bahagia melihat mereka yang saling tertawa, dan berjalan berpegangan tangan.


"Kita harus seperti mereka ya sayang," ucapku yang memeluk pinggang Aa dan Aa pun merangkulku.


"Harus, kita akan selalu bersama, saling menemani dalam suka dan duka. Karena Ine adalah belahan hati Aa"


"And you are my soulmate, too" ucapku


"Alka... udah belum mainnya?" tanyaku.


Aa mengejak Alka, dan mengajaknya main air di pinggir pantai.


"Mama.. sini.. " ajaknya.

__ADS_1


"Maa... ayo ma.. mandi di sini aja" lanjutnya.


"Sayang.. sini" ucap Aa.


Aku menolak, Aa dan Alka saling berbisik. Alka tertawa. Mereka menghampiriku yang hanya duduk di pinggir pantai.


Kemudian Aa menggendongku.


Alka tertawa. Aku meronta minta diturunkan, tapi, Aa semakin erat menggendongku, Alka berlarian di belakang Aa. Dan..


Byur... aku dijatuhkan ke air asin itu,


Akhirnya kami bermain siram-siraman. Pak Min dan bu Min tertawa melihat ulah kami.


"Pak, doa Ibu, semoga mereka selalu saling cinta ya, Ibu senang sekali melihat ulah mereka. Beda sekali ketika nak Ine masih jadi istri pak Herli." bu Min melihat kami dengan mata berkaca-kaca.


"Hus.. ibu.. gak boleh ngomong gitu. Gimanapun, pak Herli almarhum sudah baik sama kita"


"Bukan gitu pak, ibu merasakan kebahagiaan di mata nak Ine"


"Bu Min.. siniii...."ajakku.


Bu Min dan pak Min menghampiri kami.

__ADS_1


Dan kami menghabiskan waktu yang tersisa dengan bermain di pantai.


Terima kasih atas kenangan ini.


__ADS_2