SOULMATE

SOULMATE
Takdir


__ADS_3

Hari ini adalah upacara mehendi Ragini, tapi entah megapadia merasakan hatinya hampa. Harusnya dia bersuka cita karena ibunya Ratan dan adiknya sudah luluh dan mau menerima Ragini sebagai anggota keluarga baru mereka nantinya.


Namun entah mengapa perasaan Ragini benar-benar gelisah, seakan dia ragu untuk melanjutkan pernikahan yg tinggal besok saja waktu yg tersisa.


Ragini menatap dengan pandangan kosong saat para gadis menari-nari di pesta mehendinya. Ragini hanya terdiam, dia benar-benar gelisah.


"Nona siapa nama pengantin priamu? Biar aku ukir disela mehendimu"


Ragini hanya terdiam, matanya tiba-tiba berbinar saat dia melihat sosok yg selalu menyita pikirannya belakangan ini.


"Laksh" ucapnya pelan.


"Oke" jawab wanita si pembuat mehendi itu.


Bola mata Ragini berputar mencari keberadaan Laksh, namun ternyata bayangan Laksh itu hanya khayalan. Terlihat raut kecewa di wajah Ragini.


"Nona.. Sudah selesai"


Ragini hanya tersenyum, dia masih menatap ke arah luar apartmentnya, entah mengapa dia berharap jika Laksh datang.


***


"Ibu.. Apa ibu yakin dengan keputusan ibu untuk menerima Ragini sebagai menantu ibu?" tanya Ruhi meyakinkan.


"Memangnya kenapa sayang?"


"Hmm entahlah! Aku masih tak menyukainya, bu"


"Ishita.. Ruhi.. Sekarang giliran kalian mengoleskan haldi pada Ratan" teriak Rohini nenek Ratan.


Ishita dan Ruhi pun menghampiri Ratan, Ishita mulai mengambil sedikit haldi di telapak tangannya dan mengoleskannya dia pipi Ratan.


"Kau sangat tampan, nak. Ibu harap kau selalu bahagia"


Ratan hanya tersenyum.


"Kakak.. Aku harap kau tak melupakanku jika kau sudah menikah nanti"


"Bawel.. Mana mungkin kakak melupakanmu"


Ruhi memeluk kakaknya itu, Ratan hanya mengelus kepala Ruhi.


Entah mengapa Ishita merasakan ada sesuatu yg akan terjadi kepada putranya, entah apa itu.


***


Laksh masih menatap undangan pernikahan Ragini dan Ratan.


Dia tersenyum miris.


"Besok kau telah resmi menjadi milik orang lain, hidupku benar-benar miris bukan, bahkan aku berulang kali kehilangan wanita yg amat aku cintanya, yg pertama menghianati dengan sangat keji dan kau Ragini.. Aku akui, kau pergi karena kesalahanku tapi mengapa kau tak memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya lagi. Berikan aku kesempatan sekali lagi Ragini, aku janji akan selalu membuat hidupmu dan Rohit bahagia"


Laksh memejamkan matanya, dia menikmati rasa perih yg menghujam hatinya.


***


"Raginiiiii" teriak Tanya.


Ragini mengembangkan senyumannya saat melihat sahabat yg telah lama tidak bertemu.

__ADS_1


"Ihh.. Kau ini sudah ingin menikah lagi untuk ketiga kalinya, bahkan aku sekali saja belum pernah"


Ragini menundukkan kepalanya, wajahnya memerah menahan malu.


Seluruh tamu yg berada disana mendadak ricuh dan menggunjingkan Ragini.


Tanya mengelus tengkuknya.


"Ragini.. Maaf"


Ragini hanya mengangguk.


"Tak usah kau pikirkan perkataan orang.. Hei coba lihat mengapa wajahmu masih bersih? Apa belum ada yg memulai untuk memberikan haldi untukmu?"


Ragini hanya terdiam. Tanya menarik dagu Ragini agar menatapnya.


"Berarti aku adalah orang yg beruntung, karena aku (mengoleskan haldi di pipi Ragini) orang yg pertama mengoleskan haldi di wajahmu"


Ragini tersenyum bahagia, dia kembali memeluk sahabatnya itu.


"Ssstt berhenti menangis, sudah cukup kau menderita Ragini.. Sekarang hapus airmatamu"


Ragini bingung karena tangannya di penuhi dengan mehendi.


