SOULMATE

SOULMATE
Air Jahe menghangatkan


__ADS_3

"Assalamualaikum, pi.. " ucapku sambil berlari ke kamar Aa, dan mengeluarkan isi perutku di kamar mandinya.


Huek..


Ya Allah.. kenapa perutku begini.


"Wa'alaikumussalam, Ine kenapa?"


tanya papi yang berpapasan denganku yang menuju kamar mandi.


Aa yang buru-buru memarkirkan mobilnya di halaman, merasa tidak konsentrasi.


Mbak Linda yang memang serumah dengan papi, berlari mengarah kepadaku.


"Dek.. kenapa? Yopi, ambil minum" teriak mbak Linda.


Aa berlari ke dapur dan mengambilkan air hangat.


"Biar Yopi aja mbak. Ini konci mobil. Tolong turunkan barang di jok belakang ya." ucapnya kemudian mengurut pundakku.


"Sayang... udah.. " ucapku.


"Ine belum sehat. Duduk yok,"kemudian memapahku.


"Minum sayang" lanjutnya


Aku merasa lega mengeluarkan isi perutku.

__ADS_1


Sementara di ruang keluarga, semua yang aku lalui sedang berbisik.


"Tante Ine kenapa ya mi? Apa tante Ine hamil?" tanya Amel anak mbak Linda ke mbak Linda.


"Mana mami tahu, nak.. kita tunggu aja tante kalian." ucap mbak Linda yang khawatir dengan keadaanku, dan sebentar-sebentar menoleh ke kamar Aa.


Aa menorehkan minya kayu putih ke punggung dan perutku.


"Istirahat dulu aja ya." kemudian menggantikan pakaianku karena basah terkena air , dengan kaos oblong dan celana pendek yang memang aku simpan di rumah papi.


Setelah menggantikan aku pakaian rumah, dia membersihkan bekas muntahku dan segera mandi.


"Sayang, bajunya dimasukkan ke kantong ya, nanti kita bawa pulang."ucapku setelah dia keluar dari kamar mandi.


"Kita pulang? Dengan keadaan kamu seperti ini? Aa rasa kita pulang besok aja, Nanti Aa izin ke Igun, kalau Ine tidak usah kerja dulu. Besok Ine harus ke rumah sakit dulu. Ok"


"Alka gimana?" tanyaku.


ucapnya menenangkan. Kemudian dia menghubungi pak Min, dan memberi kabar kalau kami tidak pulang, dan memerintahkan menggembok pintu pagar.


"Udah enakan?" tanya Aa sambil mengelap mukaku dengan washlap.


Aku mengangguk dan bangun dari tempat tidur.


"Ayo kita keluar" ajakku.


"Maaf ya, Ine dateng bikin rusuh" ucapku kepada semua.

__ADS_1


"Tante hamil ya?" tanya Amel.


aku hanya tersenyum. Dan tidak tahu menjawabnya dengan kalimat apa.


"Papi.. Mie nya dimakan ya." ucap Aa.


Mie... Astaga, mendengar katanya saja aku sudah mau muntah lagi.


"Mana konci mobil, sayang.. Ine mau ambil oleh-oleh" ucapku sambil menahan air liur.


"Udah Andrea ambil kok tante... Itu" menunjuk ke sebuah meja.


"Oh iya.. itu untuk opa dan semua ya.. semoga suka, tante dan om gak bisa lama-lama disana" ucapku, memeluk Andrea yang semakin cantik, dan tingginya sekarang sudah jauh meninggalkanku.


"Tante Ine, kemarin sempat sakit di Bali. Makanya sekarang dia begini. Besok om mau bawa periksa tante ke rumah sakit. Itu Ashraf, coba dipakai kaosnya.. muat gak? Andrea. itu kacamata buat andrea, Amel.. apa ya.. oh iya, tante pilihkan sendal dan gantungan kunci kalau tidak salah ya. Pie susu nya dimakan, soalnya takut expired." jelas Aa.


Andrea, Amel, dan Ashraf, ketiga buah hati Mbak Linda dan bang Koko.


Andrea yang duduk dibangku SMA kelas 2, Amel masih SMP kelas 1, dan Ashraf yang baru SD kelas 4.


"Sayang, Ine pengen makan sekuteng di ujung jalan tadi, masih ada gak ya?" rengekku.


"Ine belum makan loh. Nanti aja." Aa menolak untuk


"Sekarang" rengekku.


"Pergilah dek. Mungkin air jahe bisa menghangatkan perut Ine" ucap mbak Linda ke Aa.

__ADS_1


Aa pun akhirnya mengikuti kemauanku.


Maksudku keluar. kalau papi makan mie, aku tidak mencium aroma mie itu. Nanti bisa-bisa, aku muntah lagi.


__ADS_2