
hai...hai... everybody....
bagaimana puasa pertama hari ini....
semoga lancar sampai akhir ya....
happy reading gaeessss.....
*******
Pagi ini Ana terlihat bersemangat menyambut hari.... hari ini Ana mulai pelajaran pertama memanah... Ana memakai pakaian yang nyaman tanpa menggunakan korset yang membuatnya sesak napas.
masih ditemani dayang dayangnya berjalan bersama William menuju tempat latihan memanah.
" hari ini siapa yang akan mengajariku? " tanya Ana pada William saat sampai di tempat latihan.
" tentu saja aku... siapa lagi..."
" uhhhh.... memangnya suamiku yang tampan ini bisa memanah?" tanya Ana dengan mencubit lembut pipi William gemas.
" kau meragukan kemampuanku sayang?" mengecup singkat bibir Ana.
Ana merona mendapat perlakuan William secara tiba tiba. walaupun sering diperlakukan seperti itu Ana masih tetap malu...
" hei tuan suami... kau tidak lihat kita dimana.. memangnya kau tidak malu?".
William hanya mengendikkan bahunya acuh....
" kalian sedang apa?" tanya Ron dan Harry yang tiba tiba datang.
" hei... kebetulan kalian datang... aku ingin belajar memanah..."
" tumben." kata Ron.
" Aisshhhh kau ini... aku kan juga ingin belajar mandiri... kau tahu siapa yang hebat memanah disini..? aku ingin belajar darinya."
Ron dan Harry saling pandang...
" yang terhebat tentu saja suamimu... tidak ada yang bisa mengalahkannya." kata Harry mengejutkanku.
" wahhh.... benarkah?".
" aku kan sudah bilang tapi kamu tidak percaya."
" tentu saja aku meragukanmu... secara aku tidak pernah melihatmu memegang busur dan anak panah.."
__ADS_1
" ya sudah ayo kita mulai." ajak William
William mulai mengajari teknik dasar. sedangkan yang lain hanya sebagai penonton.
beberapa kali mencoba Ana tetap masih belum berhasil mengarahkan anak panahnya dengan baik.
" aishhh.... kenapa susah sekali.."
" memang tidak mudah. butuh berkali kali latihan tidak bisa sekali latihan langsung mahir."
" aku jadi meragukanmu... ini aku yang tidak bisa atau kamu yang tidak bisa."
tanya Ana menatap William tajam.
sedangkan penonton terkekeh mendengar Ana meremehkan William.
" kau meragukan kemampuanku?".
" ini. buktikan.!"
kata Ana menyerahkan busur dan Anak panahnya.
" oke. apa yang aku dapat jika berhasil mengenai target dalam satu kali coba.?"
tanya William.
" aku hanya tidak ingin rugi."
" waahhh... aku tidak percaya ini... kau seorang pangeran... kau sudah punya segalanya... mau minta apa dariku. aku tidak punya apa apa."
" begini saja jika aku berhasil kau harus menurutiku"
" jika aku gagal maka aku akan kabulkan permintaanmu."
hemmm sepertinya penawaran yang sangat menarik... aku yakin William pasti gagal...
" oke... siapa takut" jawab Ana yakin.
" Ana sebaiknya kau pikirkan lagi... selama ini tidak ada yang bisa mengalahkan suamimu dalam memanah. bahkan dari kerajaan lain... dia akan berkonsentrasi penuh walaupun ada gangguan dia akan tetap berhasil." kata Harry menggoyahkan keyakinanku.
" persiapkan dirimu sayang" kata William.
Ana hanya berdecih...
bagaimana ini... aku pasti kalah. tidak.... aku tidak boleh kalah.... gumam Ana dalam hati...
__ADS_1
William mulai memposisikan dirinya... mengangkat busur dan anak panahnya.
terlihat sangat tampan... membidik targetnya memincingkan mata...
melihat itu Ana melangkah mendekati William... berdiri dibelakang William tanpa disadari... bahkan Ana sengaja menahan napas agar tidak terdengar...
saat William akan melepas anak panah, Ana dengan sengaja meniup lirih belakang telinga William... membuat sang empunya bergidik geli.
tasssshhhh.... anak panah melesat menuju target.... dan yapppp... meleset...
Ana bertepuk tangan gembira.... bersorak kemenangan...
sang penonton hanya tersenyum.
sedangkan Ron dan Harry tertawa mengolok olok William.
" Heiii.... ini tidak adil.... kau curang..." teriak William tidak terima kekalahan.
" hei... terima saja kekalahanmu suamiku... bukankah kata Harry kau itu sangat hebat bahkan gangguan sebesar apapun tidak akan mengganggu konsentrasimu." kata Ana tidak terima dikatakan curang.
William meraih pinggang Ana dan menempelkannya pada tubuhnya.... " kau mulai nakal ya... jika kau menggangguku seperti itu... siapa yang yang akan tahan.." dengan senyum seringaiannya.
membuat Ana bergidik dan berdehem melepaskan diri dari William.
" aku tidak mau tahu... yang aku tahu kamu sudah terbukti kalah dan harus mengabulkan permintaanku. apapun itu"
William menghela napas mengalah.
" oke. apa yang kamu mau."
" mmmmm" Ana masih memikirkan permintaan apa yang sekiranya cocok untuk dia minta pada William.
" untuk sekarang tidak ada. aku simpan untuk nanti."
" masak tidak ada yang kamu mau. yakin?"
tanya William.
" iya. sudahlah sudah mulai terik... aku mau mandi dan menemui ayah... tadi dia bilang mau bertemu denganku."
mereka mengakhiri latihannya dan kembali masuk ke istana.
******
mon maap cuma sedikit...
__ADS_1
lagi males mikir hehehe