SOULMATE

SOULMATE
121


__ADS_3

Tiba tiba Ditto mengirimkan screen shoot pesan whats app yang isinya.


"Orang kalo mau over booking tuh harus sama yang benar-benar kenal. Temen Anto Banyak yang pemain lengek soalnya."


"Duh. " Balas ditto.


Entah percakapan Ditto dengan siapa, yang jelas jika dilihat dari bahasanya pasti orang Cirebon. Anto itu sepupu nya Ditto.


"Terima over kredit ujungnya sih di lengek. Ga dibayarin angsurannya. "


"Tanggung jawab dong. " Ditto mengirim pesan ke aku.


Situasi memanas kembali, padahal aku udah memberi tahu Ditto mobil ku yang ngurus over kreditnya Sodara ku kemarin. Ditto bilang nya iya ga apa-apa percaya. Eh.. ini ada kompor ya panas lagi.


"Coba telpon sodara ku aja, kemarin bilang sama aku semuanya aman, ga akan ada masalah. Makanya aku gak kasih ke orang lain juga. Ya itu urusan mobil belum lunas ribet."


"Kan kamu yang terima duitnya. Disurat perjanjian cerai juga diserahkan sama yang ngurus.


Kalo aku di tuntut Leasing, kamu aku tuntut balik. "


Berkali-kali Ditto menelpon ku, aku ga angkat panggilan nya. Karena aku ga mau berdebat lagi dengan orang ini, cape. Hanya menguras energi ku saja. Dijelaskan juga tidak bisa mengerti.


"Zara udah ngobrol barusan sama pa Anton. Katanya pa Anton udah nelpon kamu juga. Masalah rumah dibahas lagi nanti ga ada hubungan nya dengan mobil. Emang orang leasing nya yang nagih udah ketemu sama kamu? "


"Itu mobil jelas sampe lunas, tanggung jawab. Eh dilanggar. "


"Udah jadi tanggung jawab pa Anton sekarang. "


"Ngomong-ngomong cerita. Kalo mau di over kredit tuh. "


"Memang kamu peduli, setelah keluar dan meninggalkan rumah? Urus aja Lidya mu sana."

__ADS_1


"Loh, itu kan kontrak mobil atas nama aku. " Ditto membalas.


"Memang, kalo kamu tidak menggugat cerai aku talak 3 tidak akan terjadi hal seperti ini."


"Lah kan udah perjanjian, ngaca. " Ditto nge gas terus ngomongnya, Ampun dia benar-benar ga bisa berubah sampai saat ini.


"Ya makanya aku tanya, memangnya pihak leasing udah dateng menemui kamu apa belum? Kalo suruh ngaca, yuk kita ngaca bareng-bareng saling introspeksi diri masing-masing. Bisa kan? "


"Kamu gimana setahun terakhir sama aku? "


Memang aku punya kesalahan kepada Ditto karena dalam setahun terakhir aku dan Ditto sudah pisah kamar, tidak pernah tidur bareng lagi. Aku tidur bersama anakku Jarel dan Ditto sendiri di kamar belakang. Aku kira semuanya baik-baik aja karena komunikasi tetap lancar Ditto tidak mengeluh apapun.


"Aku tau aku juga punya kesalahan. Kita sama-sama salah, Jadi ya udah. Pihak leasing ada dateng apa nggak, itu aja sih. Pikirkan baik-baik sebelum nanti kamu menyesal. "


Masalah rumah tangga Zara dan Ditto memang sudah berakhir tidak ada yang bisa diperbaiki lagi. Tapi tolong masalah mobil aku sudah serahkan semua urusannya kepada saudara ku yang bantu. Bukan aku tidak ingin membayar cicilan nya sampe lunas. Semua orang tau perjuangan ku mempertahankan mobil itu seperti apa. Tapi pada akhirnya aku ga mampu ya aku lepas. Memang ada ya orang yang dipenjara gara-gara over kredit mobil. Yang ada penjara penuh kalo gitu. Aku sudah berusaha semampu ku pada akhirnya aku ga sanggup lagi, Aku lepaskan.


"Ya udah makanya perjanjian yang bener, kalo pa amil ga bisa, mau aku bawa ke polsek langsung. Tanggung soalnya. "


"Masalah perjanjian surat cerai aku melanggar.


Terus apa kabar janji mu dengan jatah uang jajan jarel 600 ribu sebulan, nyata nya 500 ribu aja, terus uang mut'ah aku yang 10 juta janji pembayaran dicicil sampe Desember 2022, mana? Udah bayar apa belum? Memang nya kamu ga mau berdamai gitu? ga mau dekat sama anak kamu lagi? Coba pikir?


Anakku baru saja sembuh dari trauma nya, baru saja dekat lagi dengan ayahnya, sekarang mendengar aku dan Ditto berdebat. Anakku takut, dan menangis ingin ke rumah ibu. Aku cape dengan perdebatan yang tiada akhir. aku ingin hidup tenang. Seenggak nya setelah aku berpisah dengan Ditto hidupku lebih tenang, tapi dia datang lagi dengan huru haranya.


