SOULMATE

SOULMATE
Wedding Day


__ADS_3

haiii..... tetep semangat


happy reading gaesss


*****


hari pernikahan sudah tiba...


beberapa hiasan pernikahan menambah kesan mewah...


didalam kamar Ana dirias menjadi ratu sehari .. menjadikannya sangat cantik... gaun pengantin dengan taburan batu permata membuatnya tampak semakin mewah... melekat sempurna di tubuh indah Ana...


" kau cantik sekali sayang." kata raja kepada Ana setelah masuk kedalam kamar.


" terimaksih ayah".


"William sudah menceritakan semua kepada ayah... ayah berterimakasih padamu yang sudah mau menerima William. ayah berdoa semoga kalian selalu bahagia." kata raja Charles menatap Ana sendu..


" Ana akan berusaha menjadi istri yang baik ayah"


" ayah tahu... ayo kita keluar... semua sudah menunggu"


sang raja menggandeng tangan Ana menuju altar.. jantung Ana berdebar sangat kencang...


diujung sana berdiri William memakai pakaian putih membuatnya semakin tampan.


William yang melihat Ana memakai gaun pengantin merasa terpesona dengan kecantikan Ana. menurutnya Ana adalah gadis yang paling cantik yang pernah dia lihat. kecantikannya berlipat dari yang pernah dia lihat sebelumnya.


Ana menundukkan pandangannya merasa panas pada pipinya.. dan dirasanya jantungnya berdebar tidak normal.


langkahnya terhenti ketika sang raja menyerahkan tangan Ana pada William.


" aku serahkan putriku... jaga dan bahagiakan dia" kata raja Charles pada William.


Ana dan William berdiri berhadapan. mengucap janji suci pernikahan....


William menggangkat dagu Ana... mecium sekilas bibir merah Ana...


Ana memejamkan mata menikmati sentuhan lembut bibir William yang terasa manis....merasa tidak rela jika harus mengakhiri ciumannya William mulai me****t bibir Ana... menghisap bergantian. keduanya


larut dalam ciuman yang membuat pipi panas... tepukan tangan menghentikan ciuman keduanya...


Ana tersipu malu mengingat dia juga menikmati ciuman William.


******


acara dilanjutkan dengan pesta... sang raja yang terkenal sebagai raja yang baik mengundang rakyatnya untuk menikmati pesta. jamuan makan di adakan besar besaran...


para tamu undangan mulai berdatangan... mengucapkan selamat pada pengantin baru...


tak lupa juga datang bibi may dan uncle jhon menambah kebahagiaan mereka.


*****


pengantin masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri dan beristirahat setelah lelah menyapa para tamu...


karena malam harinya akan di adakan pesta dansa...


Ana tidur di ranjang dengan William...merasa ada kenyamanan saat memeluk William... Ana mulai mengeratkan pelukannya... William pun juga merasa nyaman memeluk Ana. tak lama mereka tertidur pulas.


dirasa cukup istirahat mereka bangun dari tidur dan mulai mempersiapkan diri untuk pesta dansa malam ini.


" ayo..." ajak William pada Ana keluar kamar menuju ball room.


" Will.." bisik Ana mendekatkan diri ke telinga William.

__ADS_1


" hmmm"


" aku tidak bisa berdansa..."


William tertawa.. " jangan khawatir.. aku juga tidak terlalu bisa... nanti aku ajari."


tiba di ball room semua tamu undangan sudah hadir. alunan musik mulai mengalun menggema di ruangan... pembukaan dansa dibuka oleh kedua pengantin.


William menggandeng tangan Ana menuju tengah aula. tangan Ana dingin dan berkeringat merasa gugup.


memposisikan tubuhnya di depan Ana... meraih pinggang Ana merapatkan tubuhnya. salah satu tangan Ana di genggam William. dan satunya lagi diletakkan di bahu suaminya.


jantung Ana berdebar ketika tubuhnya menempel pada William.


" taruh kakimu di atas kakiku" William berbisik di dekat telinga Ana. membuat Ana merasa geli.


Ana menaikkan kakinya di atas kaki William..


alunan musik mulai terdengar... mengiringi dansa romantis mereka... Ana tersipu malu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


" sudahkah aku memujimu hari ini...?


Ana mendongak mengernyitkan dahi


" kau cantik sekali hari ini."


Ana tersipu malu.


