SOULMATE

SOULMATE
130


__ADS_3

Siang ini aku kembali mengirimkan pesanan belanjaanku lewat pesan whats app ke si om, sedikit sih tapi penting banget karena ini rokok. Rokok itu penjualan nomor 1 ditoko ku meskipun laba nya kecil tapi perputaran uang nya cepat. Sehingga sering kali aku kehabisan stock, dikarenakan modal nya terbatas.


Ternyata sampai sore si om tak kunjung datang mengirim barang. Apa karena aku belanja nya sedikit, atau memang sibuk. Kesel juga sih, kemarin aja Zara ga belanja dua kali si om ke toko. Mau ngapain coba ga penting banget. Mending kalo sebelum dateng tuh ngabarin, biar aku bisa titip belanjaan sedikit. Ini kan nggak.


Tiba-tiba si om kirim pesan.


"Zara maaf banget ya, ga apa-apa kan barangnya di anter besok. Lagi kurang sehat. "


Nah kan, gak jadi nganter barang. Apa ga ada orang lain apa yang bisa gantiin si om nganter barang. Sebegitu tidak percaya nya kah sama orang lain. pesan barang ke si om, nanya barang ke si om, anter barang si om juga. Kasian si om nya, udah berumur juga. Ga ada si om ga ada yang ganti. Terus Rangga kerjanya apa. Apa ga bisa gantiin nganter barang gitu sekali-kali.


"Iya om ga apa-apa. Tahun depan aja sekalian nganter barangnya. "


"Nggak, besok jam 8 di anter, Insya Allah." Dengan emot nyengir.


Dengan rasa marah dan kesal aku kirim kan pesan whats app ke Rangga.


"Barang anter kesini, si om sakit tuh. "


Rangga balas dengan emot yang menyebalkan.


"Barang belanjaan. " aku balas pesan Rangga.


"Bukan bagiannya. " Rangga membalas pesannya.


Ih amit-amit ni orang nyebelin sumpah. Sampai si om meninggal pun nanti mungkin untuk antar barang dia bilang nanti bukan bagiannya.


"Ampun deh, terus kamu bagian apa di toko? Ditanya stock barang tanya ke si om. Disuruh anter barang sekali sekali, suruh si om juga . Udah tau si om nya sakit." Jengkel sekali hati Zara, kalo dekat udah aku cakar-cakar mukanya dan aku jambak-jambak rambutnya.

__ADS_1


Santai Zara, biar tuhan yang menampar nya. Rasa sakit yang sesakit sakitnya. Allah maha kuasa, tidak seperti ku yang memiliki banyak keterbatasan ruang dan waktu.


"Gudang, packing, checker, kasir. " jawab Rangga


"Stock barang yang ada sama yang kosong tau? apa masih mau bilang bukan bagiannya. "


Soalnya pas kemarin aku tanya roti dateng apa nggak, Rangga suruh tanya si om kalo masalah belanja.


"Tau, ada yang salah? "Rangga menjawab.


"Sip, ga ada yang salah. "


"Kalo misalkan kemaren cuman tanya tentang toko, saya jawab. Tapi tidak untuk kehidupan pribadi. Inget setiap orang punya privasi. Ga semua yang kamu pikir bisa ditanyakan kepada orangnya."


"Ok." Zara balas seperti itu.


Males banget berhubungan lagi dengan orang kaya gini. Di tanya kerjaan ga nyambung, di tanya kehidupan ga nyambung. Dipinta tolong ga membantu sama sekali. Apalagi berbicara soal pernikahan ga akan nyambung sama sekali. Serem mending aku menjauh sejauh jauhnya.


Zara kira jika Rangga tidak bisa di ajak serius tentang hubungan asmara, mungkin masih bisa diajak kerjasama masalah kerjaan. Tapi kayanya nggak deh. Mending ga usah berurusan lagi dengan orang seperti ini.


"Terimakasih " Rangga membalas.


Terima kasih untuk apa. Aku ga membalas lagi pesannya.