"Uang mut'ah dan jajan Jarel pake uang mobil. "


"Lah ya ga bisa gitu dong. "


Seenaknya Ditto mengatur hidupku, mau lari dari tanggung jawab. Andai mobil aku lepas ketika perceraian. Aku tidak akan mendapatkan uang sepeserpun karena cicilan yang belum dibayar lebih besar daripada cicilan yang sudah dibayar, berhubung dilepasnya setelah 3 bulan perceraian. Aku mendapatkan uang pengembalian Dp. uang itu pun aku berikan kepada ibu ku yang aku pinjam pada saat pembayar cicilan pertama setelah perceraian ku dengan Ditto, sisanya aku pakai modal untuk mengembalikan ke stabilan usaha ku, yang hampir hancur selama masa iddah ku, aku pontang panting berjuang sendirian.


"Tuntutan nanti ke polsek. Biar polisi yang ngomong. "

__ADS_1


"Lucu. "


Mantan suami mau memenjarakan mantan istrinya yang tidak sanggup membayar cicilan mobil. Sedangkan aku sekarang mengurus Jarel anakku dan tidak bisa dipungkiri Jarel anak Ditto juga. Entah pikiran nya bagaimana aku tidak mengerti.


"Coba kamu bilang, beda cerita. Atau rumah mau dijual. Pilih aja. Aku usahain baik-baik malah gitu? " Ditto membalas.


"Emang jual rumah apa urusannya? "


Aku heran dengan Ditto. Rumah yang ditempati anaknya sendiri harus dijual. Terus jika rumah ini terjual memang uang nya untuk apa, aku tidak butuh uang banyak. Toh tidak ada beban berat lagi yang harus aku bayar sekarang. Untuk makan Jarel aku bisa cari sendiri dari penghasilan toko. Apa untung nya jual rumah. Bahkan jika tidak ada orang baru yang sesuai kriteria ku, aku tidak akan menikah lagi. Untuk apa.


"Perjanjian dilanggar sepihak. Kenapa menuntut? karena ada pihak yang dirugikan. Beda cerita kalo kamu bilang. Tuntutan ku itu kalo kamu nyanggupin saya batalkan ke kepolisian. Dah bye. "


Masya Allah. Benar-benar tidak bisa selesai dengan baik-baik masalah ku dengan Ditto. Ya sudah aku akan menunggu sampai polisi itu datang. Dan mungkin aku akan mengungkapkan semua masa lalu kelam Ditto dulu. Catatan kepolisian pasti lebih tau tentang kasus Ditto dulu di Jawa. Mungkin bisa saja semuanya ditutupi dengan uang dan kekuasaan tapi suatu saat keadilan itu akan terungkap sendirinya. Aku yakin itu.


Sudah lama aku bertahan sampai akhirnya aku sekarang terlepas. Apa mungkin aku akan kembali berurusan dengan Ditto. Sudah cukup, Aku tidak mau lagi, karena begitu sangat menyakitkan bagiku, Dulu aku selalu bertahan ketika aku mendapatkan perlakuan kekerasan seksual. Aku mencoba menerimanya. Karena ketika aku mengadu kepada ibu mertuaku pun dia tidak menanggapi. Zara harus melayani apapun perlakuan Ditto terhadap ku karena Ditto adalah suami ku, tetapi aku bercerita kepada ibu dan ayahku, mereka memberi ku saran, suami yang baik tidak akan memperlakukan istrinya seperti binatang. karena aku tidak sama dengan Bintang film xxxx. Aku tidak mau melakukan dosa tapi aku tidak dapat menghindar dari dosa yang lain. Sampai pada akhirnya Allah membantuku melepaskan diri dari jeratan Dosa.


Aku tidak mau merusak badanku sendiri demi memuaskan hasrat Ditto yang memang hypersex. Aku tidak sanggup. Maka dari itu setahun terakhir aku mencoba menjauh dari nya karena aku takut. Ibu ku juga tau tentang kecanduan Ditto itu, berkali-kali memergoki kelainan nya itu. Akhirnya sekarang aku terbebas. Alhamdulilah tuhan sayang sama aku sehingga memisahkan aku dan Ditto dengan cara perceraian.


"Ayah. " Jarel merekam voice note.


"Ayah sayang ga sama aa? "


"Sayang, kenapa? " Ditto membalas.


Mungkin itu adalah kata-kata terakhir Jarel untuk ayahnya.


"Mamah blokir aja ayahnya. "


"Iya. "


Aku blokir nomor Ditto bahkan ayahku juga memblokir nomor Ditto. Aku tidak mau berhubungan lagi dengan Orang ini selamanya. Karena tidak bisa di ajak baik-baik. Aku lepaskan dan lupakan semua yang pernah terjadi antara aku dan Ditto. Jangan pernah mengganggu hidup ku dan Jarel lagi.

__ADS_1


__ADS_2