" kamu juga sangat tampan suamiku..."


keduanya tertawa bahagia.


" aku tidak menyangka bahwa hari ini akan menikah"


" tuntun aku dan bantu aku agar menjadi istri yang baik untukmu. jika aku melakukan kesalahan segera tegur aku dan katakan letak kesalahanku agar aku bisa segera memperbaikinya."


" boleh pinjam istrimu sebentar? " tanya sang raja menginterupsi dansa kami..


" tentu saja ayah... jangan lupa nanti dikembalikan" jawab William bercanda...


kami tertawa...


kemudia Ana berdansa dengan ayah mertuanya sedangkan William dansa dengan bibi may.


yang lain? Ron sepertinya punya kenalan baru dan Harry juga sedang berbincang dengan seorang lady yang sangat cantik.


uncle Robin dan uncle David berdansa dengan istrinya masing masing


****


malam sudah semakin larut semua orang sudah lelah. tamu undangan sudah pulang... uncle Robin dan uncle David menginap dan sudah kembali ke kamar mereka. bibi may pulang besok tidak bisa meninggalkan rumah mereka lama lama.


di dalam kamar


kamar sudah berganti menjadi kamar pengantin cahaya temaram dan taburan bunga menambah laju debaran jantung..


Ana pergi membersihkan diri dibantu dayang dayangnya... William pergi ke ruang kerja memeriksa laporan kerajaan.


Dirasa cukup segar Ana mengakhiri aktivitas mandinya. mengganti pakaian dengan gaun tidur yang cukup tipis. para dayang dipersilahkan keluar.


William sudah selesai dengan pekerjaannya.


" kau sudah selesai?" tanya Ana


William mengangguk...

__ADS_1


" aku sudah siapkan air... mandilah akan ku siapkan pakaiannya."


melihat pakaian Ana yang cukup tipis membuat William menjadi salah tingkah...


William masuk ke kamar mandi memulai aktivitas mandinya...


Ana merebahkan tubuhnya di ranjang. William keluar dengan bertelanjang dada. rambutnya yang basah menambah kadar ketampanannya. dilihatnya Ana sudah berbaring membaca sebuah buku yang ditemukannya di lemari.


" sini aku bantu mengeringkan rambut" tawar Ana.


Ana menggosok kepala William membantu mengeringkan kepala William yang basah


" kamu baca apa?"


" hmmm, ntahlah masalah politik sepertinya... aku sedikit pusing memahaminya"


" jangan membaca yang berat berat... hidup sudah berat jangan ditambah lagi"


Ana terkekeh pelan.


" Will,"


" hemm,"


" apa kamu akan memintanya sekarang? hakmu?"


William menoleh menggeser posisinya berhadapan dengan Ana.


William menatap bola mata Ana serius, sedikit terkejut dengan pertanyaan Ana... William lupa kalau mereka sudah sah menjadi suami istri... dan ada hak dan kewajiban hubungan itu...


" apa kamu sudah siap?"


" sebenarnya aku takut karena ini pengalaman pertama bagiku... tapi kamu adalah suamiku... sudah menjadi hakmu mendapatkan itu... aku juga sudah berjanji akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu..."


" aku juga takut jika suatu saat Jessy kembali kamu akan meninggalkan aku." Ana menundukkan wajahnya.


" aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi"


" janji?"


" aku janji".


Ana tersenyum manis.


" jika kamu memang menginginkannya, aku siap."


" benarkah?"


" iya."


" kalau begitu coba cium aku"


blushhh


pipi Ana seketika merona mendengar kata kata William.


" aku suka wajahmu yang merona... membuatnya semakin cantik." William berbisik lirih ditelinga Ana.


gelayar aneh dirasakan ketika napas William semakin mendekat menyapu wajah Ana. perlahan sebuah benda kenyal dan basah menyentuh bibir pink milik Ana...


sentuhan lembut membuat keduanya memejamkan mata.. menikmati sentuhan yang membuat keduanya melayang...


membuka mulut saling membelit dan meng***m li**h.. hingga kehabisan napas... kamar yang dingin dirasa menjadi panas. saling berebut oksigen... berhenti sejenak hanya untuk menarik nafas..


tangan sudah tidak bisa dikendalikan saling meraba dan meraih tengkuk memperdalam ciuman.

__ADS_1


*******


jangan lupa dukungannya. like dan komentarnya...


__ADS_2