Tanya menghapus airmata Ragini.


"Jangan menangis lagi, jika kau ingin menangis, menangis karena berbahagia bukan bersedih"


Ragini tersenyum kepada Tanya, begitupun dengan Tanya.


***


Laksh benar-benar kesal dengan adiknya itu.


"......"


"APAA?? Kau menginap di tempat temanmu?"


"......"


"Hei.. Apa kau kehilangan akalmu, kau masih memiliki keluarga, cepat kesini kakak akan mengirimkan alamat apartement kakak"


"......"


"Ya sudah. Tapi besok setelah urusanmu selesai, kau segeralah pulang ke apartment kakak. Ibu sangat merindukanmu"


Laksh menutup ponselnya, dia kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


***


Ragini masih terdiam di depan meja riasnya, wajahnya sudah di make-up dengan riasan pengantin dan sari pengantin yg melekat di tubuhnya benar-benar sangat cocok untuknya. Membuat setiap mata yg memandang akan berdecak kagum.


Benar-benar cantik dan elegant.


Ragini menatap dirinya di cermin. Dia masih menundukkan kepalanya. Dia benar-benar-benar sangat gelisah. Entah apa yg ada di pikirannya itu.


"Hei.. Siapa ini? Ya ampun Ragini.. Kau cantik sekali, aku yakin bukan hanya suamimu yg akan terpukau tapi seluruh tamu, lihat itu Rohit ibumu terlihat sangat cantik"


Tanya masih menggendong Rohit kecil di pelukannya.

__ADS_1


"Oh iya Ragini.. Seperti apa suami keduamu? Kenapa aku tak pernah melihatnya?"


Ragini hanya terdiam.


"Jika kau ingin melihatnya kau terus tatap saja Rohit, wajahnya mirih sekali dengan Rohit kecil"


Tanya menatap seksama bayi mungil yg sedang terlelap itu.


"Jadi ini putranya?"


Ragini mengangguk.


"Hmm.. Bagaimana bisa?"


"Tapi mengapa aku seakan familiar dengan wajah ini yah?"


Tanya menerka-nerka.


"Memang siapa namanya?"


"Namanya La...."


"Ragini.. Rombongan Ratan sudah sampai, ayo kita ke bawah"


Ragini mengangguk, dia mengikuti perintah bibinya itu.


Semantara Tanya masih merenung dan melihat wajah mungil Rohit dengan seksama.


"Mengapa wajahnya mirip Kak Laksh? Apa benar dia anaknya Kak Laksh?"


Tanya masih menatap seksama wajah bayi mungil itu.


***


Ragini menuruni anak tangga utu satu persatu, seluruh tamu berdecak kagum saat melihat penampilan Ragini. Ragini malu, dia menundukkan pandangannya. Dia terus berjalan dengan menutup dupattanya hingga menghalangi penglihatannya.


Laksh yg baru saja datang menatap lirih tubuh Ragini yg baru saja menuruni anak tangga itu.


Namun dia membulatkan matanya saat melihat kain sari Ragini terbelit dan menyangkut di sela jari kakinya, saat Ragini ingin terjatuh dengan sigap Laksh langsung berlari dan menangkap tubuh Ragini.


Dupatta Ragini terbuka karena angin berhembus sangat kencang, mata mereka saling beradu cukup lama.


Ragini kembali merasakan getaran aneh saat berada sangat dekat dengan Ragini seperti ini.


"Hati-hati" ucap Laksh pelan.


Ragini hanya tersenyum kaku. Laksh perlahan membenarkan posisi Ragini agar tak terjatuh.


"KAKAK" teriak Tanya dari atas sana.


Ragini menoleh ke arah Laksh, dia seolah tak percaya jika Laksh adalah kakak dari sahabatnya.


Entah apa yg dipersiapkan Dewa untuknya mengapa takdir kembali mempertemukannya dengan Laksh dan orang terdekatnya.


Laksh mengambil Rohit yg berada di gendongan Tanya. Dia langsung memeluk dan menciumnya seolah tak peduli dengan tatapan bingung para tamu yg datang.


Ragini menatap haru pertemuan ayah dan anaknya itu.


Ragini benar-benar merasa bersalah karena telah memisahkan Laksh dari putranya dan tak memberikan kesempatan kedua baginya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2