Untuk menghindari kesalahpahaman di antara dua orang kan seharusnya komunikasi baik-baik. Ditanyakan pada orang yang bersangkutan. Ini jawaban nya malah ga semua yang kamu pikir bisa ditanyakan kepada orangnya. Terus jika aku bertanya Rangga seperti apa kelakuanya berarti aku harus tanya kepada Tuhan. Karena jika aku bertanya kepada orang lain. Belum tentu jawaban itu benar karena setiap orang itu beda-beda. Ada orang yang suka pada orang itu pasti dia memberi tahu yang baik-baiknya tentang orang itu, lain halnya ketika kita bertanya kepada orang yang tidak menyukai nya pasti yang dia ceritakan adalah sifat buruknya.


Maka dari itu Zara menggunakan jalur langit untuk mengungkap semuanya. Baik Ditto maupun Rangga.

__ADS_1


Zara selalu meminta .


"Ya Allah tunjukan padaku bagaimana sebenarnya Ditto dan Rangga, tolong tunjukan. Karena engkau maha mengetahui yang tidak aku ketahui."


Ucapan di mulut bisa saja berbeda dengan kata hati. Karena ada rasa ego dalam diri manusia, serta hawa nafsu yang terkadang menjerumuskan manusia itu ke jalan yang salah. Maka disitulah terkadang apa yang dirasakan hati terkadang bertentangan dengan apa yang ada dalam pikiran kita. Sehingga keluar lah ucapan-ucapan yang belum tentu itu kebenaran. Disitulah terjadinya pura-pura. Pura-pura tidak peduli padahal hati sangat peduli, pura-pura tidak Cinta padahal hati sangat mencintai, Pura-pura bahagia padahal hati sangat terluka, Pura-pura acuh padahal hati sangat menyayangi dan tidak ingin kehilangan.


Manusia bisa saja dibohongi. Tapi Allah maha tau tentang segala apapun yang terjadi. Dunia ini memang penuh tipu daya.


Seiring berjalannya waktu Zara yakin Allah pasti akan menunjukannya padaku kebenaran serta keadilan. Bisa melalui mimpi ataupun intuisi serta kata hati yang diolah dengan logika. Setelah semuanya berlalu, disitu Zara dapat memahami semuanya. Bagaimana kebenaran itu terungkap dengan sendiri nya. Apakah mereka baik atau buruk waktu yang akan mengungkap semuanya.


Keesokan harinya jam 9 si om datang.


"Om jam 8 ya?"


"Aduh maaf ya, Meriang kemarin ga kuat. Langsung tidur matiin handphone aja."


"Ha..ha.. Maunya ada yang mijitin mungkin om."


"Ha..ha.. " Si om ketawa.


"Baik baik ya om, jangan terlalu cape kerjanya. Kan ga ada yang gantiin om kalo om ga ada."


"He...he..Iya Zara."


Sebegitu banyak nya pekerja ditoko yang masih muda juga kalo ga bisa delivery ya gimana. Si om aja yang harus mengerjakan semuanya.


Padahal kan manusia juga bukan robot. Apa lagi kerjaan ditoko sembako itu berat, Perlu tenaga extra. Terkadang kerasa efek ke badan nya itu nanti ketika di masa tua. Jika sekarang mungkin ga akan terasa karena masih muda tenaga full juga. Tapi nanti ketika menginjak usia 40 ke atas pasti terasa efek nya.

__ADS_1


Entah dari tahun berapa Rangga bekerja seperti itu. Bekerja berat demi menjadi tulang punggung keluarga. Hebat, yang dulu aku lihat yang membuat ku kagum adalah tanggung jawabnya. Tapi setelah aku pelajari sifat dan karakternya ternyata tak pantas untuk di kagumi. Mungkin selama masih muda punya tenaga kuat ga akan kerasa.Tapi umur semakin bertambah, apa selamanya badan nya akan kuat seperti itu. Aku kasian pada badannya sih.


__ADS_2