SOULMATE

SOULMATE
38


__ADS_3

Hari ini ada acara buka bersama dan berbagi takjil di sekolah Jarel. Aku ikut aja, daripada dirumah pikiran ku kemana-mana. Setidak nya jika bertemu banyak orang aku merasa senang dan bisa sedikit melupakan beban hidup ku ini.


Aku juga baru bisa belanja hari ini, karena uang nya baru bisa terkumpul lagi, dan juga ada sedikit tabungan Jarel dari sekolah. Lumayan bisa untuk belanja mengisi stock warung.


Anakku termasuk anak yang tidak rewel, sholeh banget malah, dia tidak pernah meminta apapun seperti mainan atau sepeda seperti kebanyakan anak lainnya. Pikiran nya seperti orang dewasa, meskipun usia nya masih sangat dini.


"Aa mau beli baju ga, buat lebaran? "


aku bertanya pada anakku.


"Boleh, kalo ada uangnya bu, ayah kan ga ngasih uang ya? "


"Ada, aa kan dapet uang tabungan dari sekolah."


"Oh, iya. kata ibu guru juga kan, kalo mau beli apa-apa harus nabung dulu, yang banyak sampe 20 juta ya. nanti baru bisa beli. atau mamah nya jualan dulu ya, baru nanti beli."


Aku hanya tersenyum dan terharu mendengar anakku bicara seperti itu.


"Iya."


"Ayah kan ga ngasih aa baju, buang aja ke laut ayahnya. "


Aku tertawa mendengarnya, sebegitunya jarel sama ayah.


Aku pergi ke sekolah untuk membawa uang tabungan anakku, niatnya mau langsung belanja untuk stock ditoko, tapi jam udah menunjukan jam 11.00 hari jum'at pula. pasti sesudah shalat jum'at aku belanjanya.


Aku kirim kan A Rangga pesan.

__ADS_1


"Udah shalat Jum'at toko buka jam berapa? "


"Jam 1."


"Oh iya, Semangat ya kerja nya."


Kamu balas pesan aku dengan emoticon tersenyum.


Setelah shalat jum'at aku pergi belanja ketempatmu, sampai didepan, aku parkirkan mobil ku, rame banget. banyak orang yang menunggu, tapi tokonya masih tutup, aku menunggu. tak lama toko pun dibuka oleh a Eko dan a Deni.


Aku melihat muka kamu yang ga karuan, kaya benang kusut, udah ga berani nyapa aku. ga akan bener mood nya lagi jelek. Aku langsung mencari barang untuk belanja.


Dikasir aku denger-denger rame, ada orang yang ambil barang tapi ga bayar. oh.. pantesan suasananya seperti itu. kamu juga pergi keluar, menggendong anak a Fadli.


Aku keluar sambil menunggu barang ku dicek, ternyata kamu mengarahkan ibu-ibu dan anak kecil yang tadi banyak itu, untuk masuk ketoko, ke lantai atas, untuk santunan mungkin ya.


Ada Yuda dia memberikan bon belanja aku sama kamu, untuk dicek. aku tidak bisa duduk karena kursinya penuh, jongkok aja di depan motor-motor yang sedang di parkir.


"Tenang teh nanti syawal kita-kita ke rumah teteh. sebentar lagi ko, ya kan a"


kamu menanggapi nya dengan datar, aku hanya tersenyum tidak mengerti apa yang yuda bicarakan.


"Tuh, mending dari sekarang bawa aja teh, terigu, gula, beras. buat persiapan nanti. "


Aku hanya tertawa saja.


Aku mencoba berdiri, gak sadar dibelakang ada motor yang diparkir. Duuukkk.. punggung ku kena spakbor motor, Lumayan sakit. Dari muka mu yang tanpa ekspresi akhirnya kamu pun bisa langsung tersenyum melihat aku seperti itu.

__ADS_1


Kamu memberikan bon belanja ku sambil berkata.


"Sakit ya? Makanya hati-hati. "


"Ngga ko". aku menjawab nya dengan rasa malu juga, tapi ga apa-apa dengan begitu kamu bisa tertawa dan wajahmu ga mumet lagi.


Aku pulang, di mobil aku kirimkan pesan untuk kamu.


"Semangat ya. "


A Rangga balas dengan emoticon tersenyum.


Aku menyalakan mobil ku, kemudian pulang menuju toko ku.


Jam 4 Sore, Aku dengan Jarel pergi ke sekolah untuk buka bersama dan bagi-bagi takjil. Sambil menunggu bagi-bagi takjil, Disekolah anak-anak tampil kedepan satu per satu.


Aku foto Jarel, dan aku kirimkan ke A Rangga.


"Foto jarel, mau ikutan ga? "


"Iya, boleh sok aja, lanjutkan. "


"Udah pulang kerja belum? "


"Baru mau. "


"Oh iya, Hati-hati. "

__ADS_1


"Iya. "


Aku melanjutkan acara di sekolah sampai buka puasa bersama, setelah selesai acara langsung pulang ke rumah ibu dan shalat tarawih di dekat rumah ibu.


__ADS_2