
"sayang.. " Dokter Yopi seakan tidak percaya, pertanyaan yang diucapkan istirnya.
"Heh.. sayang? Enak saja, Gue dah punya pacar. Tolong hubungi pacar saya"
"Ketus sekali, Ineke versi jadul. Tapi kenapa dia tidak tau kalau aku ini... " ucap dokter Yopi dalam hati.
"Heh.. malah bengong. kenapa diam? Atau sus, tolongin saya ya."
"Emang, siapa nama pacarnya?" jawabnya seenaknya.
"dokter Yopi Adrianus. Dia lagi tugas di Bali" jawab Ine.
dokter Yopi tersenyum lebar. Ternyata, Ineke selalu mengingat namanya. Perawat itu pun tertawa kecil sambil menutup mulutnya.
Sang pacar pun, mengeluarkan sesuatu dari dompetnya, dan menunjukkan tanda pengenalnya.
"Kenapa namanya sama? Tanggal lahirnya juga, 12 Agustus 1980." Ineke melihat lagi sosok di depannya.
"Tapi, dokter Yopi itu,... "
Kemudian, dokter Yopi mengeluarkan ponselnya. Dan mendengarkan Ineke dengan lagu favorit mereka. Ineke terdiam, dan merasakan sakit di kepalanya. Dokter Yopi segera mematikan lagu itu, dan perawat meminta, Ineke untuk kembali berbaring.
"Sudah ya bu.. Istirahat dulu." pinta perawat.
__ADS_1
"Ya sus.. biarkan saya sendiri ya sus. Suruh orang itu pergi" Ine menunjuk ke dokter Yopi.
Awalnya dokter Yopi tidak mau, dia takut, istri tercintanya akan kembali tidur panjang.
Ia ingin selalu ada di sisinya. Tapi, waktu menunjukkan, kalau ia harus segera kembali bertugas ke klinik.
"Saya titip istri saya, ya sus. Kabari saya setiap kemajuannya" kemudian ia kembali masuk ke ruang itu, dan mencium kening Ineke.
"Saya hampir tertaw keras tadi, untung saya masih inget, kalau ini ruang ICU." suster Anggi mengenang kejadian lucu tadi.
"Memangnya kenapa?" tanya suster Lina.
"Sebagian ingatan bu Ine hilang, tapi, dia hanya mengingat nama dokter Yopi. Dia tidak percaya kalau tadi itu dokter Yopi. Dia bingung kenapa nama dan tanggal lahir sama, tapi, dokter Yopi berubah jadi acak-acakan gitu" suster Anggi menceritakan.
"Kan sebelum menikah dengan dokter Yopi, bu Ine pernah menikah dengan laki-laki lain?" tanya suster Lina.
"Berarti, saat itu, bu Ineke mengalami kesedihan yang panjang, sehingga mengingat itu sampai sekarang. Hm.. Semoga mereka selalu hidup bersama" doa suster Lina.
"Aamiin"
Dan keduanya melanjutkan kegiatannya lagi.
Keesokan hari, Ineke dipindahkan ke ruang perawatan, dan meninggalkan ruang ICU. Hampir 1 bulan, Ineke tidak melihat matahari. Ibu, ayah, Alka, papi, dan keluarga besar menunggu di ruang perawatan.
__ADS_1
Ibu menangis memeluk Ineke.
"Alhamdulillah, kamu kembali nak. Setiap saat, ibu rindu Ine"
Ine memeluk wanita yang melahirkannya.
Semua menangis sedih melihat kondisi Ineke. Tapi, akhirnya mereka semua berkumpul di ruangan ini.
"Akhirnya, ibu merestuiku dan Aa" ucap Ine dalam hati.
"Pi... mana mami? Ine kangen mami" sontak seluruh keluarga kaget. Mereka belum mengetahui keadaan Ineke yang sebenarnya.
"Mami... " papi menghentikan pembicaraannya, karena sosok lelaki acak-acakan itu datang ke kamarnya.
"Kenapa dia di sini?" tanya Ineke.
"ini kan keluarga. Kok dia masuk?" tanya Ine menunjuk dokter Yopi.
Semua kaget.
Aa hanya tersenyum kecil, sambil mencium punggung tangan ibu, ayah, papi, dan mbak Linda juga mas Koko.
"Itu kan nak Yopi, sayang." ucap Ayah
__ADS_1
"Aa kan di Bali. Lagian, Aa kan orangnya rapi. Mana mungkin dia berjambang dan berjenggot gitu. Rambutnya? Aa kan tau Ine suka marah, kalau dia udah gak rapi. Aa masih di Bali kan mbak Linda?" tanyanya kepada mbak Linda.
"Dek.. "